Pertama di Kanada, Provinsi Ini bakal Larang Anak-Anak Akses Medsos dan Chatbot AI
28 April 2026, 08:00 WIB
Manitoba berpotensi menjadi provinsi pertama di Kanada yang menerapkan larangan media sosial bagi anak-anak. Meski demikian, rincian mengenai mekanisme kebijakan tersebut hingga kini masih menjadi tanda tanya.
Rencana ini diumumkan langsung oleh Premier Manitoba, Wab Kinew, dalam sebuah acara penggalangan dana belum lama ini, serta melalui unggahan di platform X.
Mengutip Engadget, Selasa (28/4/2026), Kinew menegaskan pemerintahannya akan memberlakukan pembatasan akses media sosial dan chatbot kecerdasan buatan (AI) bagi generasi muda di wilayahnya.
Dalam pidatonya, Kinew memberikan kritik tajam terhadap perusahaan teknologi yang dianggap mengeksploitasi psikologi anak demi kepentingan komersial.
"Mereka melakukan hal-hal yang sangat buruk terhadap anak-anak, semuanya demi segelintir 'like', peningkatan interaksi, dan uang," ujar Kinew.
"Anak-anak kita tidak akan pernah dijual. Perhatian dan masa kecil mereka tidak boleh dijadikan objek pencarian keuntungan," pungkasnya.
Walaupun pernyataan tersebut terdengar tegas, Kinew belum merinci aspek krusial dari regulasi ini. Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai batasan usia spesifik yang akan diberlakukan, kapan regulasi akan diperkenalkan, maupun metode penegakan hukumnya.
Berdasarkan laporan CBC, Kinew juga tidak memberikan keterangan tambahan kepada awak media setelah menyampaikan pidato tersebut.
Tren Pembatasan Digital di Kanada
Langkah Manitoba ini sejalan dengan meningkatnya kekhawatiran nasional di Kanada. Sebelumnya, Partai Liberal Kanada dalam konvensi nasional di Montreal juga telah menyetujui usulan untuk membatasi penggunaan media sosial dan chatbot AI bagi siapa pun yang berusia di bawah 16 tahun.
Bahkan, terdapat upaya lain di tingkat nasional yang mendorong batas usia lebih rendah, yakni 14 tahun. Angka ini lebih ketat dibandingkan aturan yang baru-baru ini diberlakukan di Australia.
Meski gelombang regulasi mulai bermunculan, efektivitas hukum tersebut masih diragukan. Jajak pendapat terbaru dari Molly Rose Foundation menunjukkan tantangan besar dalam implementasi kebijakan serupa di berbagai negara.
Tantangan Dalam Pengawasan
Data survei mengungkapkan bahwa mayoritas remaja tetap memiliki akun di platform yang dilarang atau berhasil menemukan celah teknis untuk melampaui batasan usia.
Fenomena ini memicu perdebatan mengenai apakah pelarangan total merupakan solusi efektif atau justru diperlukan pendekatan edukasi digital yang lebih mendalam.
Saat ini, publik masih menunggu langkah konkret dari Pemerintah Provinsi Manitoba untuk melihat apakah kebijakan ini akan menjadi preseden hukum baru atau sekadar diskursus politik dalam melindungi kesehatan mental anak di era digital.