Hasto PDIP Dukung Usulan KPK soal Pelaporan Kegiatan Pendidikan Politik Partai
18 April 2026, 17:45 WIB
Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan dukungan terhadap usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mendorong partai politik melaporkan kegiatan pendidikan politik yang didanai dari anggaran negara.
Hal ini disampaikan Hasto usai memperingati 71 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026). Menurut Hasto, pelaporan pendidikan politik partai penting untuk kepentingan transparansi dan penguatan fungsi kaderisasi partai.
"Itu sejalan, bahkan disertasi saya itu telah mengungkapkan tentang pentingnya pendidikan politik, kaderisasi, sebagai bagian dari fungsi strategis dalam pelembagaan partai," kata Hasto.
Ia menjelaskan, pendidikan politik merupakan fungsi mendasar partai yang tidak hanya bersifat administratif, tapi juga strategis dalam menyiapkan kepemimpinan nasional. Oleh karena itu, usulan KPK dinilai perlu ditindaklanjuti secara konkret.
Selain itu, Hasto mengatakan bahwa pelaporan pendidikan politik akan memperkuat akuntabilitas partai politik dalam penggunaan dana publik, sekaligus memastikan proses kaderisasi berjalan sistematis dan berkelanjutan.
"Sehingga dengan usulan dari KPK itu harus dijabarkan karena pendidikan politik merupakan fungsi pokok partai yang harus dijalankan sebagai tanggung jawab partai dalam melakukan rekrutmen dan mempersiapkan calon-calon pemimpin di dalam seluruh aspek kehidupan strategis bangsa dan negara," jelasnya.
KPK Usul Parpol Laporkan Kegiatan Pendidikan Politik
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan kajian mengenai tata kelola partai politik. Terdapat empat poin utama yang ditemukan KPK dan 16 rekomendasi terkait hal tersebut.
Adapun rincian poin tersebut, yaitu belum ada roadmap pelaksanaan pendidikan politik, belum ada standar sistem kaderisasi yang terintegrasi, belum ada sistem pelaporan keuangan partai politik, dan tidak jelasnya lembaga pengawas dalam UU Partai Politik.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan adanya semacam pola dalam proses politik. Budi mengungkap, ada pihak-pihak pemodal politik yang memberikan bantuan biaya kepada calon kepala daerah.
"Ketika calon kepala daerah ini terpilih, dilantik definitif menjadi kepala daerah, kemudian diduga melakukan pengkondisian-pengkondisian proyek, menunjuk vendor-vendor tertentu untuk dimenangkan," ungkapnya.
Soal Pengelolaan Keuangan
Budi menambahakan, pengkondisian ini mengembalikan modal besar yang sebelumnya telah diberikan oleh pemodal politik. Sebab itu, KPK mendorong langkah-langkah pendidikan melalui program politik cerdas berintegritas.
Tak hanya untuk individu, KPK mendorong pula sistem partai untuk menyusun pola kaderisasi yang benar. Salah satunya pada pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.