Ahmad Basarah PDIP: Krisis Global Buktikan Ramalan Bung Karno soal Neo-Kolonialisme
18 April 2026, 14:42 WIB
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah mengatakan krisis geopolitik global yang terjadi saat ini membuktikan ketepatan analisis Presiden pertama RI Soekarno terkait neo-kolonialisme.
Hal itu disampaikan Basarah dalam peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
Basarah menyampaikan, berbagai konflik dan ketimpangan global saat ini menunjukkan bahwa kolonialisme tidak pernah benar-benar hilang, melainkan bertransformasi dalam bentuk baru yang lebih kompleks.
"Krisis geopolitik global yang kita saksikan saat ini menunjukkan bahwa dunia masih jauh dari cita-cita keadilan yang diperjuangkan dalam semangat Bandung," kata Basarah.
Ia merinci, dinamika global seperti rivalitas kekuatan besar, konflik bersenjata, hingga ketimpangan ekonomi dunia merupakan manifestasi dari neo-imperialisme yang telah lama diperingatkan Bung Karno.
Menurut dia, sejak awal abad ke-20, Soekarno telah memprediksi bahwa kapitalisme dan imperialisme akan melahirkan ketidakstabilan global. Pemikiran tersebut, lanjut dia, tertuang dalam karya besar Bung Karno, Di Bawah Bendera Revolusi.
"Bung Karno dengan konsisten menyatakan bahwa kapitalisme pada dasarnya mengandung benih kehancuran sendiri," ujarnya.
Ia menambahkan, imperialisme modern kini tidak lagi hadir dalam bentuk penjajahan fisik, tetapi melalui dominasi ekonomi, ketergantungan teknologi, dan hegemoni informasi.
"Runtuhnya kolonialisme lama tidak berarti berakhirnya imperialisme. Ia berganti wajah menjadi neo-imperialisme dan neo-kolonialisme," ucap Basarah.
Praktik Neo-Kolonialisme
Basarah menilai bahwa saat ini penggunaan sanksi ekonomi, dominasi lembaga keuangan internasional, hingga perebutan sumber daya strategis menjadi bukti nyata praktik neo-kolonialisme di era modern.
Oleh karenanya, dia menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat Dasasila Bandung sebagai fondasi hubungan internasional yang adil dan setara. Selain itu, konsep Trisakti dinilai tetap relevan sebagai strategi menghadapi tekanan global.
"Trisakti adalah antitesis dari kolonialisme dan imperialisme berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan," kata dia.
Perjuangan Ideologis
Basarah juga menyinggung bahwa pemikiran Bung Karno telah menginspirasi berbagai negara dalam menghadapi tekanan global, termasuk dalam upaya membangun kemandirian ekonomi.
Lebih lanjut, ia menegaskan PDIP memandang politik luar negeri sebagai instrumen perjuangan ideologis untuk menegakkan kedaulatan dan keadilan global, sejalan dengan amanat konstitusi dan semangat Dasasila Bandung.
"Politik luar negeri harus menjadi instrumen perjuangan ideologis untuk menegakkan kedaulatan dan memperjuangkan keadilan global," ujar Basarah.