Hasto Nilai Indonesia Kehilangan Spirit Konferensi Asia Afrika: Jadi Gamang Perjuangkan Bangsa Tertindas
18 April 2026, 14:20 WIB
Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menilai Indonesia mengalami kehilangan arah dalam menghadapi dinamika geopolitik global akibat terputusnya pemahaman terhadap spirit Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955.
Hal ini disampaikan Hasto dalam peringatan 71 tahun KAA yang digelar DPP PDI Perjuangan (PDIP) di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026). Menurutnya, penting bagi Indonesia kembali pada warisan sejarah dan pemikiran geopolitik awal.
"Di sinilah kita mengalami keterputusan sejarah termasuk spirit Konferensi Asia Afrika sehingga rasanya di dalam menghadapi pertarungan geopolitik saat ini kita menjadi bangsa yang begitu gamang di dalam politik luar negeri bebas aktif kita di dalam memperjuangkan bangsa-bangsa tertindas," kata Hasto.
Ia menjelaskan, KAA merupakan tonggak penting yang menegaskan posisi Indonesia sebagai pelopor gerakan anti-kolonialisme dan pembela negara-negara tertindas, sebagaimana digagas oleh Soekarno.
Hasto berujar bahwa nilai-nilai tersebut kini tidak lagi menjadi arus utama dalam praktik kebijakan, sehingga Indonesia kehilangan pijakan strategis dalam menghadapi pertarungan global.
"Tetapi sebagai bagian dari rediscovery of our own history tadi, kita harus kembali memahami bagaimana Republik ini dibangun dengan narasi pembebasan," ujarnya.
Komunike Bandung
Hasto juga menyinggung mengenai pentingnya memahami kembali dokumen-dokumen historis KAA, termasuk komunike Bandung yang memuat prinsip kerja sama politik, ekonomi, dan kebudayaan antarnegara berkembang.
Ia mencontohkan bagaimana dalam komunike tersebut telah diatur kerja sama ekonomi, pertukaran tenaga ahli, hingga upaya membangun kemandirian bangsa sebagai respons terhadap warisan kolonialisme.
Aspek Kebudayaan
Selain itu, ia menilai aspek kebudayaan sebagai bagian penting dari gerakan pembebasan yang selama ini kurang mendapat perhatian.
"Upaya untuk membebaskan manusia dari berbagai penjajahan itu adalah suatu gerak kebudayaan. Inilah yang selama ini kita kehilangan spirit," ucapnya.