Ketua Komisi X DPR Hetifah: Efisiensi Energi, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Prioritas

27 March 2026, 10:20 WIB
Ketua Komisi X DPR Hetifah: Efisiensi Energi, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Prioritas

DPR RI angkat bicara soal wacana pembelajaran dari rumah sebagai bagian efisiensi energi. Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyatakan, efisiensi energi tidak akan mengganggu proses pembelajaran dan tetap mengedepankan tatap muka. Ia menegaskanpembelajaran tatap muka harus tetap menjadi prioritas.

"Selain lebih efektif, pendekatan ini juga penting untuk menjaga kualitas interaksi, termasuk kegiatan praktikum yang tidak dapat tergantikan," ujar Herifah dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).

"Dengan sistem zonasi yang telah berjalan, mayoritas siswa bersekolah relatif dekat dari rumah, sehingga dampak terhadap konsumsi energi, khususnya dari transportasi, tidak signifikan," sambung dia.

Menurut Hetifah, pembelajaran rumah memiliki sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai jika diterapkan secara luas, mulai dari risiko penurunan capaian belajar (learning loss), keterbatasan interaksi guru dan siswa, hingga potensi meningkatnya kesenjangan akses akibat perbedaan fasilitas dan pendampingan di rumah.

"Selain itu, aspek sosial-emosional anak juga terdampak karena berkurangnya ruang interaksi dan pembentukan karakter," kata Htifah.

Karena itu, Hetifah menghimbau pemerintah daerah untuk tidak ragu dalam melanjutkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka pasca libur Idul Fitri sesuai kebijakan yang telah ditetapkan.

"Sembari terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat dukungan bagi guru, serta memastikan lingkungan belajar yang aman dan kondusif," pungkas Hetifah.

Bahlil Ajak Masyarakat Hemat Gas: Matikan Kompor Kalau Masakan Sudah Matang

Bahlil Ajak Masyarakat Hemat Gas: Matikan Kompor Kalau Masakan Sudah Matang

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat agar lebih menghemat pasokan gas dengan cara yang paling sederhana.

Menurutnya, cara tersebut adalah dengan tidak boros menggunakan LPG. Maka, ketika masakan sudah matang alangkah baiknya langsung mematikan penggunaan gas tersebut.

"Kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak jangan kompornya boros," katanya dalam konferensi pers di Colomadu, disiarkan daring, Kamis 26 Maret 2026.

Meski kondisi pasokan gas dalam negeri masih baik, ia berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk menjaga stok tersebut dengan tidak boros menggunakan LPG.

"Saya memohon, menyarankan agar ayo kita harus memakai energi dengan bijak," ucap Bahlil.

Ia meyakini, jika bisa dilakukan dengan baik kerja sama antara pemerintah dengan masyarakat dan pemerintah, maka stok energi ke depan akan semakin baik.

"Karena ini kita harus betul-betul meminta bantuan rakyat untuk kita bersama-sama dalam memakai energi yang bijaksana. Kalau ini mampu kita lakukan bersama-sama, insyaallah energi kita ke depan akan semakin baik," terang Bahlil.

Bahlil Buka Opsi WFH untuk Hemat BBM

Bahlil Buka Opsi WFH untuk Hemat BBM

Sebelumnya, pemerintah tengah mengkaji berbagai langkah untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), salah satunya melalui opsi penerapan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan, namun berpeluang untuk diterapkan sebagai bagian dari strategi efisiensi energi nasional.

"Memang ada beberapa langkah-langkah yang akan dilakukan, tapi sedang dikaji, lagi dikaji, tentang apakah kita membutuhkan WFH. Tetapi menurut saya, semua kemungkinan itu bisa terjadi. Yang penting adalah penghematan terhadap BBM itu juga penting," ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu 18 Maret 2026.

Wacana ini muncul di tengah kekhawatiran terhadap potensi krisis energi global akibat konflik di Timur Tengah yang dapat memengaruhi pasokan energi, termasuk minyak.

Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi energi nasional masih aman. Ketersediaan BBM, LPG, hingga batu bara untuk pembangkit listrik disebut dalam kondisi terkendali, terutama menjelang momen Lebaran 2026.

Bahlil menegaskan bahwa stok energi nasional saat ini masih berada dalam batas aman sesuai standar yang ditetapkan.

"Ketersediaan BBM, LPG, listrik untuk Indonesia semuanya terkendali. LPG akhir bulan ini akan masuk tambahan pasokan, sehingga kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya tidak ada masalah. Batu bara untuk PLN rata-rata 14--15 hari, sesuai batas minimal standar nasional," ujarnya.

Pemerintah juga memastikan bahwa subsidi BBM akan tetap dijaga, setidaknya hingga masa libur Lebaran 2026 selesai.

Contoh Infografis Hemat Energi (Hemat Energi di Rumah). Sumber : www.kominfo.go.id/
Sumber : Liputan6.com