Pemanfaatan Teknologi AS untuk Pengolahan Litium Panas Bumi di Indonesia Didukung USTDA

19 March 2026, 10:15 WIB
Pemanfaatan Teknologi AS untuk Pengolahan Litium Panas Bumi di Indonesia Didukung USTDA

Pemanfaatan teknologi asal Amerika Serikat (AS) didukung oleh Badan Perdagangan dan Pembangunan Amerika Serikat (USTDA) untuk meningkatkan pengolahan litium sebagai mineral kritis dari operasi panas bumi di Indonesia.

Melalui proyek percontohan yang didanai USTDA, perusahaan berbasis di California, Lilac Solutions, Inc., akan mendemonstrasikan teknologinya di fasilitas PT Geo Dipa Energi (GDE), sebagaimana disampaikan dalam rilis Kedutaan Besar AS di Jakarta, Selasa 17 Maret 2026.

Direktur Utama GDE, Yudistian Yunis, menyatakan bahwa dukungan USTDA merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemandirian Indonesia untuk memenuhi kebutuhan litium, sekaligus mempererat kerja sama dengan Amerika Serikat.

Menurutnya, inisiatif tersebut berpotensi mempercepat pengembangan industri baterai dalam negeri sekaligus memperluas pemanfaatan litium secara domestik melalui peningkatan nilai tambah energi terbarukan.

"Litium secara alami terkandung dalam air panas bumi yang sudah menjadi bagian dari operasi panas bumi yang ada, sehingga kami dapat menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan," ujar Yunis, melansir Antara, Selasa, 17 Maret 2026.

Ia menambahkan, dukungan USTDA diharapkan dapat mempercepat akses terhadap inovasi dan keahlian dari AS, sekaligus membuka peluang kemitraan dengan calon pembeli asal Amerika. Kerja sama tersebut juga diyakini mampu menarik investasi lanjutan serta memperkuat pengembangan proyek agar lebih skalabel dalam jangka panjang.

Yunis menilai kemitraan tersebut mencerminkan sinergi yang saling menguntungkan, memperkokoh ketahanan rantai pasok, serta mendukung pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Fasilitas Pertama Ekstraksi Litium dari Air Panas Bumi

Fasilitas Pertama Ekstraksi Litium dari Air Panas Bumi

Sementara itu, Wakil Direktur USTDA, Thomas R. Hardy, menyatakan fasilitas tersebut akan menjadi yang pertama di Indonesia yang mampu mengekstraksi litium dari air panas bumi.

Ia menambahkan, proyek ini diharapkan dapat menghadirkan sumber pasokan litium yang andal sekaligus mendukung kebutuhan teknologi modern dan energi di Indonesia.

"Keamanan dan kemakmuran Amerika bergantung pada akses terhadap mineral kritis dari sumber yang terpercaya," kata Hardy.

"Proyek ini menyoroti nilai solusi AS dalam membangun rantai pasok yang tangguh dan mendorong pengembangan sumber daya yang bertanggung jawab bersama mitra kami di Indonesia," tambahnya.

Lilac akan menerapkan teknologi pertukaran ion untuk mengolah litium di area panas bumi Dieng, Jawa Tengah. Teknologi ini ditujukan untuk menunjukkan metode produksi litium karbonat berkualitas tinggi yang efektif dan bertanggung jawab.

Dukungan USTDA juga akan membuka akses bagi GDE untuk terhubung dengan calon pembeli litium karbonat dari Amerika Serikat. Proyek ini diharapkan mampu menarik investasi untuk ekspansi serta membuka peluang baru dalam pengembangan energi panas bumi di Indonesia maupun kawasan Indo-Pasifik.

Teknologi AS Bidik Optimalisasi Sumber Daya Indonesia

Teknologi AS Bidik Optimalisasi Sumber Daya Indonesia

CEO Lilac, Raef Sully menyatakan dukungan USTDA dapat membuka peluang untuk perusahaan teknologi AS untuk bersaing di pasar global.

"Lapangan panas bumi Indonesia memiliki potensi litium yang besar dan belum dimanfaatkan, dan proyek ini akan membuktikan bahwa teknologi pertukaran ion Amerika dapat mengoptimalkannya secara bertanggung jawab dan berskala besar," tutur dia.

USTDA adalah inisiatif pemerintah AS yang berfokus mendukung pembangunan infrastruktur di negara berkembang sekaligus mendorong penerapan teknologi asal AS.

Lembaga ini membiayai tahap awal teknis proyek guna mempercepat pengembangannya, serta membantu membuka akses pendanaan dan pengadaan barang maupun jasa dari AS.

INFOGRAFIS JOURNAL_Digitalisasi Teknologi Membuat Adanya Perubahan Transaksi Pembayaran  (Liputan6.com/Abdillah)
Sumber : Liputan6.com