Iran Tawarkan Hadiah Rp1 Miliar Bagi yang Berhasil Tangkap Awak Jet Tempur AS F-15E yang Jatuh
04 April 2026, 10:03 WIB
Otoritas Iran menawarkan imbalan uang bagi siapa pun yang berhasil menangkap awak jet tempur Amerika Serikat yang jatuh di wilayahnya, di tengah operasi pencarian yang masih berlangsung hingga kini.
Dua pejabat AS sebelumnya mengonfirmasi bahwa sebuah F-15E dua kursi jatuh di Iran, dengan dua awak berhasil melontarkan diri. Salah satu awak telah ditemukan, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.
Media Iran melaporkan hadiah sebesar 10 miliar toman---setara sekitar Rp1 miliar---ditawarkan bagi siapa pun yang dapat menemukan atau menangkap awak pesawat tersebut, dikutip dari BBC, Sabtu (4/4/2026).
Pemerintah daerah setempat bahkan menegaskan bahwa penangkapan awak dalam kondisi hidup menjadi prioritas utama.
Pernyataan itu disampaikan oleh gubernur Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad di selatan Iran, yang menyebut pencarian terhadap awak pesawat sebagai bagian penting dari respons keamanan.
Di lapangan, upaya pencarian berlangsung intensif dari kedua pihak. Selain operasi penyelamatan yang dilakukan militer AS, otoritas Iran juga dilaporkan mengerahkan aparat serta melibatkan warga sipil.
Sejumlah gambar yang diklaim sebagai puing-puing pesawat juga beredar luas di media sosial Iran, meski belum dapat diverifikasi secara independen.
Di Washington, Gedung Putih belum memberikan detail lebih lanjut terkait insiden ini. Saat dimintai tanggapan, pejabat hanya menyatakan bahwa Donald Trump telah menerima laporan mengenai kejadian tersebut.
Ketegangan Regional Meningkat
Situasi di sekitar lokasi jatuhnya pesawat juga berdampak pada operasi militer lainnya di kawasan. Laporan media menyebut Israel menunda rencana serangan di area pencarian, meski belum ada konfirmasi resmi dari militer Israel.
Sementara itu, militer AS sebelumnya membantah klaim dari Garda Revolusi Iran yang menyebut sebuah jet tempur Amerika ditembak jatuh di atas Pulau Qeshm, yang terletak di kawasan strategis Selat Hormuz.
Insiden ini menambah kompleksitas konflik yang tengah berlangsung, sekaligus meningkatkan risiko bagi awak militer yang berada di wilayah musuh. Upaya penyelamatan yang sedang berjalan kini berpacu dengan waktu, di tengah tekanan dari operasi pencarian yang juga dilakukan oleh pihak Iran.