Iran Ancam Serang Perusahaan Teknologi AS di Timur Tengah

04 April 2026, 21:00 WIB
Iran Ancam Serang Perusahaan Teknologi AS di Timur Tengah

Kantor perusahaan teknologi raksasa Amerika Serikat (AS), Oracle di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) mengalami kerusakan akibat puing-puing yang berjatuhan. Insiden ini terjadi tatkala Iran gencar menembakkan proyektil ke target di sekitar Timur Tengah sebagai balasan atas serangan AS dan Israel.

"Pihak berwenang mengkonfirmasi bahwa mereka menanggapi insiden kecil yang disebabkan oleh puing-puing dari intersepsi udara yang jatuh di fasad gedung Oracle di Dubai Internet City," kata Kantor Media Dubai dalam sebuah unggahan di X, dikutip dari CNBC, Sabtu (4/4/2026).

Akibat insiden tersebut, Kantor Media Dubai melaporkan bahwa tidak ada yang terluka.

Adapun Garda Revolusi Iran telah mengancam akan menyerang sejumlah perusahaan teknologi AS yang beroperasi di Timur Tengah, termasuk Nvidia, Apple, Microsoft, dan Google.

Garda memperingatkan pada Selasa lalu bahwa 18 perusahaan teknologi akan dianggap sebagai target yang sah, sebagai balasan atas serangan AS dan Israel terhadap Iran.

"Mulai sekarang, untuk setiap pembunuhan, sebuah perusahaan Amerika akan dihancurkan," kata mereka di saluran Telegram yang berafiliasi dengan Garda.

Daftar Perusahaan

Daftar Perusahaan

Daftar perusahaan tersebut mencakup Cisco, HP, Intel, IBM, Dell, Palantir, JPMorgan, Tesla, GE, Spire Solutions, Boeing, dan perusahaan kecerdasan buatan yang berbasis di UEA, G42.

James Henderson, CEO perusahaan manajemen risiko Healix, mengatakan peningkatan ancaman terhadap perusahaan teknologi bukanlah fenomena sesaat, melainkan pola yang berkelanjutan.

"Aset teknologi sekarang diperlakukan sebagai bagian dari konflik, bukan hanya sebagai pelengkap. Ini juga menandakan bahwa krisis di masa depan mungkin akan menargetkan pusat data dan platform cloud sama seperti situs strategis tradisional," ungkapnya.

Iran telah menyerang pusat data Amazon Web Services di Timur Tengah pada awal Maret 2026. Menyebabkan gangguan pada sejumlah aplikasi dan layanan digital di Uni Emirat Arab.

Sumber : Liputan6.com