AS dan Iran Berlomba Cari Awak Jet Tempur yang Hilang Usai F-15E Ditembak Jatuh
04 April 2026, 17:05 WIB
Amerika Serikat dan Iran terlibat dalam perlombaan pencarian terhadap anggota kru pesawat tempur AS yang hilang setelah jet tempur mereka ditembak jatuh di wilayah Iran selatan, di tengah konflik yang terus memanas di kawasan.
Media AS melaporkan, militer AS saat ini menggelar operasi pencarian dan penyelamatan (search and rescue) setelah sebuah jet tempur jenis F-15E Strike Eagle jatuh. Dari dua awak yang berada di dalam pesawat, satu dilaporkan telah ditemukan, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.
Di saat bersamaan, pasukan keamanan Iran juga dilaporkan turut memburu awak pesawat yang belum ditemukan tersebut. Media pemerintah Iran menyebut pencarian dilakukan secara intensif di lokasi jatuhnya pesawat.
Situasi ini meningkatkan risiko eskalasi, mengingat kemungkinan awak AS masih berada di wilayah musuh, dikutip dari BBC, Sabtu (4/4/2026).
Insiden tersebut juga diikuti laporan lain bahwa Iran mengklaim telah menembak jatuh pesawat tempur AS kedua di atas Teluk Persia. Media AS menyebut pesawat itu adalah A-10 Thunderbolt II yang terkena tembakan saat menjalankan misi pencarian untuk jet pertama. Pilot pesawat tersebut dilaporkan berhasil melontarkan diri dan telah diselamatkan.
Di tengah operasi pencarian yang berlangsung, serangan militer terus terjadi di berbagai wilayah, termasuk di Teheran dan Suriah.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa serangan Israel telah menghancurkan sekitar 70 persen kapasitas produksi baja Iran. Ia menegaskan bahwa Israel bersama AS akan terus melanjutkan operasi militer untuk melemahkan kemampuan strategis Teheran.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Pentagon terkait detail terbaru kondisi awak yang masih hilang. Namun, insiden ini menjadi salah satu perkembangan paling signifikan dalam konflik yang telah berlangsung beberapa pekan terakhir, sekaligus memperbesar risiko konfrontasi langsung antara kedua pihak.