Apa Saja Tanda Seseorang Meraih Lailatul Qadar? Simak 2 Tanda Menurut Ulama

01 March 2026, 02:00 WIB
Apa Saja Tanda Seseorang Meraih Lailatul Qadar? Simak 2 Tanda Menurut Ulama

Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa dan begitu didamba umat Islam. Kerap muncul pertanyaan, apa saja tanda seseorang meraih Lailatul Qadar?

Merujuk Jurnal Makna Lailatul Qadar dalam Al-Qur'an: Analisis Semiotika Roland Barthes, oleh Khoirurroziqin, malam yang disebut dalam Al-Qur'an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan ini menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh setiap Muslim di bulan Ramadhan.

Namun, pertanyaan tentang kapan tepatnya malam itu terjadi dan bagaimana seseorang dapat mengetahui telah meraihnya sering menjadi perbincangan di kalangan umat Islam.

Secara umum, tanda-tanda seseorang meraih Lailatul Qadar dapat dilihat dari dua aspek dari tanda-tanda alamiah yang disebutkan dalam hadis dan kedua, tanda-tanda spiritual.

Berikut ini adalah penjelasan saja tanda seseorang meraih Lailatul Qadar, merujuk studi di atas dan Jurnal Interpretasi QS. al-Qadr dan Relevansinya dengan Tradisi Malam Ganjil Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan Masyarakat Desa Ambawang Kuala, Kubu Raya, Kalimantan Barat, oleh Taufik Akbar.

Tanda-Tanda Spiritual Orang yang Meraih Lailatul Qadar

Yang lebih penting dari tanda-tanda alamiah adalah perubahan spiritual dalam diri seseorang yang mendapatkan Lailatul Qadar. Para ulama merumuskan tanda-tanda ini berdasarkan Al-Qur'an dan hadis.

1. Tiga Tanda Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jilani

Dalam kitabnya Al-Ghunyah li Thalibi Thariqil Haqq, Syekh Abdul Qadir Al-Jilani (w. 561 H/1166 M) menjelaskan tentang tanda orang yang mendapatkan salam dan jabat tangan dari Malaikat Jibril sebagai bukti meraih Lailatul Qadar :

"Tanda seseorang yang mendapatkan salam dan berjabat tangan dengan malaikat Jibril adalah: (1) gemetar kulitnya, (2) hatinya menjadi lembut, dan (3) air matanya senantiasa bercucuran." (Al-Jilani, Al-Ghunyah, juz II, hlm. 23)

Penjelasan rinci ketiga tanda tersebut:

  • Gemetar kulitnya ( ): Ini merupakan reaksi fisik setelah bersalaman dengan makhluk mulia, Malaikat Jibril. Dalam Tafsir Baghawi, gemetar kulit diartikan sebagai tanda hati yang takut kepada Allah atas segala dosa.
  • Hati menjadi lembut ( ): Hati yang lembut tidak keras, lebih arif dan bijak dalam segala hal. Hatinya mendapatkan anugerah nur dari Allah. Ia mudah terketuk untuk berbuat kebaikan.
  • Air mata bercucuran ( ): Menangis bukan karena kesedihan duniawi, melainkan karena kegembiraan mendapatkan anugerah Lailatul Qadar, serta tangisan khauf (rasa takut) yang tumbuh dari ketakwaan sebagai manifestasi rasa takut kepada Allah.

Dalam kitab Tafsir Ibnu Abi Hatim, penjelasan serupa juga ditemukan:

...

"...dan Jibril tidak meninggalkan seorang mukmin pun kecuali menjabat tangannya. Dan tandanya, siapa yang merinding kulitnya, lembut hatinya, dan berlinang air matanya, maka itu adalah karena jabat tangan dengan Jibril."

2. Tanda Menurut Prof. Quraish Shihab

Quraish Shihab memberikan penjelasan yang lebih aplikatif tentang tanda orang yang mendapatkan Lailatul Qadar dengan menafsirkan ayat ke-4 surat Al-Qadr :

"Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan."

Menurutnya, turunnya malaikat kepada seseorang bermakna bahwa malaikat selalu menganjurkan kebaikan. Dengan demikian, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar akan:

a. Hidupnya selalu terdorong untuk berbuat kebaikan

"Jadi kalau ada orang berkata saya ketemu dengan Lailatul Qadar tapi kalau jalan hidupnya begitu-begitu saja (kurang baik), bohong itu. (Justru harusnya) dia selalu tertarik untuk berbuat kebaikan karena malaikat itu selalu mendorong terhadap kebaikan," tegas Quraish Shihab .

b. Hati yang senantiasa damai

Tanda berikutnya adalah hati yang senantiasa damai, tidak dendam, dan tidak dengki.

"Semuanya selalu dilihatnya dengan penuh kedamaian. Paling tidak, kedamaian pasif. Damai itu ada damai aktif, ada damai pasif. Kalau saya memuji, itu damai aktif. Tapi kalau saya tidak mencela, itu damai pasif. Saya tidak mengambil hak orang, itu juga damai pasif," jelasnya .

c. Tanda Perubahan Hidup

Masih dalam perspektif Quraish Shihab, Lailatul Qadar sebagai malam ketetapan juga berarti bahwa siapa yang bertemu dengan malam ini, hidupnya akan berubah . Perubahan ini mencakup:

  • Perubahan pola pikir dari negatif menjadi positif
  • Perubahan perilaku dari buruk menjadi baik
  • Perubahan spiritual dari lalai menjadi taat
  • Perubahan sosial dari egois menjadi peduli

Tanda-Tanda Fisik dan Alamiah Lailatul Qadar

Para ulama membagi tanda-tanda Lailatul Qadar menjadi dua kategori: tanda-tanda alamiah (yang dapat diamati secara fisik) dan tanda-tanda spiritual (yang dirasakan dalam diri seseorang).

Tanda-Tanda Alamiah Lailatul Qadar

Beberapa hadis menjelaskan ciri-ciri malam Lailatul Qadar yang dapat diamati:

1. Malam yang Cerah dan Terang

Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya tanda Lailatul Qadar adalah malamnya cerah dan terang, seolah-olah di dalamnya ada bulan yang bersinar terang." (HR. Ahmad)

Malam tersebut terang benderang meskipun tidak ada bulan, memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi yang beribadah.

2. Suasana Tenang dan Tenteram

Hadis yang sama menyebutkan:

"Tenang dan tenteram."

Suasana hati orang yang beribadah pada malam itu akan merasakan kedamaian yang mendalam, tidak ada kegelisahan yang mengganggu jiwa .

3. Cuaca yang Sejuk, Tidak Panas dan Tidak Dingin

"Tidak dingin dan tidak panas."

Cuaca yang ideal ini memudahkan seseorang untuk beribadah dengan khusyuk tanpa terganggu kondisi fisik .

4. Bintang Tidak Tampak

"Tidak halal bagi bintang untuk muncul (terlempar) pada malam itu hingga pagi."

Langit malam tampak berbeda dari malam-malam biasa, tidak ada gemerlap bintang yang biasa terlihat.

5. Matahari Terbit dengan Cahaya Lembut

"Dan tandanya, matahari pada pagi harinya terbit dengan sangat indah, tanpa sinar yang kuat seperti bulan purnama." (HR. Ahmad)

Sinar matahari terasa lembut dan tidak menyilaukan, menjadi bukti keberkahan malam tersebut yang berlanjut hingga pagi.

6. Setan Tidak Dapat Keluar

"Tidak halal bagi setan untuk keluar bersamanya pada hari itu."

Pada malam dan hari tersebut, setan tidak dapat mengganggu umat Islam, sehingga mereka dapat fokus beribadah dengan tenang.

Hikmah Waktu Lailatul Qadar yang Misterius

Dari pembahasan di atas, dapat diambil beberapa hikmah:

1. Lailatul Qadar adalah anugerah, bukan prestasi

Tidak ada amalan khusus yang menjamin seseorang pasti mendapatkan Lailatul Qadar. Yang ada adalah ikhtiar dan doa. Sebagaimana doa yang diajarkan Rasulullah kepada Aisyah RA:

"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, menyukai ampunan, maka ampunilah aku." (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)

2. Konsistensi lebih utama daripada mencari-cari tanggal

Rasulullah menghidupkan seluruh 10 malam terakhir, tidak hanya malam-malam tertentu. Dalam hadis Aisyah RA:

"Nabi bersungguh-sungguh dalam sepuluh hari terakhir melebihi kesungguhan beliau di waktu lainnya." (HR. Muslim)

3. Tanda sejati adalah perubahan pasca-Ramadhan

Ukuran keberhasilan meraih Lailatul Qadar bukan pada pengalaman spiritual sesaat, tetapi pada bekasnya setelah Ramadhan berlalu. Apakah seseorang menjadi lebih taat, lebih dermawan, lebih sabar, dan lebih bersih hatinya?

4. Kearifan lokal dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah

Sebagaimana tradisi selekoran, segemian, dan petolekoran di Kalimantan Barat, kearifan lokal yang tidak bertentangan dengan syariat dapat menjadi media untuk menghidupkan sunnah dan mendekatkan diri kepada Allah.

People Also Ask:

Kapan hari Lailatul Qadar?

Lebih lanjut, Kiai AMA mengungkapkan bahwa salah satu tanda yang paling dikenal tentang malam Lailatul Qadar adalah jatuhnya pada salah satu malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, yakni malam ke-21, ke-23, ke-25, ke-27, dan ke-29.

Malam Lailatul Qadar 2025 tanggal berapa?

Karena Ramadan 1446 H dimulai pada Sabtu, 1 Maret 2025, maka perkiraan malam Lailatul Qadar tahun ini kemungkinan besar akan jatuh setelah Maghrib pada Minggu, 23 Maret 2025, malam ke-23 Ramadan.

Kapan mulai 10 malam terakhir Ramadhan 2025?

Dengan demikian, sepuluh malam terakhir Ramadhan akan berlangsung dari tanggal 20 hingga 29 Maret 2025.

Apa yang dimaksud dengan Lailatul Qadar?

Lailatul qadr diartikan malam kemuliaan karena: (1) sebagian arti qadr itu adalah kemuliaan, dan (2) mulai pada malam itu Malaikat Jibril AS menampakkan diri di hadapan Nabi Muhammad di Gua Hira, dan pada malam itu pulalah perikemanusiaan mendapat kemuliaan dengan dikeluarkannya nur (cahaya) dari dzulumat (kegelapan).

Sumber : Liputan6.com