Doa Agar Dipertemukan dengan Lailatul Qadar, Lengkap Penjelasannya
01 March 2026, 03:20 WIB
Lailatul Qadar merupakan malam istimewa yang hanya ditemukan di bulan Ramadhan, disebut dalam Al-Qur'an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Mengingat keistimewaannya, umat Islam perlu mengetahui doa agar dipertemukan dengan Lailatul Qadar.
Allah SWT berfirman dalam Q.S. Al-Qadr ayat 3: "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan."
Namun, di balik kemuliaannya, terdapat misteri waktu kedatangan dan makna mendalam yang perlu dipahami. Khoirurroziqin dalam jurnalnya yang terbit di Jurnal Kajian Islam Al-Kamal (Volume 3 Nomor 1, Januari--Juni 2023) mencoba mengupas tuntas pemaknaan lailatul qadar melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Analisis ini menghasilkan pemahaman denotatif, konotatif, hingga mitologis yang memperkaya khazanah keislaman.
Artikel ini akan mengintegrasikan temuan analisis semiotika tersebut dengan panduan amalan doa yang dianjurkan para ulama untuk meraih keberkahan malam istimewa ini. Dengan memahami makna lailatul qadar secara mendalam dan mempraktikkan doa-doa yang diajarkan, diharapkan umat Islam dapat memaksimalkan ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Para ulama sepakat bahwa lailatul qadar terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:
"Carilah lailatul qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk doa, pada malam-malam tersebut. Berikut doa-doa yang diajarkan Rasulullah dan dipraktikkan ulama:
1. Doa Rasulullah
Doa ini merupakan jawaban Rasulullah ketika Aisyah bertanya, "Wahai Rasulullah, jika aku tahu malam mana yang merupakan lailatul qadar, apa yang harus aku baca?" Rasulullah menjawab, "Bacalah doa ini."
Latin: Allahumma innaka 'afuwwun karimun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau menyukai maaf, maka maafkanlah aku." (HR. Tirmidzi No. 3513, Ibnu Majah No. 3850, Ahmad No. 25384)
Dalam riwayat lain disebutkan tanpa kata karimun:
Latin: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, menyukai maaf, maka maafkanlah aku."
Doa ini menekankan permohonan ampunan di malam yang penuh kemuliaan. Kata 'afuwwun (Maha Pemaaf) mengandung makna penghapusan dosa secara total, seolah-olah dosa itu tidak pernah ada.
Dalam konteks lailatul qadar, dosa yang diampuni membuka pintu keberkahan dan kemuliaan. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa doa ini adalah yang paling utama dibaca pada lailatul qadar.
2. Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat
Latin: Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina 'adzaban nar
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Al-Baqarah: 201)
Doa ini bersifat komprehensif, mencakup kebahagiaan duniawi dan ukhrawi. Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir menjelaskan bahwa hasanah di dunia mencakup ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amal shalih, sedangkan hasanah di akhirat adalah surga dan keridhaan Allah. Di malam lailatul qadar, doa ini memiliki nilai lebih karena waktu mustajab.
3. Doa Memohon Ampunan dan Kesehatan
Latin: Allahumma inni as'alukal 'afwa wal 'afiyah wal mu'afatad da'imah fid dunya wal akhirah
Artinya: "Ya Allah, aku memohon ampunan, kesehatan, dan perlindungan yang abadi di dunia dan akhirat."
Doa ini menggabungkan permintaan ampunan (al-'afwa), kesehatan lahir (al-'afiyah), dan perlindungan berkelanjutan (al-mu'afat ad-da'imah). Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menganjurkan doa ini karena mencakup kebutuhan pokok manusia di dunia dan akhirat.
4. Doa Memohon Hidayah dan Keteguhan Iman
Latin: Allahummahdini wa tsabbitni 'alal imani wal islam
Artinya: "Ya Allah, berilah aku petunjuk dan teguhkanlah aku di atas iman dan Islam."
Di malam penetapan takdir, doa ini penting agar ketetapan Allah untuk hamba-Nya selalu dalam kebaikan dan keimanan.
Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Al-Fatawa menekankan bahwa memohon keteguhan iman adalah doa yang paling utama karena iman adalah modal keselamatan abadi.
5. Doa Memohon Ampunan Dosa (Pengakuan Dosa)
Latin: Rabbana zhalamna anfusana wa illam taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin
Artinya: "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi." (QS. Al-A'raf: 23)
Doa ini mengakui kelemahan diri dan mengharap ampunan serta rahmat Allah. Sangat cocok dipanjatkan di malam yang penuh rahmat. Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menyebutkan bahwa doa ini mengandung tawadhu' (kerendahan hati) di hadapan Allah, yang merupakan syarat utama diterimanya doa.
6. Doa Memohon Ampunan untuk Kedua Orang Tua dan Seluruh Umat Islam
Latin: Rabbana ighfir lana wa li ikhwanina alladzina sabaquna bil imani wa la taj'al fi qulubina ghillan lilladzina amanu rabbana innaka ra'ufur rahim
Artinya: "Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hasyr: 10)
Doa ini mengajarkan keutamaan mendoakan sesama muslim, termasuk mereka yang telah mendahului kita. Di malam lailatul qadar, doa untuk orang lain juga mustajab dan menjadi sebab turunnya rahmat.
7. Doa Memohon Keberkahan Ilmu
Latin: Allahummanfa'ni bima 'allamtani wa 'allimni ma yanfa'uni wa zidni 'ilma
Artinya: "Ya Allah, berilah manfaat padaku atas ilmu yang Engkau ajarkan padaku, ajarkan aku ilmu yang bermanfaat bagiku, dan tambahkanlah ilmu kepadaku."
Karena lailatul qadar adalah malam diturunkannya Al-Qur'an, sangat tepat memohon keberkahan ilmu pada malam ini. Doa ini merupakan gabungan dari beberapa ayat dan hadits yang menekankan pentingnya ilmu yang bermanfaat.
Tanda-Tanda Lailatul Qadar secara Alamiah
Para ulama juga menyebutkan beberapa tanda lailatul qadar berdasarkan hadits-hadits Nabi, di antaranya:
- Udara yang sejuk dan tenang -- Malam itu tidak panas dan tidak dingin, udaranya tenang.
- Matahari terbit cerah tanpa sinar menyilaukan -- Pagi harinya matahari terbit dengan cahaya putih tidak menyilaukan.
- Malam yang terang -- Bulan tampak bersinar terang.
- Hati merasa tenang dan khusyuk -- Orang yang beribadah merasakan kenikmatan dan ketenangan.
- Tidak hujan dan tidak berangin kencang -- Cuaca cenderung bersahabat.
Dalam analisis semiotika Khoirurroziqin, tanda-tanda alam ini masuk dalam kategori signifier (penanda) pada tingkat mitologi yang menunjukkan keberkahan malam tersebut.
Amalan-Amalan Utama di Malam Lailatul Qadar
Selain doa, para ulama menganjurkan amalan-amalan berikut untuk meraih lailatul qadar:
- Shalat Malam (Qiyamul Lail) -- Shalat tarawih, tahajud, witir, dan shalat sunnah lainnya.
- Membaca Al-Qur'an -- Karena malam ini adalah malam diturunkannya Al-Qur'an.
- Berdzikir -- Memperbanyak tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir.
- Bersedekah -- Memberikan makanan atau bantuan kepada yang membutuhkan.
- I'tikaf -- Berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah.
- Merenung dan Muhasabah -- Mengevaluasi diri dan memperbaiki hubungan dengan Allah.
People Also Ask:
Apa doa untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar?
Salah satunya memanjatkan doa allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa'fu anni. Anjuran menggencarkan amalan ini bersandar pada salah satu keutamaan malam Lailatul Qadar yang dijelaskan di Al-Qur'an surah Al Qadr ayat 3. Artinya: "Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan."
Kapan baca Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa fu anni?
Doa Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni adalah salah satu doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, terutama dianjurkan untuk dibaca pada malam-malam terakhir bulan Ramadhan, khususnya saat mencari Lailatul Qadar.
Apa ciri-ciri orang yang mendapatkan Lailatul Qadar?
Apa Tanda-tanda Seseorang Mendapat Malam Lailatul Qadar?Dikabulkan doanya.Selalu ingin berbuat kebaikan.Tenang dalam beribadah.Terdapat perubahan diri menjadi pribadi lebih baik.Hati terasa tenteram.Mengalami mimpi yang baik.
Apakah doa akan terkabul di malam Lailatul Qadar?
Orang yang beribadah di malam Lailatul Qadar memiliki peluang besar untuk dikabulkan doanya. Malam ini adalah waktu mustajab untuk memohon ampunan dan berbagai hajat.