Israel Cegah Warga Palestina Masuk Masjid Al-Aqsa Selama Ramadan 2025
26 February 2025, 13:00 WIB:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1831590/original/036738600_1515992934-Al_Aqsa_AFP.jpg)
Israel berencana mencegah warga Palestina yang baru dibebaskan dari penjara di bawah perjanjian gencatan senjata dan pertukaran tahanan Gaza memasuki Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, selama bulan Ramadan. Ratusan tahanan Palestina dibebaskan sebagai imbalan atas beberapa warga Israel yang ditawan di bawah kesepakatan gencatan senjata Gaza, yang mulai berlaku bulan lalu.
Pada Minggu, 23 Februari 2025, lembaga penyiar publik Israel KAN mengatakan polisi tidak akan mengizinkan warga Palestina yang baru dibebaskan dari penjara selama beberapa minggu terakhir untuk memasuki situs yang menjadi titik nyala konflik selama Ramadan, yang akan dimulai pada minggu ini. KAN mengatakan polisi akan mengerahkan 3.000 personel setiap hari di pos pemeriksaan yang menuju ke Yerusalem Timur dan Masjid Al-Aqsa selama bulan puasa.
Media itu mengatakan polisi merekomendasikan untuk hanya memberikan 10.000 izin bagi warga Palestina dari Tepi Barat yang diduduki untuk memasuki Masjid Al-Aqsa selama Ramadan. Izin akan diberikan kepada pria di atas 55 tahun dan wanita di atas 50 tahun, kata KAN, dikutip dari Anadolu, Rabu (26/2/2025).
Setiap tahun, akses warga Palestina ke Masjid Al-Aqsa selalu dibatasi selama bulan Ramadan. Terlebih, ekskalasi militer Israel di kawasan Tepi Barat kini meningkat.
Militer Israel terus memprovokasi, bahkan mengerahkan tank ke wilayah pendudukan Tepi Barat untuk pertama kalinya dalam 23 tahun, kantor berita Iran IRNA melaporkan pada Senin, 24 Februari 2025. Tindakan Israel itu dikecam oleh kelompok-kelompok Palestina karena dinilai sebagai upaya "aneksasi".
Advertisement
Masjid Al-Aqsa Dicaplok Israel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4387427/original/042392100_1680933881-20230408-Sholat-Jumat-Masjid-Al-Aqsa-Palestina-AP-4.jpg)
Masjid Al-Aqsa adalah situs suci ketiga bagi umat Muslim di dunia setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Orang Yahudi menyebut area tersebut sebagai Temple Mount, dengan mengatakan bahwa itu adalah lokasi dua kuil Yahudi di zaman kuno.
Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel pada 1967. Israel mencaplok seluruh kota pada 1980 dalam sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.
Mahkamah Internasional menyatakan pada Juli 2024 bahwa pendudukan Israel yang sudah berlangsung lama atas wilayah Palestina adalah ilegal, menuntut evakuasi semua permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Meski begitu, Israel tak kunjung minggat.
Bahkan, pada Senin, 26 Agustus 2024, pemimpin kemanan Israel Itamar Ben-Gvir melontarkan rencana untuk membangun sinagoge di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di daerah pendudukan Yerusalem Timur. Dia mengklaim orang Yahudi berhak untuk berdoa di Masjid Al-Aqsa.
Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide, Rabu, 28 Agustus 2024, mengecam penyataan Ben-Gvir karena dianggap memicu provokasi. "Provokasi ini bergabung dengan serangkaian pernyataan dan tindakan yang tidak dapat diterima oleh Menteri (Israel), yang bertujuan untuk mengubah status quo historis di Yerusalem dan memicu ketegangan di saat kawasan itu sangat membutuhkan yang sebaliknya," katanya, dikutip Antara.
Advertisement
Rencana Israel Membelah Dua Masjid Al-Aqsa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4387417/original/065502600_1680933183-20230408-Sholat-Jumat-Masjid-Al-Aqsa-Palestina-AP-1.jpg)
Israel melalui rancangan undang-undangnya yang dibahas di parlemen juga pernah melontarkan rencana membelah Masjid Al-Aqsa menjadi dua bagian, untuk umat muslim dan sebagian untuk Yahudi. Menurut informasi yang dikutip dari laman Arab News, Kamis, 15 Juni 2023, rancangan undang-uncangan yang diajukan Amit Halevi, anggota Partai Likud, akan disahkan dalam waktu dekat.
Dalam aturannya, area yang menjadi peruntukan Yahudi antara lain area yang terbentang dari halaman Dome of The Rock hingga ujung perbatasan Masjid Al-Aqsa. Sementara, umat muslim hanya disisakan ruang shalat Al-Qibli.
Tak hanya itu, rancangan undang-undang ini juga memuat hal yang menyebut orang Yahudi bisa masuk ke dalam kompleks dari semua gerbang. Bukan hanya melalui Gerbang Maroko, yang selama ini merupakan satu-satunya gerbang yang berada di bawah kendali penuh otoritas Israel dan tidak dapat diakses oleh warga Palestina.
Kabarnya, orang Palestina yang melanggar undang-undang tersebut nantinya akan terkena denda oleh pengadilan Israel di Tepi Barat. Rancangan undang-undang tersebut menuai reaksi dari orang Palestina. Perubahan tersebut dianggap akan memperkeruh konflik antardua wilayah yang sudah terjadi bergitu lama.
Kiblat Pertama Umat Islam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403685/original/085496100_1682068207-Idul_Fitri_di_Negara-negara_Timur_Tengah-AFP__4_.jpg)
Mengutip laman Kemenag, Masjid Al-Aqsa merupakan bagian dari Baitul Maqdis. Perpindahan kiblat dari Baitul Maqdis (Masjid Al-Aqsa) ke Kakbah di Makkah menjadi momen penting bagi umat Islam. Dikisahkan sebelum terjadi perpindahan kiblat, kepala Nabi Muhammad mendongak ke atas menunggu wahyu dan mengadu ke malaikat Jibril.
Dikutip dari laman Kemenag, menurut tafsir Fakhruddin al-Razi dalam Mafatih al-Ghaib, ada empat pendapat mengenai penyebab perpidahan arah kiblat. Pertama, rasulullah mendengar orang-orang Yahudi bergosip terkait Islam. Mereka bilang kalau Islam berbeda dengan Yahudi, tapi, kok, kiblatnya sama.
Kedua, Masjidil Haram adalah kiblatnya Nabi Ibrahim. Ketiga, kiblat ke arah Masjidil Haram dapat membuat orang-orang Arab tertarik dan masuk Islam. Keempat, Nabi Muhammad SAW ingin kiblat ke arah Kakbah karena tempat tersebut adalah tanah airnya.
Perpindahan kiblat dari Masjid al-Aqsha menuju Masjid al-Haram merupakan suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh Nabi Muhammad SAW. Diceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW berdiri menghadap langit setiap hari menunggu wahyu perpindahan kiblat itu turun, sebagaimana dalam QS Al-Baqarah ayat 144:
"Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu."
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816544/original/051608200_1714388184-Infografis_Hl2__27_.jpg)