DKI Jakarta Masih Menarik Buat Investor, Ini Alasannya
09 June 2026, 13:15 WIB
Bank Indonesia (BI) menilai DKI Jakarta masih menarik untuk menjadi tujuan investasi ke depannya. Kondisi ekonomi di Jakarta yang positif dinilai mampu jadi pilihan investor.
Ekonom Ahli Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Sakti Arif Wicaksono menguraikan sejumlah data yang bisa jadi rujukan investor. Mulai dari tingkat inflasi hingga tren positif pertumbuhan ekonomi.
Tingkat inflasi DKI Jakarta berada di level 2,49 persen per Mei 2026 secara tahunan, angka yang masih dalam sasaran aman. Kemudian, ekonomi Jakarta tumbuh positif 5,59 persen pada kuartal I-2026.
"Jadi tentunya beberapa perkembangan makroekonomi Jakarta ini bisa menjadi salah satu potensi untuk bagaimana investasi dari luar negeri maupun dari dalam negeri bisa terus berlanjut ya di tahun 2026 dan tentunya di tahun 2027," kata Sakti dalam konferensi pers Jakarta Investment Festival 2026, secara daring, Selasa (9/6/2026).
Dia menjelaskan, upaya BI dan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga terbukti mampu mencatatkan inflasi pada kisaran aman. Terjaganya tingkat inflasi ini diyakini mampu jadi tanda daya beli masyarakat terjaga.
"Artinya ini bisa menjadi salah satu peluang bahwa kita bisa menjaga daya beli masyarakat Jakarta ini tetap tumbuh tinggi ke depannya," ucap dia.
Di sisi lain, kata Sakti, proyek multitahun di DKI Jakarta yang masih berjalan menunjukkan geliat investasi masih bergerak di Ibu Kota. Proyek baru pun dinilai bisa dilirik investor.
"Upaya untuk mengurangi birokrasi, kemudian juga komitmen untuk mengurangi hambatan-hambatan dari investasi di Jakarta ini juga cukup terus berlanjut dan tentunya ini ke depannya akan menjadi salah satu poin bahwa Jakarta bisa lebih prospektif ya ke depannya bagi calon-calon investor yang untuk masuk ke Jakarta," jelas dia.
Pemprov DKI Jakarta Bidik Investasi
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjajaki kerja sama investasi perfilman dengan Goldfinch International Ltd untuk memperkuat ekosistem film Jakarta menuju kota sinema yang kompetitif dan terhubung dengan jejaring industri global.
Penjajakan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Jakarta Experience Board dan Goldfinch International Ltd di Jakarta Pavilion, March du Film disaksikan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno bersama Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI Ahmad Mahendra di Cannes, Prancis, Kamis 14 Mei 2026.
"Saya yakin penjajakan kerja sama ini akan membuka peluang baru untuk pengembangan industri film di Jakarta dan tentunya akan memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Jakarta," ujar Rano dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (16/5/2026) melansir Antara.
Dia menjabarkan, kerja sama yang dijajaki mencakup pertukaran informasi dan pengetahuan terkait ekosistem film, pengembangan talenta, pembangunan infrastruktur perfilman, hingga kajian kebijakan penerapan insentif industri film. Kolaborasi Bisa Buka Peluang Baru
Rano mengatakan, kolaborasi dengan mitra global dapat membuka peluang baru bagi pengembangan industri film Jakarta, sekaligus memberi dampak ekonomi bagi kota.
"Ke depan, penjajakan kerja sama akan dilanjutkan secara lebih konkret melalui studi kasus produksi film yang sepenuhnya menggunakan Jakarta sebagai lokasi syuting," ucap dia.
Langkah ini diharapkan menjadi dasar pembelajaran untuk memperkuat insentif, layanan produksi, dan kesiapan infrastruktur pendukung perfilman di Jakarta.
Sementara itu, menurut Chief Operating Officer Goldfinch International Ltd Phill McKenzie, Jakarta memiliki peluang besar menjadi pusat film, tidak hanya di Asia Tenggara, tetapi juga di Asia.
Perkembangan Pesat
Dia menyebut, pertumbuhan industri konten di Indonesia, khususnya Jakarta, menunjukkan perkembangan yang kuat.
"Saya sudah berkeliling di negara dunia bagian selatan, dan Indonesia, dalam hal ini Jakarta, bertumbuh sangat pesat di industri konten. Saya harap ini bisa menjadi langkah kerja sama yang baik untuk bersama membangun ekosistem film yang kuat," kata Phill.
Untuk diketahui, Goldfinch International Ltd merupakan perusahaan berbasis di London, Inggris, yang bergerak di bidang investasi industri film, media, konten, dan hiburan sejak 2013. Perusahaan ini telah mendanai lebih dari 300 judul film dengan kekuatan modal lebih dari 300 juta dolar AS.
Goldfinch juga terlibat dalam penguatan ekosistem film di sejumlah negara, termasuk Qatar dan Thailand, serta mengembangkan teknologi produksi film, termasuk pemanfaatan AI engine.