Laporan Liputan6.com dari St. Petersburg: SPIEF 2026 Catat Kesepakatan US$ 90,43 Miliar

09 June 2026, 19:55 WIB
Laporan Liputan6.com dari St. Petersburg: SPIEF 2026 Catat Kesepakatan US$ 90,43 Miliar

Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) 2026 menghasilkan lebih dari 1.000 kesepakatan dengan nilai total mencapai 6,642 triliun rubel atau sekitar US$ 90,43 miliar. Capaian tersebut diumumkan oleh Penasihat Presiden Rusia sekaligus Sekretaris Eksekutif Komite Penyelenggara SPIEF Anton Kobyakov dalam konferensi pers penutupan forum, Sabtu (6/6).

"Sebanyak 1.084 kesepakatan senilai 6,642 triliun rubel telah ditandatangani selama forum berlangsung," kata Kobyakov.

Menurut dia, hasil yang dicapai tahun ini menunjukkan bahwa SPIEF tidak hanya berfungsi sebagai forum diskusi ekonomi, tetapi juga menjadi wadah lahirnya berbagai kemitraan bisnis dan investasi jangka panjang.

Kobyakov menyoroti pula perubahan arah pembahasan yang muncul dalam berbagai forum bisnis selama SPIEF 2026.

"Dialog-dialog bisnis yang berlangsung menunjukkan pergeseran dari model kerja sama berbasis perdagangan menuju investasi dan produksi," ujarnya.

SPIEF 2026 dihadiri lebih dari 24.500 peserta dari 142 negara. Untuk pertama kalinya dalam satu dekade, delegasi resmi Amerika Serikat (AS) turut berpartisipasi dalam forum tersebut.

Delegasi AS dipimpin oleh Ketua Komisi Seni Rupa AS Rodney Cook.

Tingginya partisipasi internasional tercermin dari skala penyelenggaraan forum. Sepanjang pelaksanaannya, SPIEF menggelar lebih dari 300 sesi diskusi yang menghadirkan sekitar 2.000 pembicara dari kalangan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan organisasi internasional.

Forum tahun ini membahas berbagai isu strategis yang dinilai akan memengaruhi arah perekonomian global dalam beberapa tahun mendatang, mulai dari transformasi ekonomi, perkembangan teknologi masa depan, hingga dampak kemajuan teknologi terhadap masyarakat dan kualitas hidup.

Selain menghasilkan berbagai kesepakatan bisnis, menurut Kobyakov, SPIEF 2026 memperlihatkan sinyal meningkatnya ketertarikan pelaku usaha asing terhadap pasar Rusia setelah beberapa tahun terakhir hubungan ekonomi internasional menghadapi berbagai tekanan geopolitik.

"Kalangan bisnis Barat mulai menunjukkan ketertarikan untuk kembali bekerja di pasar Rusia," tutur Kobyakov.

Ia menggambarkan kecenderungan tersebut sebagai bentuk cautious optimism atau optimisme yang berhati-hati, di mana pelaku usaha masih mencermati perkembangan ekonomi dan geopolitik sebelum memperluas keterlibatan mereka di Rusia.

SPIEF kerap dijuluki sebagai "Davos versi Rusia" karena mempertemukan pemimpin pemerintahan, investor, dan pelaku bisnis dari berbagai negara untuk membahas perkembangan ekonomi global serta peluang kerja sama internasional.

Sumber : Liputan6.com