Jakarta Tawarkan Proyek Investasi Rp 271,3 Triliun

10 June 2026, 00:30 WIB
Jakarta Tawarkan Proyek Investasi Rp 271,3 Triliun

Ada puluhan proyek di DKI Jakarta yang bakal ditawarkan kepada investor. Total nilai investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 271,3 triliun dari puluhan proyek di berbagai sektor usaha.

Kepala Unit Pengelola Jakarta Investment Center (JIC), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta, Ezrin Kartika mengatakan, arah investasi mulai berubah di tengah dinamika geopolitik global. Namun, proyek di DKI Jakarta digadang masih mampu menarik minat investor.

"Para investor ini mengubah prioritas investasinya di mana mereka lebih mengutamakan ketahanan, kepastian, dan keberlanjutan melalui mitra-mitra yang terpercaya," kata Ezrin dalam konferensi pers Jakarta Investment Festival 2026, secara daring, Selasa (9/6/2026).

"Untuk merespons hal itu Jakarta menawarkan berbagai keunggulan investasi dari pemerintah yang tangguh, fasilitas investasi yang dari awal sampai dengan akhir, lalu Zero Abundant Commitment," ia menambahkan.

Seperti diketahui, ada puluhan proyek yang bakal ditawarkan kepada para investor. Mulai dari 40 proyek BUMD, BUMD, hingga BLUD senilai USD 6,9 miliar atau setara Rp 114 triliun. Serta, investasi di kawasan tematik senilai USD 9,5 miliar atau setara Rp 157,3 triliun.

"Jadi total investasi yang ditawarkan potensi-potensinya di JIF 2026 itu sekitar Rp 271,3 triliun atau setara US$ 16,3 miliar," kata Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda, (DPMPTSP) DKI Jakarta, Fransisca Hicca.

Beberapa proyek itu milik Jakarta Asset Management Center (JAMC), PT MRT Jakarta, PT MITJ, hingga PT Pembangunan Jaya Ancol serta Jakarta Propertindo (Jakpro).

DKI Jakarta Masih Menarik Buat Investor

DKI Jakarta Masih Menarik Buat Investor

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menilai DKI Jakarta masih menarik untuk menjadi tujuan investasi ke depannya. Kondisi ekonomi di Jakarta yang positif dinilai mampu jadi pilihan investor.

Ekonom Ahli Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Sakti Arif Wicaksono menguraikan sejumlah data yang bisa jadi rujukan investor. Mulai dari tingkat inflasi hingga tren positif pertumbuhan ekonomi.

Tingkat inflasi DKI Jakarta berada di level 2,49 persen per Mei 2026 secara tahunan, angka yang masih dalam sasaran aman. Kemudian, ekonomi Jakarta tumbuh positif 5,59 persen pada kuartal I-2026.

"Jadi tentunya beberapa perkembangan makroekonomi Jakarta ini bisa menjadi salah satu potensi untuk bagaimana investasi dari luar negeri maupun dari dalam negeri bisa terus berlanjut ya di tahun 2026 dan tentunya di tahun 2027," kata Sakti dalam konferensi pers Jakarta Investment Festival 2026, secara daring, Selasa (9/6/2026).

Stabilitas Ekonomi

Stabilitas Ekonomi

Dia menjelaskan, upaya BI dan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga terbukti mampu mencatatkan inflasi pada kisaran aman. Terjaganya tingkat inflasi ini diyakini mampu jadi tanda daya beli masyarakat terjaga.

"Artinya ini bisa menjadi salah satu peluang bahwa kita bisa menjaga daya beli masyarakat Jakarta ini tetap tumbuh tinggi ke depannya," ucap dia.

Di sisi lain, kata Sakti, proyek multitahun di DKI Jakarta yang masih berjalan menunjukkan geliat investasi masih bergerak di Ibu Kota. Proyek baru pun dinilai bisa dilirik investor.

"Upaya untuk mengurangi birokrasi, kemudian juga komitmen untuk mengurangi hambatan-hambatan dari investasi di Jakarta ini juga cukup terus berlanjut dan tentunya ini ke depannya akan menjadi salah satu poin bahwa Jakarta bisa lebih prospektif ya ke depannya bagi calon-calon investor yang untuk masuk ke Jakarta," jelas dia.

Pemprov DKI Jakarta Bidik Investasi

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjajaki kerja sama investasi perfilman dengan Goldfinch International Ltd untuk memperkuat ekosistem film Jakarta menuju kota sinema yang kompetitif dan terhubung dengan jejaring industri global.

Penjajakan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Jakarta Experience Board dan Goldfinch International Ltd di Jakarta Pavilion, March du Film disaksikan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno bersama Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI Ahmad Mahendra di Cannes, Prancis, Kamis 14 Mei 2026.

"Saya yakin penjajakan kerja sama ini akan membuka peluang baru untuk pengembangan industri film di Jakarta dan tentunya akan memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Jakarta," ujar Rano dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (16/5/2026) melansir Antara.

Sumber : Liputan6.com