Akhir Pencarian 4 Jasad Turis Italia yang Tewas Saat Menyelam di Gua Bawah Laut Maladewa

20 May 2026, 19:00 WIB
Akhir Pencarian 4 Jasad Turis Italia yang Tewas Saat Menyelam di Gua Bawah Laut Maladewa

Pada Rabu (20/5/2026), tim penyelam elit Finlandia berhasil menemukan dua jasad turis Italia terakhir yang terjebak di gua bawah laut Maladewa, di kedalaman 200 kaki (sekitar 61 meter). Kedua jasad itu teridentifikasi sebagai Giorgia Sommacal (22) dan peneliti Muriel Oddenino (31).

Mereka ditemukan enam hari setelah hilang di Gua Atol Vaavu, pada Kamis, 14 Mei 2026, menurut sumber di Kementerian Luar Negeri Italia kepada Kantor Berita ANSA. Operasi pengangkatan jenazah itu dimulai tepat sebelum pukul 11 pagi waktu setempat. La Repubblica melaporkan, jasad pertama berhasil dinaikkan ke kapal penyelamat dalam waktu satu jam.

Beberapa menit kemudian, jenazah kedua berada di atas kapal pendukung. Tidak diketahui siapa yang ditemukan terlebih dulu, tapi pengangkatan dua jasad itu berarti mengakhiri proses penyelamatan yang memakan satu korban jiwa dari anggota tim penyelamat Maladewa.

Operasi pengangkatan kedua jenazah dilakukan secara estafet. Mengutip NY Post, Rabu (20/5/2026), tim penyelamat melemparkan tali yang terikat pada pelampung ke dalam air. Kemudian, mereka menyelam hingga kedalaman 154 kaki dan mengikatkan sepotong tali ke pintu masuk gua.

Para penyelam kemudian memasuki gua dan mengambil jenazah. Tim angkatan laut Maladewa menunggu di kedalaman 98 kaki, menerima jenazah, dan kemudian menyerahkannya kepada kelompok lain di kedalaman 10 kaki. Mereka memeriksa apakah jenazah telah diamankan dengan benar di dalam kantong sebelum memuatnya ke atas kapal.

Autopsi belum dilakukan pada jenazah, tetapi kemungkinan besar jenazah akan diangkut ke kamar mayat di ibu kota Maladewa, Male.

2 Jasad Turis Italia Ditemukan Sehari Sebelumnya

2 Jasad Turis Italia Ditemukan Sehari Sebelumnya

Sehari sebelumnya, Selasa, 19 Mei 2026, regu penyelam dari Finlandia berhasil menemukan jasad Monica Montefalcone (52), seorang dosen ekologi Universitas Genoa, dan Federico Gualtieri (31), seorang peneliti. Para petugas terlihat melindungi jenazah dari pandangan publik saat dipindahkan dari kapal polisi ke ambulans di Pelabuhan Male.

Para penyelam berpacu dengan waktu di tengah kekhawatiran bahwa jenazah dapat dimakan hiu. Mereka menggunakan sistem teknis canggih, termasuk alat pernapasan tertutup (closed-circuit rebreather), sebuah sistem yang mendaur ulang gas pernapasan yang dihembuskan dan menghilangkan karbon dioksida melalui penyaring kimia, yang memungkinkan "penyelaman yang jauh lebih lama," kata juru bicara Jaringan Peringatan Penyelam Eropa.

Keempat jenazah diidentifikasi di segmen ketiga gua pada Senin, 18 Mei 2026. Sejak itu terungkap bahwa Montefalcone, ibunda Sommacal, mengenakan pakaian selam yang lebih cocok untuk penyelaman rekreasi, bukan untuk ekspedisi laut dalam, sumber-sumber Maladewa mengatakan kepada La Repubblica.

5 Turis Italia Menghilang Usai Sejam Menyelam

5 Turis Italia Menghilang Usai Sejam Menyelam

Sumber itu menduga Montefalcone kemungkinan memutuskan mengenakan pakaian selam yang lebih pendek mengingat suhu air yang hangat di perairan Maladewa. Sementara, jenazah instruktur selam Gianluca Benedetti (44) lebih dulu ditemukan pada Kamis, 14 Mei 2026, di dekat pintu masuk gua.

Kelima orang tersebut termasuk di antara 25 turis Italia yang berada di atas kapal Duke of York sebelum mereka menghilang selama ekspedisi. Penyelaman, yang berlangsung di dekat Pulau Alimathaa, dimulai pukul 11 pagi Kamis pekan lalu dan kekhawatiran meningkat ketika para penyelam gagal kembali satu jam kemudian.

Hal itu memicu berbagai teori tentang apa yang mungkin menyebabkan hilangnya mereka dan kematian selanjutnya. Ahli paru-paru Claudio Micheletto menyarankan bahwa keracunan oksigen, dengan penyelam menghirup konsentrasi oksigen yang terlalu tinggi sehingga menjadi fatal, mungkin merupakan faktor penyebab.

"Kematian akibat keracunan oksigen, atau hiperoksia, adalah salah satu kematian paling dramatis yang dapat terjadi selama penyelaman --- akhir yang mengerikan," kata ahli tersebut kepada media Italia Adnkronos.

Operator Kapal Mengaku Tak Tahu

Operator Kapal Mengaku Tak Tahu

Alfonso Bolognini, Presiden Masyarakat Kedokteran Bawah Air dan Hiperbarik Italia, berspekulasi tentang bagaimana kondisi di bawah air dapat menyebabkan kepanikan dan menyebabkan kesalahan fatal.

"Di dalam gua pada kedalaman 50 meter, yang dibutuhkan hanyalah masalah bagi seorang penyelam atau serangan panik bagi seorang penyelam," katanya kepada media tersebut.

Para penyelam menyelam melebihi batas kedalaman penyelaman rekreasi, yaitu 98 kaki (sekitar 30 meter) di bawah laut. Operator tur yang mengelola perjalanan tersebut dilaporkan tidak menyadari bahwa kelima penyelam tersebut menyelam hingga kedalaman tersebut.

Mereka 'tidak akan pernah mengizinkannya', kata Orietta Stella, perwakilan Albatros Top Boat. Operator Duke of York mengatakan bahwa para turis telah diberitahu tentang aturan penyelaman rekreasi.

Sumber : Liputan6.com