Google dan Meta Benahi Keluhan Lama Instagram di Android 17, Apa yang Berubah?

14 May 2026, 18:08 WIB
Google dan Meta Benahi Keluhan Lama Instagram di Android 17, Apa yang Berubah?

Google dan Meta mengumumkan kolaborasi dengan target memperbaiki pengalaman pengguna Instagram di Android lewat update Android 17 mendatang.

Kabar ini diungkap Google dalam acara Android Show: I/O Edition 2026, di mana raksasa mesin pencari ini menyebut Android 17 akan membawa sejumlah fitur baru untuk kreator.

Salah satunya adalah tentang pengalaman Instagram lebih optimal, tools editing berbasis AI, dan dukungan aplikasi kreatif untuk perangkat Android.

Langkah ini sekaligus menjawab keluhan lama pengguna tablet dan HP Android. Selama bertahun-tahun, pengguna merasa hasil kamera HP Android yang diambil pakai aplikasi kamera bawaan turun kualitasnya ketika dipakai untuk Stories, Reels, atau unggahan di Instagram.

Di Android 17, Google ingin memperbaiki hal tersebut dari sisi lebih mendasar. Raksasa mesin pencari itu menyebut, tim mereka sudah mengoptimalkan alur dari proses pengambilan gambar hingga konten diunggah ke Instagram.

Google juga mengklaim, nantinya foto dan video yang di upload ke Instagram tetap terlihat tajam. Salah satu peningkatan utama yang akan hadir adalah dukungan Ultra HDR.

Mengutip keterangan Google, Kamis (14/5/2026), fitur ini memungkinkan foto yang diambil tetap memiliki warna lebih hidup dan pencahayaan lebih realitstis, terutama ketika pengguna mengambil gambar dengan HP Android kelas atas.

Selain itu, perusahaan juga akan mengintegrasikan Night Sight ke kamera Instagram. Artinya, pengguna bisa mengambil foto dalam kondisi minim cahaya langsung dari aplikasi IG tanpa harus lebih dulu buka kamera bawaan HP.

Android 17 juga diklaim hadir dengan fitur stabilisasi video bawaan untuk Instagram. Perusahaan merancang fitur ini agar video terlihat lebih stabil saat pengguna merekam sambil jalan, bergerak, atau membuat konten Reels dalam kondisi dinamis.

Dalam pengujian internal memakai Universal Video Quality atau UVQ model, Google mengklaim video yang direkam dan diunggah ke Instagram dari perangkat flagship Android kini mendapat skor sama atau lebih baik dibanding platform pesaing utama.

Bagi kreator, peningkatan ini sangat penting dan menjadi hal paling dinanti. Selama ini, kualitas unggahan di media sosial sering menjadi salah satu alasan sebagian kreator memilih perangkat tertentu untuk membuat konten.

Jika klaim Google terbukti konsisten di penggunaan harian, Android 17 bisa membuat HP flagship Android lebih menarik bagi pengguna Instagram aktif.

Fitur Baru di Instagram Hasil Kolaborasi Google x Meta

Layanan mirip TikTok milik Instagram, Reels, diuji coba di India usai pemblokiran TikTok (Foto: Instagram)

Google dan Meta juga menyiapkan sejumlah fitur baru untuk aplikasi Instagram Edits di Android, yakni Smart Enhance dan Sound Separation. Smart Enhance merupakan fitur berbasis AI, di mana pengguna bisa meningkatkan kualitas foto dan video hanya dengan satu tap.

Sedangkan Sound Separation, fitur ini disebut mampu mengenali dan memisahkan elemen audio seperti angin, noise, musik, atau suara lain. Dengan fitur ini, kreator bisa mengurangi suara mengganggu tanpa harus mengulang proses rekaman dari awal.

Android 17 juga membawa fitur Screen Reactions. Fitur ini memungkinkan pengguna merekam layar dan kamera depan secara bersamaan untuk membuat video reaksi. Google menyebut fitur tersebut akan hadir lebih dulu di perangkat Pixel pada musim panas ini.

Pembaruan lain yang cukup lama dinantikan adalah Instagram untuk tablet Android. Google menyebut Instagram kini sudah dioptimalkan untuk layar besar, sehingga tampilan aplikasi bisa memanfaatkan ruang layar yang lebih luas. Ini penting bagi pengguna yang ingin mengedit, meninjau, atau mengelola konten di perangkat dengan layar lebih besar.

Walau begitu, hasil kolaborasi Google dan Meta ini baru bisa terlihat secara langsung ketika Android 17 meluncur resmi secara global. Karena, kualitas unggahan di Instagram ini tidak hanya tergantung pada sistem operasi semata.

Akan tetapi, juga dipengaruhi dengan dukungan perangkat, aplikasi, koneksi internet, dan cara masing-masing produsen implementasi fitur kamera di HP buatan mereka.

Google Siapkan Gemini Intelligence, Apa Itu?

Google Siapkan Gemini Intelligence, OS Android Makin Mirip Asisten Pribadi? (Doc: Google)

Google resmi memperkenalkan Gemini Intelligence, beragam fitur kecerdasan buatan (AI) baru yang akan tersedia di sejumlah perangkat Android mulai dari tahun ini.

Diungkap dalam acara Google I/O 2026 di Mountain View, California, Amerika Serikat, raksasa mesin pencari tersebut menyiapkan fitur ini agar Gemini bekerja lebih proaktif, termasuk menjalankan tugas yang biasanya memakan waktu pengguna.

Perusahaan menjelaskan, Gemini Intelligence ini akan lebih dulu tersedia untuk HP Galaxy S26 series dan lini Pixel 10 dengan jadwal peluncuran pada musim panas tahun ini.

Tak hanya itu, raksasa mesin pencari tersebut juga sudah menyiapkan perluasan fitur baru Gemini ini untuk perangkat HP dan tablet Android lainnya, termasuk smartwatch, mobil, kacamata, dan laptop pada akhir tahun 2026.

Gemini Intelligence memiliki fitur menarik, salah satu contohnya adalah kemampuan AI tersebut dapat membaca daftar belanja yang muncul di layar, lalu memasukkannya ke dalam keranjang belanja di aplikasi pengiriman.

Daya tarik utama Gemini Intelligence ada pada kemampuan AI tersebut menjalankan multi-step task. Artinya, Gemini kini bisa membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan yang butuk beberapa langkah di beberapa aplikasi atau layanan.

Misalnya, saat pengguna melihat brosur perjalanan. Pengguna bisa meminta Gemini untuk mencari tur serupa di Expedia untuk enam orang, lalu memproses tugas itu di latar belakang, dan menampilkan notifikasi bila sudah selesai.

Model seperti ini membuat Android bergerak ke arah AI agent. Pengguna tidak perlu lagi membuka banyak aplikasi, menyalin informasi, lalu mengisi data satu per satu.

Namun, Google tetap menempatkan konfirmasi pengguna sebagai tahap akhir. Gemini tidak langsung menyelesaikan transaksi tanpa persetujuan.

Gemini di Chrome Android

Mulai akhir Juni tahun ini, Chrome di Android akan mendapatkan integrasi Gemini lebih dalam. Fitur ini memungkinkan pengguna meriset, merangkum, dan membandingkan konten dari web dengan lebih cepat.

Tak hanya itu, perusahaan juga menyiapkan fitur Auto Browse. Dengan fitur baru ini, Gemini dapat membantu pengguna melakukan hal tertentu di web, seperti membuat janji temu atau memesan tempat parkir.

Autofill Makin Pintar dengan Personal Intelligence

Gemini Intelligence juga masuk ke Autofill with Google. Dengan dukungan Personal Intelligence, Autofill dapat mengisi lebih banyak kolom kecil di berbagai aplikasi, termasuk Chrome.

Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna saat menghadapi formulir panjang atau detail kecil yang sering berulang. Google menyebut koneksi Gemini ke Autofill bersifat opt-in. Artinya, pengguna perlu mengaktifkannya terlebih dahulu.

Pendekatan opt-in ini penting karena Autofill menyentuh data pribadi. Dengan begitu, pengguna tetap memiliki kendali sebelum Gemini digunakan untuk membantu mengisi informasi lintas aplikasi.

Rambler di Gboard Rapikan Cara Bicara Jadi Teks

Salah satu fitur yang menarik perhatian adalah Rambler di Gboard. Fitur ini memungkinkan pengguna berbicara secara natural, termasuk ketika ada jeda, pengulangan, atau kata seperti "um", "ah", dan "like".

Rambler kemudian akan mengubah ucapan tersebut menjadi teks yang lebih rapi dan mudah dibaca. Fitur ini juga dapat memahami percakapan dengan campuran beberapa bahasa dalam satu kalimat.

Google juga menyebut Rambler akan menampilkan indikator yang jelas saat fitur tersebut aktif. Ini membantu pengguna mengetahui kapan ucapan mereka sedang diproses menjadi teks bersih.

Desain Android Ikut Diperbarui

Google turut menyiapkan bahasa desain baru untuk Gemini Intelligence. Perusahaan menyebut desain ini dibuat agar lebih fungsional, dengan animasi yang bergerak sesuai tujuan dan mengurangi distraksi.

Perubahan visual ini juga penting karena Gemini akan bekerja lebih sering di latar belakang. Pengguna perlu memahami kapan AI sedang memproses tugas dan kapan mereka harus mengambil keputusan.

Sumber : Liputan6.com