JK Kumpulkan Tokoh-Pemuka Agama Poso dan Maluku, Beri Penjelasan Lengkap soal Ceramahnya di UGM
21 April 2026, 11:19 WIB
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) bertemu para tokoh dan pelaku sejarah perundingan Damai Malino I untuk Poso dan Malino Il untuk Maluku (Muslim dan Kristen) di Jakarta. Pada acara tersebut, JK akan menjelaskan soal video ceramahnya di Masjid UGM yang dipotong dan menuai polemik.
Dalam pertemuan itu, hadir sejumlah perwakilan Kementerian Agama. Seperti Sekjen Kementerian Agama Kamarudin Amin yang mewakili Menteri Agama Nasaruddin Umar, Dirjen Bimas Kristen Jeanie Marie dan juga tokoh Muhammadiyah, Prof Din Syamsudin.
"Saya mengundang bapak-bapak, teman-teman dari Ambon dan Poso untuk memberikan pengertian kepada kita semua, berbagi pengalaman. Karena apa yang saya sampaikan itu sebenarnya hanya pendahuluan. Ceramah saya di Gajah Mada itu atas permintaan mereka untuk bicara tentang proses perdamaian. Jalan panjang menuju perdamaian. Topik pembicaraannya," kata JK di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Menurut JK, dirinya sudah memberi pengertian kepada para tokoh agama dan masyarakat agar tak ada keliru maksud atau salah persepsi atas penyampaiannya. Namun tetap saja, ada dari mereka yang belum mengerti sehingga dikhawatirkan bisa menumbulkan konflik di horizontal.
"Mudah-mudahan sebagian besar umumnya sudah paham. Tapi yang saya khawatirkan ya efeknya. Efeknya bagi yang tidak paham, apabila ini tidak berhenti, bisa timbul di daerah-daerah," khawatir JK
"Saya (dengar) di Makassar, ada yang mau buat demo, saya bilang, 'Jangan, jangan, balik, jangan.' Di Medan juga ada, keluarga ini mau bergerak, macam-macamlah. Di Jawa saja saya peringatkan, 'Jangan, jangan, jangan.' Karena takutnya nanti meleset. Satu batu saja beterbangan bisa efeknya keras sekali untuk kita semua," imbuh JK.
JK berharap melalui pertemuan dan silaturahmi ini, ada pengertian melalui para peserta yang hadir untuk bisa meneruskan kepada komunitas dan kerabat agar tidak salah paham perihal ceramah yang disampaikannya. Sebab pada intinya, JK hanya ingin menyampaikan pesan soal perdamaian.
"Maka saya bicara perdamaian. Mungkin Bapak-bapak sudah baca atau sudah ikuti di media. Saya bicara tentang perdamaian di dunia ini," dia menandasi.
Daftar Tokoh dan Pemuka Agama yang Hadir
Berikut daftar tokoh agama dari Poso dan Maluku hadir dalam pertemuan bersama JK hari ini:
Poso :
1. Pdt. Rudolf Metusala - Sinode Gereja Kristen Tentena
2. Pdt. Rinaldi Damanik - Sinode Gereja Kristen Tentena dan Delegasi Kristen dalam Perundingan Malino I
3. Pdt. Jetroson Rense - Ketua Umum Sinode Gereja Kristen Tentena
4. Pdt. Dajaramo Tasiabe - Sekretaris Sinode Gereja Kristen Tentena
5. Ust. Sugianto Kaimuddin - Delegasi Muslim dalam Perundingan Malino I
6. Ust. Muh. Amin
7. Ust. Samsul Lawenga
8. Ust. Mualim Fauzil
Maluku:
1. Pdt. Prof. John Ruhulessin - Mantan Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku & Delegasi Kristen dalam Perundingan Malino II
2. Prof. Hasbullah Toisutta - Mantan Rektor UIN Ambon - Delegasi Muslim dalam Perundingan Malino II
3. Ust. Hadi Basalamah - Delegasi Muslim dalam Perundingan Malino II
JK Dilaporkan Buntut Ceramah di UGM
Seperti diketahui, JK dilaporkan ke polisi karena isi ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) dituding menistakan agama. JK merasa telah difitnah karena potongan video ceramahnya dipotong hanya beberapa detik saja.
"Kami sudah mulai mempelajari berbagai letak permasalahannya. Mudah-mudahan Tuhan Allah akan memaafkan. Para pemfitnah itu... al-fitnatu asyaddu minal qatl. Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Semua memfitnah saya semua," kata JK di kediaman pribadinya, Jalan Brawijaya IV Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
Dia menjelaskan bahwa dirinya diundang oleh UGM untuk mengisi ceramah Ramadhan dengan tema perdamaian. Dalam ceramahnya itu, JK pun mencontohkan beberapa konflik mulai dari, yang terjadi di Eropa, Perang Dunia, Aceh, hingga konflik agama di Ambon-Poso.
"Ada konflik karena ideologi kayak Madiun, ada konflik karena ideologi, ada konflik karena wilayah kayak Tim-Tim, ada konflik karena ekonomi kayak di Aceh. Saya jelaskan satu per satu. Kemudian satu menit saja, eh satu dua menit, bicarakan konflik karena agama. Itulah antara lain Ambon-Poso," tuturnya.
JK juga memutarkan beberapa video yang menunjukkan kekejaman konflik agama yang terjadi di Ambon-Poso. Bahkan, kata dia, ada 7.000 orang yang meninggal dunia dalam tiga tahun konflik itu.
JK yang saat itu menjabat Menteri Kesra memutuskan untuk berangkat ke lokasi untuk meredakan konflik yang terjadi. Dia mengaku mempertaruhkan nyawanya disaat pejabat lain tak ada yang berani ke lokasi konflik.
"Saya damaikan ini, apa saya menista agama? Saya pertaruhkan jiwa saya dengan Hamid (Eks Menkumham) masuk ke daerah yang Anda lihat tadi itu. Masuk ke daerah itu. Tidak ada Presiden, Gus Dur, tidak ada yang bisa," tuturnya.
"Jenderal-jenderal datang tidak bisa mendamaikan itu. Tokoh-tokoh Maluku waktu itu militer itu berapa, dua puluhan? Tidak bisa. Saya datang tanpa pengawal masuk ke daerah itu," sambung JK.