Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan atau Tidak? Pakar Keamanan Pangan IPB Ungkap Faktanya
18 April 2026, 14:00 WIB
Hasil tangkapan ikan sapu-sapu mencapai 6,9 ton di lima wilayah Jakarta pada Jumat, 17 April 2026. Usai ditangkap, ikan sapu-sapu dimusnahkan dengan cara dibelah dan dikubur.
Melihat banyaknya hasil tangkapan ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) di Jakarta banyak masyarakat awam yang bertanya-tanya apakah ikan yang habitat asalnya di Sungai Amazon, Amerika Selatan ini bisa dimakan?
Terkait itu, Guru Besar Bidang Keamanan Pangan IPB University, Profesor Ahmad Sulaeman mengatakan bahwa pada dasarnya ikan sapu-sapu bisa dikonsumsi asal berasal dari perairan tidak tercemar atau dibudidayakan di lingkungan yang bersih.
Namun, bila melihat kondisi di Indonesia yang mana sebagian besar sungai di Indonesia telah terpapar limbah pabrik dan rumah tangga, maka tidak dianjurkan mengonsumsi ikan sapu-sapu.
"Hal ini disebabkan habitat dan kebiasaan hidup dari ikan ini adalah di dasar sungai, rawa, got dan makan lumpur serta sisa organik sehingga ikan ini gampang mengakumulasi racun dari lingkungan hidupnya," kata Ahmad.
Habitat dan kebiasan itu membuat ikan yang berasal dari perairan tercemar memiliki risiko mengandung logam berat seperti merkuri, timbal dan kadmium yang berasal dari limbah pabrik dan limbah rumah tangga.
"Limbah rumah tangga dan industri seperti deterjen, pestisida, mikroplastik," tutur Ahmad menjawab pertanyaan Health Liputan6.com lewat pesan tertulis, Sabtu, 18 April 2026.
Belum lagi, ikan sapu-sapu hasil tangkapan di sungai, selokan dan situ Jakarta kemungkinan mengandung banyak bakteri dan parasit karena hidup di air kotor.
Ibu Hamil dan Anak Jangan Makan Ikan Sapu-Sapu
Melihat kebiasaan dan habitat ikan, Ahmad mengingatkan agar ibu hamil, ibu menyusui dan anak anak tidak makan ikan sapu-sapu."
Sangat berbahaya dan bisa mengganggu perkembangan otak maupun tumbuh kembang anak," tegas Ahmad.
Telanjur Makan Ikan Sapu-Sapu, Apa Dampaknya?
Pada orang yang telanjur makan ikan ini, Ahmad mengatakan dampaknya sangat tergantung dari sumber ikan sapu atau seberapa tercemar ikan sapu-sapu dan seberapa banyak mengonsumsi ikan tersebut.
"Kalau dari sungai yang sangat tercemar dan dalam.jumlah yang cukup banyak atau semisal secara rutin sering mengonsumsinya tentu akan cukup berbahaya terutama kalau kandungan logam beratnya cukup tinggi," tutur Ahmad.
Jika mengonsumsi sekali dan jumlah sedikit sebenarnya tubuh mempunyai kemampuan mendetoksifikasinya. Namun kalau cukup banyak mengonsumsi ikan sapu-sapu bisa menimbulkan efek akut dan kronis.
"Efek akut yang bisa dirasakan dalam waktu 1-24 jam bisa berupa mual, muntah, diare, sakit perut (gastoenteritis), pusing dan sakit kepala atau atau gatal gatal karena alergi kulit," kata Ahmad.
Efek Kronis Makan Sapu-Sapu Bisa Sampai Kerusakan Ginjal
Efek kronis karena sering mengonsumsi ikan sapu-sapu dari air yang tercemar bisa berupa kerusakan ginjal dan hati, gangguan saraf, gangguan kesuburan dan risiko kanker.
"Ini semua terutama disebabkan kandungan logam beratnya yang terakumulasi dalam tubuh orang yang mengonsumsinya secara rutin," tandas Ahmad.