Dulu Identik Lansia, Kini Kasus Diabetes Banyak Ditemukan di Usia 20-an
18 April 2026, 12:00 WIB
Diabetes tak lagi cuma menyerang usia 50 tahun ke atas maupun lanjut usia (lansia). Kini, anak muda pun sudah ada yang terkena diabetes melitus tipe 2.
"Di zaman dulu, sebagian besar pasien diabetes memang berusia 50 tahun ke atas. Namun sekarang, tren telah berubah drastis," kata Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) Profesor Em Yunir.
Kini sudah banyak usia muda 20 tahunan yang mengalami diabetes. Bahkan anak usia 10--12 tahun sudah mulai ditemukan kasus diabetes tipe 2.
"Risiko memang meningkat seiring bertambahnya usia. Tapi diabetes kini bisa terjadi pada siapa saja," katanya.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini mengatakan bahwa gaya hidup yang tidak sehat menjadi faktor utama peningkatan kasus diabetes.
"Perubahan gaya hidup, pola makan, dan kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor utama peningkatan penyakit itu," ujar Em Yunir dalam temu media bersama Kalbe, Jumat, 17 April 2026.
Bila memang terdiagnosis diabetes maka diabetesi perlu menjalankan terapi pengobatan. Salah satunya dengan mengonsumsi obat secara rutin. Obat bukan untuk menyembuhkan secara instan, melainkan mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil.
Lalu, diabetesi juga perlu mengatur pola makan sesuai kebutuhan kalori (misalnya 1.500 kalori per hari, bukan berlebihan hingga 2.500 kalori), menjaga berat badan ideal serta konsisten menjalani gaya hidup sehat.
"Jika pasien terus mengikuti anjuran medis, kondisi diabetes bisa dikendalikan dengan baik, bahkan berpotensi kembali normal (remisi). Namun jika kembali tidak disiplin, risiko diabetes akan muncul lagi," tambahnya.
Kasus Diabetes di Indonesia
Diabetes masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Jumlah penyandang diabetes pada 2024, mencapai 20,4 juta orang dan menempatkan Indonesia di posisi kelima dunia.
Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan diabetes membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak. Selain itu, tren peningkatan kasus terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini memperkuat urgensi intervensi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Bahkan berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi diabetes berdasarkan pemeriksaan gula darah pada usia lebih dari 15 tahun mencapai 11,7 persen. Yang artinya ada 30 juta penderita diabetes di Indonesia tetapi yang baru terdiagnosis antara 10-15 juta pasien DM.
Peningkatan ini tidak hanya terjadi pada kelompok usia lanjut. Perlahan tapi pasti, diabetes mulai menyerang orang berusia produktif hingga anak-anak. Perubahan gaya hidup menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kondisi ini. Kurangnya aktivitas fisik dan pola makan tidak seimbang dapat memperburuk risiko. Oleh karena itu, edukasi masyarakat menjadi langkah penting dalam pengendalian diabetes.