Sekolah Mada, Jaga Semangat Belajar Anak-anak Pengungsi Palestina Meski di Dalam Tenda Darurat
14 April 2026, 17:05 WIB
Sekolah Mada menjadi salah satu titik di mana anak-anak pengungsi Palestina tetap bisa mengikuti kegiatan belajar-mengajar. Di dalam tenda-tenda darurat, kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza Utara, Sekolah Mada tetap beroperasi sebagai fasilitas pendidikan darurat di tengah konflik Israel dan Hamas yang masih berlangsung di Gaza. Sekolah Mada menjadi ruang untuk melanjutkan proses belajar bagi anak-anak pengungsi Palestina yang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Sekolah Mada merupakan inisiatif untuk memberikan dukungan psikososial dan pendidikan dasar agar anak-anak tidak kehilangan tahun ajaran mereka secara berturut-turut. Untuk diketahui, sejak serangan Israel dimulai pada Oktober 2023, sistem pendidikan di Jalur Gaza telah mengalami kehancuran yang hampir menyeluruh. Berdasarkan laporan dari UNRWA per Februari 2026, hampir 90 persen bangunan sekolah di seluruh Jalur Gaza telah rusak atau hancur. Data dari UNICEF pada November 2025 bahkan mencatat angka yang lebih tinggi, yaitu 97% sekolah mengalami kerusakan dalam berbagai tingkat. Ada lebih dari 658.000 anak usia sekolah kehilangan akses ke pendidikan formal selama lebih dari dua tahun akademik berturut-turut.
Anak-anak pengungsi Palestina mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam tenda di Sekolah Mada, kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza Utara pada 13 April 2026. Sekolah Mada menjadi salah satu titik di mana anak-anak pengungsi Palestina tetap bisa mengikuti kegiatan belajar-mengajar. (Omar AL-QATTAA/AFP)
Di dalam tenda-tenda darurat, kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza Utara, Sekolah Mada tetap beroperasi sebagai fasilitas pendidikan darurat di tengah konflik Israel dan Hamas yang masih berlangsung di Gaza. Tampak dalam foto, anak-anak pengungsi Palestina mengikuti belajar mengajar di dalam tenda di Sekolah Mada, kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza Utara pada 13 April 2026. (Omar AL-QATTAA/AFP)
Sekolah Mada menjadi ruang untuk melanjutkan proses belajar bagi anak-anak pengungsi Palestina yang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Tampak dalam foto, anak-anak pengungsi Palestina mengikuti belajar mengajar di dalam tenda di Sekolah Mada, kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza Utara pada 13 April 2026. (Omar AL-QATTAA/AFP)
Sekolah Mada merupakan inisiatif untuk memberikan dukungan psikososial dan pendidikan dasar agar anak-anak tidak kehilangan tahun ajaran mereka secara berturut-turut. Tampak dalam foto, anak-anak pengungsi Palestina mengikuti belajar mengajar di dalam tenda di Sekolah Mada, kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza Utara pada 13 April 2026. (Omar AL-QATTAA/AFP)
Untuk diketahui, sejak serangan Israel dimulai pada Oktober 2023, sistem pendidikan di Jalur Gaza telah mengalami kehancuran yang hampir menyeluruh. Tampak dalam foto, anak-anak pengungsi Palestina mengikuti belajar mengajar di dalam tenda di Sekolah Mada, kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza Utara pada 13 April 2026. (Omar AL-QATTAA/AFP)
Berdasarkan laporan dari UNRWA per Februari 2026, hampir 90 persen bangunan sekolah di seluruh Jalur Gaza telah rusak atau hancur. Tampak dalam foto, anak-anak pengungsi Palestina mengikuti belajar mengajar di dalam tenda di Sekolah Mada, kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza Utara pada 13 April 2026. (Omar AL-QATTAA/AFP)
Data dari UNICEF pada November 2025 bahkan mencatat angka yang lebih tinggi, yaitu 97% sekolah mengalami kerusakan dalam berbagai tingkat. Tampak dalam foto, anak-anak pengungsi Palestina mengikuti belajar mengajar di dalam tenda di Sekolah Mada, kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza Utara pada 13 April 2026. (Omar AL-QATTAA/AFP)
Ada lebih dari 658.000 anak usia sekolah kehilangan akses ke pendidikan formal selama lebih dari dua tahun akademik berturut-turut. Tampak dalam foto, seorang anak pengungsi Palestina menulis di papan tulis selama pelajaran di dalam tenda di Sekolah Mada, kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza Utara pada 13 April 2026. (Omar AL-QATTAA/AFP)
Sumber : Liputan6.com