Menteri Israel Ini Merasa Seperti Pemilik Kompleks Masjid Al-Aqsa

13 April 2026, 21:21 WIB
Menteri Israel Ini Merasa Seperti Pemilik Kompleks Masjid Al-Aqsa

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir pada Minggu (12/4/2026) menyatakan bahwa dirinya merasa seperti "pemilik" Masjid Al-Aqsa. Pernyataan itu disampaikannya saat melakukan kunjungan ke kompleks suci tersebut dan menuai kontroversi luas.

Dalam sebuah video yang direkam di lokasi dan disebarkan oleh kantornya, Ben-Gvir seperti dikutip dari laporan Middle East Eye mengatakan, "Hari ini, saya merasa seperti pemilik tempat ini."

Ia menambahkan bahwa dirinya terus mendorong Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mengambil langkah lebih jauh terkait kebijakan di kawasan tersebut.

"Saya terus mendorong Perdana Menteri untuk berbuat lebih banyak lagi; kita harus terus meningkatkan upaya kita," ujar Ben-Gvir.

Kunjungan terjadi hanya beberapa hari setelah Israel kembali membuka akses ke Masjid Al-Aqsa bagi jemaah Palestina, menyusul penutupan yang berlangsung lebih dari satu bulan. Penutupan itu membuat warga Palestina tidak dapat memasuki kompleks tersebut, termasuk selama bulan Ramadan, Hari Raya Idulfitri, serta salat Jumat.

Seiring dengan pembukaan kembali, otoritas Israel juga melanjutkan praktik masuknya kelompok ultranasionalis Yahudi ke dalam kompleks Al-Aqsa hampir setiap hari, dengan durasi yang diperpanjang.

Masjid Al-Aqsa, yang terletak di Kota Tua Yerusalem, merupakan salah satu situs paling suci dalam Islam. Pengelolaannya diatur oleh kesepakatan lama yang dikenal sebagai "status quo", yaitu pengaturan internasional yang mengakui karakter Islam dari situs tersebut serta memberikan otoritas kepada otoritas muslim dalam hal akses, ibadah, dan pemeliharaan.

Dalam kesepakatan yang sama, umat Yahudi diizinkan untuk mengunjungi area tersebut, namun tidak diperbolehkan untuk beribadah di dalamnya.

Meski demikian, Israel telah lama dituduh melanggar pengaturan yang berlaku, termasuk dengan mengizinkan aksi masuk dan doa oleh kelompok ultranasionalis Israel tanpa persetujuan pihak Palestina.

Peningkatan frekuensi kunjungan Yahudi menimbulkan kekhawatiran bahwa Israel berpotensi mengubah aturan yang berlaku, seperti dengan mengalokasikan ruang tambahan bagi ibadah Yahudi atau menambah waktu khusus untuk doa mereka.

Meskipun otoritas keagamaan Yahudi Israel secara historis melarang umat Yahudi berdoa di lokasi tersebut---yang diyakini sebagai tempat berdirinya kuil-kuil Yahudi kuno yang telah hancur---kelompok ultranasionalis semakin sering memasuki kompleks dan melakukan ibadah di sana, dengan dukungan dari pejabat seperti Ben-Gvir.

Pemerintah Yordania, yang bertindak sebagai penjaga situs suci tersebut, menyatakan bahwa kunjungan Ben-Gvir merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan status quo. Mereka menyebut tindakan itu sebagai "penodaan terhadap kesucian situs, eskalasi yang dapat dikecam, dan provokasi yang tidak dapat diterima."

Sementara itu, kantor Presiden Palestina menyatakan bahwa tindakan Israel berpotensi semakin mengguncang stabilitas kawasan.

Juru bicara Ben-Gvir menyampaikan bahwa sang menteri tengah mengupayakan peningkatan akses serta izin beribadah bagi pengunjung Yahudi di lokasi tersebut. Menurutnya, Ben-Gvir juga berdoa saat berada di kompleks Al-Aqsa.

Sumber : Liputan6.com