Hoaks April Mop Sempat Hebohkan Publik, Kura-Kura Tertua di Dunia Dipastikan Masih Hidup
04 April 2026, 18:35 WIB
Kabar kematian kura-kura tertua di dunia, Jonathan, dipastikan tidak benar setelah sempat viral dan memicu kebingungan publik di media sosial. Pemerintah setempat menegaskan bahwa hewan berusia 193 tahun itu masih hidup dan dalam kondisi baik.
Isu tersebut bermula dari unggahan yang beredar pada momen April Mop, yang menyebut kura-kura raksasa Seychelles itu telah mati. Informasi tersebut dengan cepat menyebar luas dan mengundang gelombang simpati dari warganet, dikutip dari laman News4jax, Sabtu (4/4/2026).
"Itu adalah tipuan. Saya bisa memastikan dia masih hidup," kata Anne Dillon, kepala komunikasi di wilayah Saint Helena, kepada Associated Press.
Kabar palsu itu salah satunya berasal dari akun di platform X yang mengaku sebagai dokter hewan Joe Hollins. Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa Jonathan telah "bertahan hidup lebih lama dari kekaisaran, perang, dan generasi manusia."
Unggahan itu dengan cepat meraih hampir dua juta tayangan dan dipenuhi ucapan duka. Namun, Hollins kemudian membantah keterlibatannya melalui Facebook, menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki akun di X dan menyebut unggahan tersebut sebagai penipuan.
"Ada tipuan yang beredar, bahkan bukan sekadar lelucon April Mop. Pelaku juga meminta donasi kripto. Ini penipuan," ujarnya.
Jonathan Dinobatkan sebagai Hewan Darat Tertua yang Masih Hidup
Guinness World Records mencatat Jonathan sebagai hewan darat tertua yang masih hidup sekaligus kura-kura tertua yang pernah ada. Ia diperkirakan telah berusia sekitar 50 tahun ketika dibawa ke Saint Helena pada 1882.
Untuk meredam spekulasi, pemerintah setempat merilis foto terbaru Jonathan yang diambil pada Kamis, memperlihatkannya berjalan santai di halaman kediaman gubernur.
Pulau Saint Helena sendiri dikenal sebagai lokasi pengasingan Napoleon Bonaparte setelah kekalahannya dalam Pertempuran Waterloo pada 1815. Ia meninggal dunia di pulau tersebut pada 1821---sekitar satu dekade sebelum Jonathan diyakini lahir.
Klarifikasi ini sekaligus menjadi pengingat akan maraknya disinformasi di media sosial, terutama pada momen-momen tertentu seperti April Mop.