Pemprov DKI Gelar Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng Jakpus Pekan Depan
03 April 2026, 15:30 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menyelenggarakan kegiatan Lebaran Betawi di tahun 2026. Kegiatan akan dilaksanakan mulai 10-12 April 2026 di Lapangan Banteng, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat (Jakpus).
Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi wadah akbar halalbihalal usai Hari Raya Idulfitri 1447 H.
"Meski ada beberapa pengurangan akibat dunia saat ini tengah dalam keprihatinan dan efisiensi anggaran, Lebaran Betawi tetap akan kita gelar secara khidmat tanpa mengurangi subtansi dan semangat silaturahmi untuk memperkuat persatuan," ujar Ali dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).
Menurut Ali, kegiatan Lebaran Betawi ini merupakan agenda budaya dan tradisi kaum Betawi usai perayaan Idulfitri dan sudah terselenggara selama 18 tahub. Karena itu, momentum ini juga menjadi ajang strategis konsilidasi selain halalbihalal, khususnya bagi kaum Betawi yang tidak boleh luput.
"Selain sesuai dengan arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kegiatan Lebaran Betawi 2026 digelar di Lapangan Banteng juga mempertimbangkan aspek historis lokasi. Dinilainya, Lapangan Banteng merupakan salah satu ikon landmark dan historis perkembangan Jakarta," terangnya.
Akan Ada Aksi Sosial
Ali menjelaskan, kegiatan ini rencananya juga akan diisi aksi sosial dalam bentuk santunan. Dalam kesempatan ini, Ia juga mengundang masyarakat luas agar bisa meluangkan waktu untuk menghadiri event budaya tahunan tersebut.
"Apalagi kegiatan dilaksanakan di Lapangan Banteng yang memiliki historis. Kami berharap masyarakat bisa hadir meramaikan," tandas Ali.
Sebelumnya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi DKI Jakarta mencatat jumlah pendatang Jakarta pascalebaran cenderung turun sejak tahun 2024.
Data hingga 1 April 2026 menunjukkan jumlah pendatang baru yang masuk ke DKI Jakarta sebanyak 1.776 orang, dengan komposisi 891 laki-laki (50,17 persen) dan 885 perempuan (49,83 persen).
Mayoritas pendatang berada pada usia produktif (15-64 tahun) sebesar 79,34 persen, yang menunjukkan dominasi penduduk usia kerja dalam arus urbanisasi usai Lebaran.
"Urbanisasi di Jakarta, terutama pendatang baru pascalebaran, dua tahun terakhir ini, justru penurunannya lumayan," kata Kepala Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto dilansir Antara, Jumat (3/4/2026).
Data Pendatang Jakarta Pascalebaran dalam 3 Tahun Terakhir, Trennya Turun atau Naik?
Jumlah pendatang pada tahun 2024 turun sekitar 37,47 persen dari tahun 2023, sedangkan di tahun 2005 dibandingkan dengan tahun 2024, terjadi penurunan 0,97 persen.
"Ini menandakan pola urbanisasi di DKI Jakarta, khususnya pendatang pada saat pascalebaran terjadi perubahan. Kalau sebelum tahun 2022, orang datang ke Jakarta biasanya sudah nekat," ucap Denny.
Ia menambahkan bahwa dalam dua tahun terakhir, pendatang sudah mempertimbangkan sejumlah persiapan termasuk keterampilan kerja dan tempat tinggal selama di Ibu Kota.
Sejalan dengan imbauan Gubernur, Jakarta adalah kota global yang terbuka, inklusif, terbuka bagi para pendatang, asalkan memiliki keterampilan dan persiapan.
Pemprov DKI Jakarta mengingatkan bahwa penduduk pendatang, baik yang bersifat permanen maupun nonpermanen, tetap wajib tercatat dalam administrasi kependudukan.
Lalu, untuk memastikan tertib administrasi kependudukan di wilayah DKI Jakarta, Pemprov DKI melakukan sosialisasi serta layanan jemput bola pendataan pendatang baru usai Lebaran 2026.
Pendataan dilakukan yang dijadwalkan pada 1-30 April 2026 di seluruh Kota Administrasi dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta.