Sampah Menggunung hingga 4 Meter di TPS Rawadas Jaktim, Pemprov DKI Targetkan Bersih dalam 2 Hari

02 April 2026, 11:25 WIB
Sampah Menggunung hingga 4 Meter di TPS Rawadas Jaktim, Pemprov DKI Targetkan Bersih dalam 2 Hari

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan tumpukan sampah setinggi 3-4 meter dengan panjang sekitar 100 meter yang menggunung di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Rawadas, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim) terangkut dalam dua hari ke depan.

Kondisi sampah yang mengganggu akses jalan serta mobilitas warga menuju TPU Pondok Kopi tersebut terjadi menyusul gangguan pengolahan sampah di tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Bantargebang akibat longsor.

"Terkait TPS Rawadas, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menjanjikan bahwa penanganan akan tuntas dalam 2 hari ke depan melalui pengoptimalan pengangkutan secara berkala dan koordinasi terpadu dengan Wali Kota Administrasi Jakarta Timur," ujar Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Ketua Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim dalam keterangannya, dikutip Kamis (2/4/2026).

Dia menyampaikan, Jakarta setiap hari menghasilkan sekitar 7.500-8.000 ton sampah. Menurut Chico, penumpukan sampah usai Lebaran ini dipicu oleh longsor di Zona 4A TPST Bantargebang pada 8 Maret 2026 yang menghambat pengolahan selama sekitar 10 hari.

"Pemprov DKI telah dan terus mengerahkan segala daya untuk mempercepat penanganan di lapangan," ucap dia.

Langkah Percepatan Penanganan Sampah

Langkah Percepatan Penanganan Sampah

Menurut Chico berbagai langkah percepatan penanganan sampah yang menumpuk yang tengah dilakukan di antaranya penambahan armada truk pengangkut sampah, terutama di titik prioritas seperti Pasar Induk Kramat Jati dan TPS Rawadas.

"Selain itu, pengiriman sampah sementara dialihkan ke zona lain di Bantargebang," ucap dia.

Selain itu, lanjut Chico, optimalisasi fasilitas pengolahan sampah alternatif juga dilakukan melalui Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, guna mengurangi beban penumpukan.

Di sisi lain, kata dia, koordinasi antar-SKPD ditingkatkan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta sebagai leading sector dalam penanganan di lapangan.

"Kami mengerahkan segala upaya maksimal untuk mempercepat penanganan penumpukan sampah dan mencegah terulangnya masalah serupa, termasuk di TPS Rawadas dan titik-titik lain," papar Chico.

Selain penanganan jangka pendek, Pemprov DKI juga tengah memfinalisasi regulasi pemilahan sampah rumah tangga dan pelaku usaha menjadi empat kategori, yakni organik, anorganik, limbah B3, dan residu.

Chico berujar bahwa langkah ini akan didukung dengan percepatan infrastruktur pengolahan, termasuk optimalisasi RDF Rorotan serta rencana pembangunan tiga Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Bantargebang, Rorotan/Tanjung, dan Sunter.

20 Truk Swasta Dikerahkan Angkut Tumpukan Sampah di TPS Pasar Induk Kramat Jati

20 Truk Swasta Dikerahkan Angkut Tumpukan Sampah di TPS Pasar Induk Kramat Jati

Sebelumnya, sebanyak 20 unit truk dari pihak swasta disiapkan untuk mempercepat proses pengangkutan sampah yang selama ini menggunung di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim).

"Sebanyak 20 truk dari pihak swasta disiapkan untuk mempercepat proses pengangkutan sampah yang selama ini menggunung di kawasan tersebut," ujar Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati Dwi Firmansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, melansir Antara, Rabu 1 April 2026.

Dia menyebut, keterlibatan pihak swasta merupakan bagian dari upaya optimalisasi pengelolaan sampah sesuai regulasi yang berlaku.

"Ke depan pengangkutan di Pasar Induk Kramat Jati akan dilakukan melalui swastanisasi, bekerja sama dengan pihak ketiga yang berizin," ucap Dwi.

Menurut dia, sebanyak 20 unit truk dari pihak swasta akan dikerahkan secara bertahap untuk menangani volume sampah yang tinggi di pasar tersebut.

"Penambahan armada ini diharapkan mampu mempercepat proses pembersihan dan mencegah kembali terjadinya penumpukan," kata Dwi.

Saat ini, lanjut Dwi, proses pengangkutan masih dilakukan secara kombinasi. Sebanyak lima unit truk masih dikerahkan untuk membantu penanganan awal sambil menunggu kesiapan penuh armada swasta.

"Untuk sementara masih ada lima unit yang membantu pengangkutan. Nanti akan dilepas setelah pihak swasta siap mengambil alih sepenuhnya," terang dia.

Selain meningkatkan kapasitas angkut, menurut Dwi, langkah ini juga diharapkan membuat sistem pengelolaan sampah menjadi lebih cepat, terjadwal, dan efisien.

"Sehingga permasalahan sampah yang sempat mengganggu aktivitas perdagangan di Pasar Induk Kramat Jati dapat selesai," kata dia.

Dwi pun optimistis, dengan tambahan armada yang signifikan dari pihak swasta, persoalan tumpukan sampah yang sebelumnya menggunung dapat segera teratasi.

Infografis Cara hingga Titik Buang Sampah Besar Gratis Pemprov DKI Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)
Sumber : Liputan6.com