Data Pemprov DKI: Jumlah Pendatang Baru ke Jakarta Capai 1.000 Jiwa per Akhir Maret
01 April 2026, 13:38 WIB
Kepala Dinas Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta Denny Wahyu Haryanto mengatakan jumlah pendatang baru di Jakarta sejak 25 hingga 30 Maret 2026 telah mencapai 1.000 jiwa.
"Kalau melihat perkembangan hasil Pelayanan Adminduk dari tanggal 25 Maret sampai dengan 30 Maret 2026, sudah mencapai 1.000 Jiwa pendatang baru pascalibur Lebaran 2026," kata Denny di Jakarta dilansir Antara, Rabu (1/4/2026).
Menurut dia, tahun ini, jumlah pendatang ke Jakarta diprediksi mengalami penurunan, dan tren penurunan jumlah pendatang itu sudah terjadi selama tiga tahun terakhir.
Dia menilai penurunan jumlah pendatang ke Jakarta terjadi karena tiga faktor. Pertama, mulai meratanya pertumbuhan ekonomi di daerah.
Saat ini, sejumlah wilayah telah memiliki sentra industri yang mampu menyerap tenaga kerja, sehingga masyarakat tidak lagi harus datang ke Jakarta untuk mencari pekerjaan.
Faktor kedua yaitu perubahan pola pikir masyarakat terhadap Jakarta. Saat Jakarta bertransformasi sebagai ibu kota global, kebutuhan akan kompetensi dan keterampilan semakin tinggi.
Kondisi tersebut dapat membuat calon pendatang menyadari bahwa hidup di Jakarta tidak cukup hanya bermodal nekat, melainkan harus memiliki kemampuan yang memadai agar bisa bertahan.
Kesiapan Tempat Tinggal
Faktor ketiga, yakni kesiapan tempat tinggal. Banyak calon pendatang yang belum mengetahui akan tinggal di mana sesampainya di Jakarta. Karena tidak memiliki kepastian tempat tinggal, maka banyak warga daerah memilih untuk menunda kedatangannya ke Jakarta.
Kendati demikian, Denny mengatakan data tersebut masih menunggu perkembangan hingga akhir April 2026.
Dia menjelaskan mulai 1 hingga 29 April 1016, jajaran Dukcapil, baik Suku Dinas Kota atau Kabupaten, Sektor Dukcapil Kecamatan maupun Satuan Pelaksana Dukcapil Kelurahan akan melaksanakan Kegiatan Jemput Bola Pelayanan Adminduk di beberapa RW, bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan serta pengurus RT/RW setempat.