Arus Kendaraan Padat, Contraflow Diberlakukan di Tol Jakarta--Cikampek KM 55--47
05 April 2026, 18:05 WIB
Pihak kepolisian didukung oleh PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow dari KM 55 sampai dengan KM 47 arah Jakarta pada Ruas Jalan Tol Jakarta--Cikampek akibat padatnya kendaraan saat libur paskah.
Adapun contraflowsudah diberlakukan sejak pukul 16.36 WIB yang diharapkan mengurai kepadatan dan menjaga kelancaran arus lalu lintas yang menuju wilayah Jakarta.
"JTT bersama Kepolisian terus memantau kondisi lalu lintas secara real-time dan mengambil langkah antisipatif guna memastikan arus kendaraan tetap bergerak dengan lancar, aman, dan terkendali," kata Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo dalam keterangannya, Minggu (5/4/2026).
Pihak Jasamarga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk mengatur waktu perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol.
"Pengguna jalan juga diharapkan untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan," jelas Ria.
Data Kendaraan yang Meninggalkan Jabotabek
Diketahui, Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan A. Purwantono menyampaikan, volume lalu lintas kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada periode H-1 s.d H+1 libur Wafat Yesus Kristus dan Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah) atau pada periode Kamis-Sabtu, 2-4 April 2026 mencapai 516.654 kendaraan.
Data tersebut disebutnya naik 9,69% jika dibandingkan lalin normal (471.025 kendaraan).
Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) melalui empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikupa (arah Merak), GT Ciawi (arah Puncak), GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa) dan GT Kalihurip Utama (arah Bandung).
Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jabotabek menuju ketiga arah yaitu mayoritas sebanyak 238.476 kendaraan atau sebesar 46,2% kendaraan menuju arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 145.153 kendaraan atau sebesar 28,1% kendaraan menuju arah Barat (Merak), dan 133.025 kendaraan atau sebesar 25,7% kendaraan menuju arah Selatan (Puncak).