Bursa Saham Eropa Merosot Usai Trump Memperpanjang Jeda Serangan ke Iran

28 March 2026, 09:28 WIB
Bursa Saham Eropa Merosot Usai Trump Memperpanjang Jeda Serangan ke Iran

Aksi jual di bursa saham Eropa berlanjut pada Jumat, 27 Maret 2025. Hal ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperpanjang penangguhan serangan terhadap infrastruktur energi Iran.

Mengutip CNBC, Sabtu (28/3/2026), indeks Stoxx-pan Eropa merosot 0,9%. Hampir semua sektor saham tertekan. Indeks FTSE 100 ditutup sedikit di bawah garis datar. Indeks CAC 40 Prancis melemah 0,9% dan indeks DAX Jerman melemah 1,35.

Bursa saham Eropa melanjutkan koreksi dari sesi sebelumnya, setelah ditutup turun pada Kamis pekan ini. Hal ini karena investor kesulitan untuk memahami pesan yang beragam mengenai status pembicaraan perdamaian Timur Tengah.

Pada Kamis pekan ini, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuturkan akan memperpanjang penangguhan serangan terhadap fasilitas energi Iran selama 10 hari hingga 6 April untuk memberikan lebih banyak waktu negosiasi.

"Sesuai permintaan Pemerintah Iran, mohon biarkan pernyataan ini berfungsi untuk menyatakan bahwa saya menangguhkan periode penghancuran Pembangkit Energi," kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.

"Pembicaraan sedang berlangsung dan, terlepas dari pernyataan keliru yang bertentangan dari Media Berita Palsu, dan pihak lain, pembicaraan berjalan dengan sangat baik. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!"

Presiden juga mengklaim Iran telah mengizinkan 10 kapal tanker minyak untuk melewati selat tersebut minggu ini sebagai "hadiah" untuk AS, meskipun Teheran belum berkomentar secara terbuka mengenai masalah ini.

Selain itu, di Eropa, pertemuan para menteri luar negeri G7 di Prancis memasuki hari kedua pada hari Jumat. Perang di Iran dan Ukraina akan menjadi agenda utama, sementara Afrika Selatan, yang seharusnya hadir sebagai negara pengamat, mengatakan Prancis menarik undangan G7-nya setelah AS mengancam akan memboikot.

Aksi Korporasi

Aksi Korporasi

Selain Eropa, bursa saham Asia juga tertekan pada Jumat pekan ini. Demikian juga saham Amerika Serikat ikut turun.

Dari aksi korporasi, produsen minuman Pernod Ricard dan Brown-Forman, yang memiliki merek wiski Jack Daniel's, dilaporkan telah memulai diskusi merger, di tengah penurunan berkepanjangan untuk industri alkohol.

Kedua perusahaan mengumumkan pernyataan yang mengkonfirmasi pembicaraan tersebut, dalam langkah yang akan menggabungkan produsen minuman keras terbesar kedua di dunia dengan produsen wiski Amerika terbesar. Saham Pernod mengakhiri sesi dengan kenaikan 8%.

Sementara itu, AstraZeneca ditutup naik 3% setelah mengungkapkan bahwa obat eksperimentalnya untuk penyakit paru-paru mencapai targetnya dalam dua uji klinis tahap akhir.

Wall Street Tertekan

Wall Street Tertekan

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street anjlok pada perdagangan Jumat, 27 Maret 2026. Indeks Dow Jones jatuh ke wilayah koreksi dan turun 1,73%. Di sisi lain, harga minyak Brent tembus USD 110 setelah insiden di Selat Hormuz memperburuk kekhawatiran investor tentang pasokan energi dan komentar terbaru Presiden AS Donald Trump gagal mendorong pelaku pasar untuk membeli saham.

Mengutip CNBC, Sabtu (28/3/2026), indeks Dow Jones merosot 793,47 poin atau 1,73% menjadi USD 45.166,64. Indeks S&P 500 tergelincir 1,67% dan ditutup ke level terendah dalam tujuh bulan di 6.368,85. Indeks Nasdaq terperosok 2,15% ke posisi 20.948,36.

Indeks pasar yang lebih luas mencatat penurunan mingguan kelima berturut-turut, turun 2,1% dalam periode tersebut. Nasdaq yang didominasi saham teknologi merosot 3,2% sepanjang minggu ini, sementara Dow yang didominasi saham unggulan mundur 0,9% untuk minggu ini.

Penurunan pada Jumat terjadi sehari setelah Nasdaq jatuh ke dalam koreksi, kini hampir 13% di bawah rekornya yang ditetapkan pada Oktober. Dow jatuh ke wilayah koreksi pada Jumat secara intraday dan mengakhiri sesi turun 10% dari penutupan tertingginya. S&P 500 turun 8,7% dari rekor penutupannya.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent internasional naik 4,22% menjadi USD 112,57 per barel. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 5,46% menjadi USD 99,64 per barel. Ini adalah penutupan tertinggi sejak Juli 2022 untuk kedua patokan tersebut.

Sumber : Liputan6.com