Puasa Qadha di Bulan Syawal, Panduan Lengkap Niat dan Tata Cara

30 March 2026, 11:05 WIB
Puasa Qadha di Bulan Syawal, Panduan Lengkap Niat dan Tata Cara

Puasa qadha di bulan Syawal menjadi prioritas utama bagi setiap Muslim yang memiliki utang puasa Ramadhan sebelum menunaikan ibadah sunnah lainnya. Melansir dari Kementerian Agama Republik Indonesia, mendahulukan kewajiban qadha adalah langkah yang lebih utama secara syariat dibandingkan mengejar keutamaan sunnah Syawal. Hal ini dikarenakan status hukum qadha adalah wajib (fardhu), sementara puasa enam hari di bulan Syawal berstatus sunnah.

Pelaksanaan puasa qadha di bulan Syawal juga didukung oleh pendapat para ulama dalam kitab-kitab fikih klasik seperti Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab karya Imam Nawawi. Dalam literatur tersebut dijelaskan seseorang yang membayar utang puasa wajib di bulan Syawal tetap mendapatkan pahala kebaikan di bulan tersebut, meski terdapat perbedaan pendapat mengenai apakah pahala sunnah enam harinya otomatis didapatkan atau tidak.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Rabu (25/3/2026).

Anjuran Puasa Qadha di Bulan Syawal

Anjuran Puasa Qadha di Bulan Syawal

Melaksanakan puasa qadha di bulan Syawal merupakan bentuk ketaatan dalam menyegerakan penyelesaian kewajiban yang tertunda selama Ramadhan. Dalam kitab Fathul Mu'in karya Syekh Zainuddin al-Malibari, ditekankan bahwa menyegerakan qadha puasa (al-isra' bi al-qadha) hukumnya sunnah jika pembatalan puasa terjadi karena uzur syar'i, namun menjadi wajib segera jika pembatalan dilakukan tanpa alasan yang sah.

Para ulama madzhab Syafi'i berpendapat bahwa meskipun seseorang diperbolehkan menunda qadha hingga bulan Sya'ban tahun berikutnya, melakukannya di bulan Syawal jauh lebih afdal. Hal ini berlandaskan pada prinsip kehati-hatian agar kewajiban tidak terlupakan atau terhalang oleh ajal yang bisa datang kapan saja.

Secara teknis, terdapat diskusi menarik dalam kitab I'anatut Thalibin mengenai penggabungan niat. Sebagian ulama berpendapat bahwa jika seseorang melakukan puasa qadha di bulan Syawal, maka secara otomatis ia juga mendapatkan keutamaan pahala puasa sunnah Syawal, meskipun niat utamanya adalah qadha.

Tata Cara Puasa Qadha di Bulan Syawal

Tata Cara Puasa Qadha di Bulan Syawal

Pelaksanaan ibadah ini harus mengikuti aturan fikih yang sesuai agar sah secara syariat dan diterima oleh Allah SWT. Berikut adalah tata cara lengkap beserta landasan dalilnya:

1. Memastikan Jumlah Utang Puasa

Langkah pertama adalah menghitung dengan cermat jumlah hari yang ditinggalkan selama bulan Ramadhan agar qadha yang dilakukan tepat sasaran. Ketelitian ini penting karena membayar utang wajib harus sesuai dengan jumlah yang ditinggalkan tanpa kurang satu hari pun.

Dalil: "Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 184).

2. Mengucapkan Niat di Malam Hari

Berbeda dengan puasa sunnah, niat untuk puasa qadha di bulan Syawal wajib dilakukan sejak malam hari sebelum terbit fajar (tabyitun niyah). Hal ini merupakan syarat sah puasa wajib dalam panduan kitab Safinatun Najah demi membedakannya dengan puasa sunnah.

Dalil: "Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya." (HR. Ahmad).

3. Makan Sahur Sebelum Fajar

Menyantap hidangan sahur merupakan anjuran Rasulullah yang memberikan keberkahan serta kekuatan fisik untuk menjalankan puasa hingga maghrib. Meskipun hukumnya sunnah, sahur sangat membantu menjaga kestabilan energi terutama saat cuaca sedang panas di bulan Syawal.

Dalil: "Bersahurlah kalian, karena pada sahur itu ada keberkahan." (HR. Bukhari dan Muslim).

4. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan

Sama seperti puasa Ramadhan, seseorang harus menjaga diri dari makan, minum, berhubungan suami istri, serta hal-hal yang membatalkan lainnya sejak fajar hingga matahari terbenam. Kedisiplinan dalam menjaga lisan dan perbuatan juga menjadi kunci agar pahala puasa qadha tidak berkurang.

Dalil: "Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam." (QS. Al-Baqarah: 187).

5. Menyegerakan Berbuka Puasa

Saat waktu maghrib telah tiba, sangat dianjurkan untuk segera membatalkan puasa dengan air putih atau buah kurma sebelum menunaikan shalat maghrib. Menyegerakan berbuka adalah bagian dari sunnah yang membawa kebaikan bagi mereka yang menjalankannya secara tepat waktu.

Dalil: "Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari).

6. Boleh Dilakukan Secara Berurutan atau Terpisah

Dalam pelaksanaannya, qadha puasa tidak wajib dilakukan secara berturut-turut (muwalat), sehingga boleh dicicil sesuai kemampuan selama masih di bulan Syawal. Keleluasaan ini diberikan agar tidak memberatkan bagi orang yang kondisi fisiknya memerlukan jeda istirahat.

Dalil: "Qadha puasa Ramadhan itu jika ia kehendaki boleh dilakukan secara terpisah, dan jika ia kehendaki boleh dilakukan secara berurutan." (HR. Daruquthni).

7. Menuntaskan Sebelum Akhir Syawal (Jika Ingin Mengejar Sunnah)

Bagi yang ingin melanjutkan dengan puasa sunnah enam hari, maka penuntasan qadha di awal bulan sangat disarankan agar target puasa sunnah tetap tercapai. Prioritas tetap pada kewajiban, namun manajemen waktu yang baik memungkinkan seseorang mendapatkan kedua keutamaan tersebut.

Dalil: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh." (HR. Muslim).

Bacaan Niat Puasa Qadha di Bulan Syawal

Bacaan Niat Puasa Qadha di Bulan Syawal

Niat merupakan rukun paling mendasar yang menentukan keabsahan suatu ibadah di dalam hati dan lisan seseorang. Pengucapan niat untuk puasa wajib harus jelas menunjukkan maksud untuk mengganti utang puasa Ramadhan yang telah lalu. Berikut adalah teks lengkap untuk membantu pelaksanaan puasa qadha di bulan Syawal:

Teks Arab:

Teks Latin:

Nawaitu shauma ghadin 'an qadh'i fardhi syahri Ramadhna lillhi ta'l.

Artinya:

"Aku berniat mengqadha puasa fardu bulan Ramadhan esok hari karena Allah ta'ala."

FAQ

Apakah boleh menggabung niat puasa qadha dan puasa Syawal?

Menurut sebagian ulama Syafi'iyah boleh dan mendapatkan kedua pahala, namun lebih utama dilakukan sendiri-sendiri dengan mendahulukan qadha.

Kapan batas akhir waktu niat puasa qadha?

Niat puasa qadha harus dilakukan pada malam hari atau sebelum masuk waktu subuh (fajar shadiq).

Bagaimana jika lupa jumlah utang puasa yang harus diqadha?

Ambillah jumlah maksimal atau jumlah yang paling diyakini untuk memastikan seluruh kewajiban telah tertunaikan dengan sempurna.

Bolehkah membatalkan puasa qadha di tengah jalan?

Tidak boleh membatalkan puasa wajib (qadha) tanpa uzur syar'i seperti sakit mendadak atau safar yang berat.

Apakah puasa qadha harus dilakukan di bulan Syawal?

Tidak wajib di bulan Syawal, namun menyegerakan di bulan ini sangat dianjurkan demi keutamaan dan kepastian ibadah.

Sumber : Liputan6.com