Konsumsi Pertalite hingga Pertamax Naik 15% saat Ramadan hingga Lebaran 2026
31 March 2026, 22:07 WIB
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melaporkan, konsumsi BBM jenis gasoline (bensin) semisal Pertalite dan Pertamax hingga gasoil mengalami peningkatan selama periode Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri pada 12-31 Maret 2026.
Kepala Satgas Ramadan dan Idulfitri Sektor ESDM Erika Retnowati menyampaikan, ketahanan stok BBM jenis gasoline terjaga di atas 20 hari. Cadangan stok lebih besar terjadi untuk BBM jenis gasoil seperti Solar Subsidi di atas 18 hari, dan solar non-subsidi seperti Pertamina Dex hingga lebih dari 40 hari.
"Secara umum, kondisi ketahanan stok BBM dilaporkan aman, baik untuk jenis gasoline, gasoil, kerosin maupun avtur, dengan ketahanan stok berhasil terjaga rata-rata di atas 20 hari," ujar Erika di Kantor Pusat BPH Migas, Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Adapun pada periode Posko, konsumsi harian BBM jenis gasoline melonjak sebesar 15 persen dibandingkan kondisi penyaluran normal. Di sisi lain, konsumsi gasoil turun 18 persen, sementara avtur naik 7,2 persen dibandingkan penyaluran normal.
Penyaluran BBM tertinggi secara nasional pada produk gasoline saat arus mudik terjadi pada 19 Maret 2026, dengan kenaikan mencapai 37 persen dari penyaluran normal. Sedangkan untuk arus balik terjadi pada 25 Maret 2026 dengan kenaikan 20 persen dari penyaluran normal.
Adapun untuk produk avtur yang mendukung aktivitas transportasi udara, peningkatan tertinggi saat arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan kenaikan mencapai 18 persen dari penyaluran normal.
"Sedangkan untuk arus balik terjadi pada tanggal 29 Maret 2026 dengan kenaikan 22 persen dari penyaluran normal," imbuh Erika.
Konsumsi dan Ketahanan Stok LPG
Erika melaporkan, penyaluran rata-rata LPG pada periode Posko Ramadan dan Idulfitri 2026 mencapai 34.206 metrik ton (MT), atau mengalami kenaikan sebesar 6,5 persen dari rata-rata normal.
"Ketahanan stok LPG nasional rata-rata selama periode posko adalah 11,6 hari," kata Erika.
Adapun puncak kenaikan penyaluran terjadi pada 16 Maret 2026 sebesar 33.428 MT, lebih besar 4,1 persen dari rata-rata normal sebesar 32.111 MT.