FIFA Tegaskan Piala Dunia 2026 Tetap Berjalan di Tengah Ketidakpastian Iran, Tolak Permintaan Pindah Venue
20 March 2026, 21:00 WIB
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara tegas menyatakan bahwa gelaran Piala Dunia 2026 akan tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, di tengah dinamika geopolitik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat. Komitmen FIFA untuk memastikan turnamen akbar ini berlangsung dengan partisipasi penuh dari seluruh tim peserta menjadi fokus utama.
Infantino menekankan bahwa FIFA memiliki jadwal yang sudah pasti dan berkeinginan kuat agar Piala Dunia edisi mendatang dapat terlaksana sesuai rencana awal. Pernyataan tersebut muncul menyusul adanya keraguan terkait kehadiran Iran dalam turnamen, khususnya setelah Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) menyuarakan keberatan untuk bertanding di Amerika Serikat. FIFA berharap semua tim dapat berkompetisi dengan semangat fair play dan saling menghormati di lapangan hijau.
Komunikasi intensif terus dilakukan oleh FIFA dengan seluruh asosiasi anggota yang akan berpartisipasi, termasuk Iran, guna membahas segala aspek perencanaan Piala Dunia 2026. Upaya ini menunjukkan dedikasi FIFA dalam menjaga kelancaran persiapan serta mengatasi potensi hambatan yang mungkin muncul demi suksesnya perhelatan akbar sepak bola dunia.
FIFA Tolak Permintaan Pindah Venue dari Iran
Meskipun ada upaya negosiasi, FIFA secara resmi menolak permintaan Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) untuk memindahkan lokasi pertandingan Piala Dunia 2026 dari Amerika Serikat ke Meksiko. Keputusan ini menegaskan bahwa seluruh rangkaian turnamen akan tetap berjalan sesuai jadwal yang telah diumumkan sebelumnya. Penolakan ini menjadi respons atas kekhawatiran Iran mengenai faktor keamanan.
Presiden FFIRI, Mehdi Taj, sebelumnya mengungkapkan bahwa pihaknya tengah bernegosiasi dengan FIFA untuk menggeser pertandingan fase grup. Alasan utama di balik permintaan ini adalah meningkatnya ketegangan geopolitik serta konflik antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Taj bahkan mengutip pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump yang tidak dapat menjamin keamanan tim nasional Iran jika bertanding di Amerika Serikat.
Iran dijadwalkan untuk memainkan dua pertandingan fase grup di Los Angeles, melawan Selandia Baru dan Belgia, serta satu pertandingan di Seattle menghadapi Mesir. Meski ada jaminan awal dari Infantino, pernyataan Trump tersebut telah meningkatkan ketidakpastian seputar logistik partisipasi Iran. Namun, FIFA tetap pada pendiriannya untuk tidak mengubah jadwal dan lokasi yang telah ditetapkan.
Peran FIFA di Tengah Konflik Geopolitik
Gianni Infantino mengakui bahwa FIFA tidak memiliki kapasitas untuk menyelesaikan konflik geopolitik yang terjadi di dunia. Namun, ia menegaskan komitmen FIFA untuk memanfaatkan kekuatan sepak bola dan Piala Dunia sebagai sarana untuk membangun jembatan serta mempromosikan perdamaian global. Sepak bola diharapkan dapat menjadi pemersatu di tengah perbedaan.
Heimo Schirgi, Chief Operating Officer (COO) FIFA, turut menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 adalah turnamen yang terlalu besar untuk ditunda akibat konflik di Timur Tengah. Schirgi menyatakan bahwa FIFA terus memantau perkembangan situasi perang yang melibatkan Iran dari hari ke hari dan akan ada keputusan final pada waktunya. Ia berharap semua tim yang telah lolos dapat berpartisipasi.
FIFA juga menyatakan bahwa pikiran mereka bersama dengan pihak-pihak yang menderita akibat perang yang sedang berlangsung. Sikap ini menunjukkan bahwa meskipun fokus utama adalah penyelenggaraan turnamen, FIFA tetap memiliki empati terhadap situasi kemanusiaan global. Badan sepak bola dunia ini terus bekerja sama dengan mitra pemerintah dan organisasi internasional untuk mengevaluasi perkembangan yang terjadi.
Kesiapan Meksiko dan Preseden Sebelumnya
Di sisi lain, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, telah menyatakan kesiapan negaranya untuk menjadi tuan rumah pertandingan Iran jika memang diperlukan. Sheinbaum menegaskan bahwa Meksiko menjaga hubungan diplomatik yang baik dengan setiap negara di dunia dan akan menunggu keputusan resmi dari FIFA terkait hal ini. Namun, dengan penolakan FIFA, opsi ini kemungkinan besar tidak akan terwujud.
Situasi ini mengingatkan pada kasus Indonesia tiga tahun lalu, ketika statusnya sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 dicabut oleh FIFA. Pencabutan tersebut terjadi setelah pemerintah Indonesia menolak kehadiran Timnas Israel U-20. FIFA kemudian memindahkan penyelenggaraan turnamen ke Argentina, hanya beberapa minggu sebelum pertandingan pertama. Kejadian ini menjadi preseden kuat mengenai ketegasan FIFA dalam menjaga integritas dan kelancaran turnamennya.
Meskipun Iran telah lolos langsung ke Piala Dunia 2026 dan tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru, situasi politik terus menimbulkan ketidakpastian. Kepala federasi sepak bola Iran, Mehdi Taj, bahkan sempat menyebut bahwa sepak bola bukan lagi prioritas utama. Namun, FIFA masih mengharapkan partisipasi penuh dari Iran, dan terus menjalin komunikasi demi kelancaran turnamen.