Serangan AS-Israel di Iran Selatan Tewaskan Sedikitnya 10 Orang
05 April 2026, 19:31 WIB
Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel di Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad di Iran selatan membuat sedikitnya 10 orang tewas dan delapan lainnya luka berat berdasarkan laporan media Iran.
Pada malam hari dari Sabtu hingga Minggu, serangan rudal menghantam daerah Kuh-e Siyah di Kohgiluyeh, menewaskan lima orang dan melukai delapan lainnya, menurut laporan kantor berita Tasnim.
Dalam laporan tersebut, juga menyebutkan, pesawat AS juga terlihat lebih sering terbang di atas provinsi tersebut, mencari pilot dari jet tempur F-15E yang sebelumnya ditembak jatuh.
Dua orang tewas dalam serangan terhadap sebuah kendaraan di kawasan wisata Kakan, dan tiga orang lainnya tewas di dekat permukiman Vezg di provinsi yang sama, menurut laporan stasiun televisi Iran SNN.
Saling Klaim
Seperti dilansir dari Antara, pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
AS dan Israel awalnya mengklaim serangan "pencegahan" mereka diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran.
Tetapi, mereka lantas menegaskan bahwa mereka ingin membuat perubahan kekuasaan di Iran.