Pentagon Ajukan Tambahan Dana Rp3.200 Triliun untuk Perang Iran, Picu Perdebatan di Kongres

20 March 2026, 10:29 WIB
Pentagon Ajukan Tambahan Dana Rp3.200 Triliun untuk Perang Iran, Picu Perdebatan di Kongres

Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon mengajukan permintaan tambahan anggaran sebesar USD 200 miliar atau setara Rp3.200 Triliun untuk mendukung operasi militer melawan Iran. Nilai tersebut diperkirakan akan memicu perdebatan sengit di Kongres Amerika Serikat, yang memiliki kewenangan menyetujui setiap pengeluaran baru.

Permintaan tersebut telah disampaikan ke Gedung Putih, menurut seorang pejabat senior pemerintahan. Namun, Menteri Pertahanan Pete Hegseth tidak secara langsung mengonfirmasi angka tersebut saat ditanya dalam konferensi pers, dikutip dari Japan Today, Jumat (20/3/2026).

"Dibutuhkan uang untuk mengalahkan musuh," ujar Hegseth, seraya menambahkan bahwa pemerintah akan kembali ke Kongres untuk memastikan pendanaan yang memadai.

Jika disetujui, tambahan anggaran ini akan menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, di luar alokasi tambahan yang telah diberikan sebelumnya dalam paket kebijakan fiskal Presiden Donald Trump. Saat ini, utang nasional AS telah melampaui 39 triliun dolar AS.

Meski Kongres telah mengantisipasi adanya permintaan dana baru, belum ada kejelasan apakah proposal tersebut telah resmi diajukan untuk dibahas. Sejumlah anggota parlemen juga menyoroti bahwa perang tersebut belum mendapat otorisasi formal dari Kongres, sementara kekhawatiran terhadap strategi dan cakupan operasi terus meningkat.

Presiden Trump menyatakan bahwa permintaan anggaran tidak semata-mata terkait Iran, melainkan untuk menjaga kesiapan militer di tengah situasi global yang tidak stabil. "Ini harga kecil untuk memastikan militer kita tetap kuat," katanya dari Ruang Oval.

Namun, dukungan politik terhadap proposal ini masih belum pasti. Meski Partai Republik menguasai DPR dan Senat, sebagian anggota konservatif dikenal mendorong disiplin fiskal ketat dan cenderung menolak lonjakan belanja besar.

Anggota DPR dari Partai Republik, Ken Calvert, menyatakan bahwa tambahan anggaran diperlukan, terutama untuk mengisi kembali stok amunisi. "Ini soal keamanan nasional," ujarnya.

Penolakan dari Kongres AS

Penolakan dari Kongres AS

Sebaliknya, anggota DPR dari Partai Demokrat, Betty McCollum, menolak memberikan persetujuan tanpa rincian yang jelas. Ia menilai pemerintah telah membawa AS ke dalam konflik tanpa konsultasi memadai dengan Kongres.

"Saya tidak akan memberikan cek kosong kepada Departemen Pertahanan," tegasnya.

Kritik serupa juga datang dari Rosa DeLauro, yang menyebut angka 200 miliar dolar sebagai "keterlaluan".

Secara keseluruhan, permintaan ini berpotensi meningkatkan anggaran tahunan Pentagon yang saat ini telah melampaui 800 miliar dolar AS. Kantor Anggaran Kongres memperkirakan defisit federal tahun ini mencapai 1,9 triliun dolar AS, belum termasuk kemungkinan tambahan dari paket baru tersebut.

Ketua DPR Mike Johnson menyebut situasi global saat ini sebagai "masa berbahaya" dan menegaskan pentingnya pendanaan pertahanan. Namun, ia mengaku belum melihat rincian lengkap proposal tersebut.

Perdebatan di Kongres diperkirakan akan berlangsung sengit, dengan kemungkinan negosiasi lintas partai untuk mencapai kompromi terkait besaran dan prioritas anggaran, di tengah tekanan antara kebutuhan pertahanan dan program domestik lainnya.

Sumber : Liputan6.com