Anak Kena Campak Saat Lebaran, Wamenkes Dante: Sebaiknya Diisolasi, Jangan Kumpul Keluarga Dulu

17 March 2026, 19:01 WIB
Anak Kena Campak Saat Lebaran, Wamenkes Dante: Sebaiknya Diisolasi, Jangan Kumpul Keluarga Dulu

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengingatkan orangtua yang anaknya terkena campak untuk mengisolasi sang buah hati alias tidak mengajak anak kumpul keluarga saat Lebaran 2026.

"Kalau mereka nanti campak harus dilakukan isolasi. Jangan ikut kumpul-kumpul bersama keluarga di kampung. Kalau perlu pakai masker, sehingga tidak menulari anggota keluarga yang lainnya," kata Dante saat meninjau posko mudik kesehatan di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa, 17 Maret 2026 siang.

Seperti diketahui, campak merupakan penyakit yang amat mudah menular. Bila ada satu orang terkena campak maka bisa menularkan ke 12-18 orang yang kontak dengannya. Penularan campak terjadi melalui droplet atau percikan cairan dari saluran pernapasan ketika pasien yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.

Dante menjelaskan gejala campak bisa dideteksi secara dini karena kasat mata, misalnya muncul bintik-bintik di belakang leher.

"Kalau ada demam atau bintik-bintik, terutama bintik-bintik di belakang dan berkeringat di leher belakang atau ada merah-merah, nah itu pertanda campak," ujar Dante mengutip Antara.

Posko Layanan Kesehatan Ada di Stasiun, Terminal, Pelabuhan dan Bandara

Di kesempatan itu, Dante mengungkapkan selama masa mudik Lebaran 2026 posko layanan kesehatan yang tersedia di stasiun, terminal, pelabuhan, bandara, hingga di rest area. Lokasi pos kesehatan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk perjalanan yang lebih aman dan sehat.

"Diharapkan dengan melakukan kegiatan preventif seperti ini, semoga semua yang melakukan perjalanan selama mudik bisa berjalan dengan lancar," tuturnya.

Di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, berdasarkan temuan CKG, kasus tekanan darah tinggi atau hipertensi paling banyak dialami pemudik.

"Tadi saya lihat di posko kesehatan, terutama kasus yang paling tinggi itu hipertensi, kemudian ada juga yang diabetes, dan ada yang menderita influenza," kata Dante.

Pria yang juga dokter spesialis penyakit dalam konsultan itu mengemukakan mereka yang menderita penyakit tersebut dilakukan CKG dan langsung diobati, serta mendapatkan obat yang berasal dari posko kesehatan di Stasiun Gambir.

"Mudah-mudahan kita berharap semuanya aman dan sampai ke tujuan masing-masing, sambil melakukan pemeriksaan kesehatan dan dilakukan secara gratis. Jadi, kita kombinasikan antara pemeriksaan kesehatan saat mudik dan CKG," katanya.

Sumber : Liputan6.com