Banyak Pemudik Tersesat, Warga Bangun Posko-Posko di Pintu Masuk Semarang
17 March 2026, 21:50 WIB
Jawa Tengah diprediksi menjadi salah satu tujuan utama mudik Lebaran terbanyak di tahun 2026. Data Kementerian Perhubungan menyebut, sebanyak 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen penduduk Indonesia akan melakukan perjalanan mudik pada momen Lebaran 2026.
Prediksi tersebut berdasarkan hasil survei nasional yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub. Dari hasil survei tersebut, tujuan mudik paling banyak diperkirakan mengarah ke Jawa Tengah.
Pergerakan pemudik terbesar diprediksi berasal dari Jawa Barat sebanyak 30,97 juta orang, diikuti DKI Jakarta sebanyak 19,93 juta orang, serta Jawa Timur sebanyak 17,12 juta orang. Sementara dari sisi tujuan perjalanan, arus mudik terbesar diperkirakan menuju Jawa Tengah sebanyak 38,71 juta orang.
Terkait hal itu, Pemkot Semarang menggandeng sejumlah ormas untuk membuka layanan bagi para pemudik yang masuk ke Jateng. Bentuk layanan tersebut mulai dari menjadi penunjuk arah hingga menyediakan sejumlah fasilitas pendukung bagi pemudik yang melintas di kota Semarang.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, saat menghadiri peresmian Posko Mudik Lebaran yang didirikan GP Ansor, KNPI, dan Banser Kota Semarang di kawasan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, mengatakan bahwa posko dibangun sebagai bentuk layanan bagi para pemudik yang melintas di jalur Pantura wilayah barat Kota Semarang.
Agustina menyampaikan apresiasi atas inisiatif para relawan yang menghadirkan layanan bagi pemudik selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran. Pasalnya, banyak pemudik tersesat sehingga perlu diberikan bantuan petunjuk arah.
"Posko mudik menjadi salah satu tempat yang dicari oleh para pemudik. Fasilitas sederhana seperti tempat beristirahat, minuman hangat, atau sekadar tempat singgah sangat berarti bagi mereka yang menempuh perjalanan jauh," kata Agustina.
Posko mudik yang mulai beroperasi pada 16 hingga 21 Maret 2026 ini menyediakan berbagai fasilitas bagi pemudik, di antaranya tempat transit, tenda istirahat, area parkir, serta layanan informasi perjalanan. Para relawan Ansor dan Banser akan berjaga secara bergiliran selama masa operasional posko.
Keterlibatan pemuda juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan posko ini. KNPI Kota Semarang dijadwalkan turut membantu operasional posko melalui keterlibatan pengurus dan relawan pemuda yang bergiliran bertugas bersama Ansor dan Banser.
Kuatnya Semangat Gotong Royong
Agustina menilai kolaborasi lintas organisasi tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat Kota Semarang dalam memberikan pelayanan kepada para pemudik.
Menurutnya, arus mudik tahun ini diperkirakan kembali meningkat. Kota Semarang sebagai simpul jalur Pantura sekaligus gerbang Tol Trans Jawa menjadikan wilayah ini dilintasi jutaan kendaraan setiap musim mudik.
"Banyak pemudik yang singgah di Kota Semarang, baik untuk beristirahat maupun sekadar mencari informasi perjalanan. Karena itu posko mudik seperti ini memiliki peran penting untuk membantu mereka," ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Semarang terus memastikan kesiapan berbagai aspek menjelang Lebaran, mulai dari kondisi infrastruktur jalan, layanan transportasi, hingga fasilitas pendukung bagi pemudik.
Namun Agustina menegaskan bahwa keberhasilan menghadapi arus mudik tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. "Peran masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan relawan sangat penting. Kehadiran Ansor, Banser, dan teman-teman KNPI dalam posko mudik ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih sangat kuat di Kota Semarang," katanya.
Selain menjadi tempat singgah bagi pemudik, posko ini juga diharapkan menjadi ruang pelayanan kemanusiaan yang menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalan.
Agustina berharap keberadaan posko mudik yang dikelola bersama oleh Ansor, Banser, dan KNPI dapat memberikan pengalaman positif bagi para pemudik yang melintas di Kota Semarang.
"Ketika para pemudik melihat ada relawan yang menyambut dengan ramah dan membantu perjalanan mereka, maka mereka akan merasakan keramahan Kota Semarang. Hal-hal sederhana seperti inilah yang membuat kota ini selalu dirindukan untuk dikunjungi kembali," tuturnya.