Mudik Lebaran 2026 Dimulai, KLH Kembali Ajak Pemudik Pilah Sampah Milik Sendiri

15 March 2026, 15:00 WIB
Mudik Lebaran 2026 Dimulai, KLH Kembali Ajak Pemudik Pilah Sampah Milik Sendiri

Mudik lebaran 2026 akhirnya dimulai. Berjalan lebih cepat karena dipengaruhi kebijakan work from anywhere (WFA), pemudik mulai pulang kampung ke tempat masing-masing. Dari perspektif Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), pergerakan manusia dalam jumlah masif di satu waktu merupakan waktu peningkatan jumlah sampah.

"Tentunya dari kami dari KLH, kami fokus dengan pengelolaan sampahnya. Kita dengar akan ada peningkatan pemudik sekitar 20 persen di Stasiun Tegal sendiri dan bisa lebih. Artinya, sampah yang ditimbulkan akan naik. Jadi, kami harap dari para pemudik dan pengelola transportasi untuk menjaga fasilitas umum agar tetap bersih dari sampah," kata Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono, dikutip dari siaran pers KLH, Minggu (15/3/2026).

Diaz memantau fasilitas pengelolaan sampah di sejumlah simpul transportasi, antara lain Terminal Klari Karawang, Stasiun Cirebon, Stasiun Tegal, dan Stasiun Semarang Tawang. Ia mengapresiasi sejumlah pengelola kawasan yang telah menyediakan fasilitas pengelolaan sampah yang baik, termasuk tempat sampah terpilah serta penyediaan dispenser air minum gratis bagi penumpang, seperti di Stasiun Cirebon dan Stasiun Tegal.

"Kami apresiasi sudah ada tempat pemilahan tong sampah yang memisahkan antara sampah organik, anorganik, dan B3. PT KAI sudah memilah sampah dari sumbernya, saya mohon kerja sama masyarakat pemudik agar tidak mencampur lagi sampah yang dibuang supaya tidak susah lagi di hilir untuk pengelolaan sampahnya," ujar Diaz.

Lewat survei yang dijalankan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pada Lebaran 2026, diperkirakan ada 143,9 juta orang melakukan perjalanan. Angka ini lebih rendah dari survei tahun lalu dengan proyeksi 146,4 juta orang.

Didorong Gandeng Bank Sampah

Didorong Gandeng Bank Sampah

Wamen menyarankan agar pengelola simpul transportasi juga bekerja sama dengan kelompok swadaya masyarakat yang mengelola fasilitas, seperti bank sampah dan TPS3R, untuk mengurangi beban sampah yang terbuang ke TPA.

"Kemungkinan perlu ada kerja sama dengan Bank Sampah terdekat ini untuk mengambil sampah yang high value lalu nanti yanglow value atau no value at all bisa dibawa ke TPA," ujarnya.

Selain dialog dengan pemerintah daerah setempat dan pengelola fasilitas transportasi, Diaz juga mengobrol dengan para pemudik di masing-masing lokasi. Pada kesempatan ini, Wamen Diaz membagikan tempat makan, tumbler serta alat P3K untuk para pemudik.

"Kami dari KLH mau ngasih tempat makan sama tumbler agar tidak lagi pake plastik sekali pakai. Saya lihat ada water dispenser sehingga orang bisa secara gratis isi air kapanpun juga, tapi harus punya tumbler sendiri, sehingga tidak menggunakan botol plastik sekali pakai," ucapnya.

Peringatkan Pengelola Rest Area Kelola Sampah Sendiri

Peringatkan Pengelola Rest Area Kelola Sampah Sendiri

Di waktu bersamaan, Menteri Lingkungan Hidup (Menteri LH) Hanif Faisol Nurofiq memantau sejumlah rest area sepanjang Tol Trans Jawa, mulai dari KM 57 A, KM 102 A, KM 166 A, KM 287 A, KM 338 A, KM 379 A, hingga KM 429 A. Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam Sidang Kabinet Merah Putih pada Jumat, 13 Maret 2026, untuk menjaga kenyamanan mudik masyarakat, termasuk dalam penanganan sampah.

Hanif menegaskan pentingnya peran rest area sebagai simpul bertemunya masyarakat. "Ini akan menjadi contoh dalam penanganan sampah, sehingga setiap yang berkunjung di sini diharapkan akan mengubah mindset-nya dan membawa kebiasaan baik itu sampai ke rumah," ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab penuh pengelola rest area. "Bapak Presiden sudah wanti-wanti ke kita semua, mulai dari pengelola kawasan wajib mengelola sampahnya sendiri. Saya percaya ini akan segera ditangani dengan serius. Setiap bulan kita akan melakukan evaluasi bersama Kementerian/Lembaga terkait, karena beban sampah kita sudah sangat besar."

Kolaborasi Lintas Pihak Tangani Sampah Mudik

Kolaborasi Lintas Pihak Tangani Sampah Mudik

Selain itu, Menteri Hanif menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjamin kenyamanan mudik masyarakat, terutama dalam menyukseskan kampanye Nyaman Bersama di momen Ramadan-Lebaran.

"Kita lihat tadi dari teman-teman Polri menyediakan fasilitas, dari Kementerian Kesehatan juga menyediakan fasilitas. Tentu kita dari lingkungan dan kebersihan bertugas menjamin kenyamanan masyarakat saat mudik," ujarnya.

KLH menekankan bahwa kenyamanan adalah hasil kerja bersama seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya pemerintah. Dari pihaknya, mereka membagikan fasilitas pilah sampah kepada masyarakat sebagai langkah praktis mendorong penerapan perilaku ramah lingkungan.

Langkah ini sejalan dengan strategi nasional komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) 2026 terkait pengelolaan sampah, yang bertujuan membangun pemahaman, penerimaan, dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan melalui perubahan perilaku, penguatan tata kelola, dan tanggung jawab bersama.

Sumber : Liputan6.com