Tips Mudik untuk Penderita GERD agar Asam Lambung Tidak Kumat Selama Perjalanan
15 March 2026, 19:35 WIB
Mudik Lebaran menjadi momen yang paling dinanti banyak orang untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Namun, bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau penyakit asam lambung, perjalanan jauh saat mudik bisa menjadi tantangan tersendiri.
Sebab, kelelahan, perubahan pola makan, hingga stres akibat kemacetan dapat memicu kambuhnya gejala asam lambung. Karena itu, penderita GERD perlu mempersiapkan perjalanan dengan baik agar mudik tetap nyaman dan kondisi kesehatan tetap terjaga.
Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH., MMB, FINASIM, FACP, FACG, menyarankan agar penderita GERD memperhatikan beberapa hal penting sebelum melakukan perjalanan mudik.
Salah satu yang perlu diperhatikan adalah memilih waktu perjalanan yang tepat. Menurut Ari, perjalanan mudik sebaiknya dilakukan pada malam hari, terutama bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa.
"Sebaiknya melakukan perjalanan mudik di malam hari, artinya tidak dalam kondisi berpuasa. Kalau perjalanan siang hari saat berpuasa, energi akan cepat terkuras," ujar Ari dalam sebuah kesempatan baru-baru ini.
Bawa Bekal dari Rumah
Selain waktu perjalanan, penderita GERD juga perlu memperhatikan pola makan selama perjalanan. Ari menyarankan agar pemudik membawa makanan dari rumah agar lebih aman bagi lambung.
Hal ini penting untuk menghindari konsumsi makanan yang tidak higienis atau makanan yang dapat memicu naiknya asam lambung.
Menurut Ari, setiap musim Lebaran banyak rumah sakit di daerah yang dipenuhi pasien dengan keluhan maag atau asam lambung kambuh akibat pola makan yang tidak terkontrol selama mudik.
Beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita GERD antara lain gorengan, cokelat, dan keju. Makanan tersebut diketahui dapat memicu peningkatan asam lambung pada sebagian orang.
"Penderita GERD sebaiknya mengurangi makanan yang memicu asam lambung seperti gorengan," tambahnya.
Kelola Stres Selama Perjalanan
Selain makanan, stres juga dapat memicu kambuhnya gejala GERD. Perjalanan mudik sering kali diwarnai kemacetan panjang yang bisa menyebabkan kelelahan dan tekanan emosional.
Oleh sebab itu, Ari menyarankan pemudik menyiapkan hal-hal yang dapat membantu menjaga kondisi mental tetap stabil selama perjalanan.
Salah satunya dengan membawa hiburan sederhana seperti gawai, musik, atau aktivitas lain yang dapat mengurangi rasa bosan.
"Biasanya perjalanan mudik macet. Jadi pemudik harus siap dengan gawai atau powerbank agar tetap ada aktivitas yang bisa dilakukan sehingga stres bisa berkurang," ujarnya.
Jangan Lupa Bawa Obat
Hal penting lain yang sering terlupakan adalah membawa obat pribadi. Penderita GERD sebaiknya selalu membawa obat yang biasa digunakan untuk menetralkan asam lambung.
Langkah ini penting karena kondisi di perjalanan tidak selalu bisa diprediksi. Jika gejala muncul secara tiba-tiba, belum tentu mudah menemukan apotek atau fasilitas kesehatan terdekat.
Secara umum, gejala GERD meliputi rasa panas di dada (heartburn), nyeri dada, hingga sensasi pahit di mulut.
Risiko penyakit ini juga meningkat pada orang yang mengalami obesitas, perokok, serta mereka yang berusia di atas 40 tahun.
Dengan persiapan yang baik, penderita GERD tetap bisa menjalani perjalanan mudik dengan nyaman. Kuncinya adalah menjaga pola makan, mengelola stres, serta memastikan kondisi tubuh tetap prima sepanjang perjalanan.