Marcell Siahaan Rilis Lagu Religi Menuju Cahaya pada Ramadan 2026, Terinspirasi Tazkiyatun Nafs

01 March 2026, 04:15 WIB
Marcell Siahaan Rilis Lagu Religi Menuju Cahaya pada Ramadan 2026, Terinspirasi Tazkiyatun Nafs

Bulan Ramadan menjadi momen yang pas untuk memikirkan kembali tentang perjalanan spiritual diri. Hal ini tak hanya dilakukan Marcell Siahaan, ia juga merilis lagu religi bertajuk "Menuju Cahaya" pada Kamis (26/2/2026) yang merupakan buah dari perenungannya tersebut.

Dilansir dari keterangan di MV-nya, Marcell tak hanya bertindak sebagai penyanyi "Menuju Cahaya" . Ia juga bertindak sebagai executive producer, komposer, hingga penulis liriknya. Tak heran bila karya ini terasa begitu personal baginya.

Dilansir dari Antara, lagu ini terinspirasi oleh konsep Tazkiyatun Nafs. Konsep yang menggambarkan pemurnian jiwa itu selaras dengan pesan Al-Quran dalam Surat Asy-Syams (91) ayat 9-10 dan Surat Al- A'la (87) ayat 14, yang sama-sama menegaskan bahwa keberuntungan sejati bukan datang dari pengakuan luar, melainkan dari keberanian membersihkan batin.

"Tazkiyatun Nafs itu bukan tentang ingin terlihat lebih religius. Tetapi tentang seseorang itu berani ngaku kalau dalam diri dia ada ego yang sering ingin menang sendiri, marah yang dibenar-benarkan, selalu haus validasi, ada ambisi berlebihan yang dibungkus dengan alasan-alasan, pembenaran-pembenaran, pengin banget selalu dipahami, pengin selalu didengerin,tapi jarang banget memahami orang lain, jarang mau dengerin orang lain," kata Marcell dalam salah satu unggahan di media sosialnya.

Cahaya yang Tertutup Nafsu

Cahaya yang Tertutup Nafsu

Dalam perenungannya, Marcell menyadari bahwa yang perlu diluruhkan bukanlah tubuh, tapi ego. "Karena selama ego kita memimpin, ibarat pintu dan jendelanya tertutup, cahaya tak akan pernah masuk," kata dia.

Lagu "Menuju Cahaya", kata Marcell, lahir dari perenungan soal kematian yang tidak menakutkan. Yakni, kematian ego.

Hal lain yang direnungi oleh Marcell, adalah keyakinannya bahwa setiap manusia lahir dengan fitrah. "Artinya, benih cahaya itu sudah ada. Masalahnya adalah, bukan kita tidak punya cahaya, Masalahnya, kita membiarkan nafsu menutupinya," jelasnya.

Mengenai Tazkiyatun Nafs

Tazkiyatun Nafs sendiri, kata Marcell, bukan menambah sesuatu yang baru. "Ia cuma mengikis apa pun yang menghalangi. Kadang prosesnya itu sunyi, sering banget enggak nyaman. Tapi di situlah karakter kita dibentuk," tuturnya.

Ia meneruskan, "'Menuju Cahaya' bukan tentang menjadi sempurna, ia tentang keberanian untuk membersihkan diri."

Perjalanan Seumur Hidup

Marcell juga mengungkap alasan mengapa lagu yang ia rilis ini bertajuk "Menuju Cahaya", bukannya "Dalam Cahaya."

"Karena saya pun belum sampai. Saya masih berjalan. Saya masih terus melangkah. Dan Tazkiyatun Nafs adalah perjalanan seumur hidup. Jatuh, bangun, jatuh lagi, bangun lagi...begitu seterusnya," kata dia.

Sumber : Liputan6.com