Doa Sebelum dan Sesudah Tadarus Al-Qur'an di Ramadhan, Panen Berkah di Bulan Suci
28 February 2026, 16:00 WIB
Bulan Ramadhan senantiasa hadir dengan kemuliaan yang tak terbandingkan. Di bulan suci ini, umat Islam di seluruh dunia berlomba-lomba mendekatkan diri kepada Allah SWT, salah satunya melalui tradisi tadarus Al-Qur'an. Oleh sebab itu, umat Islam perlu mengetahui doa sebelum dan sesudah tadarus Al-Qur'an di Ramadhan.
Tradisi membaca dan memahami kitab suci ini telah mengakar kuat selama berabad-abad, dilakukan di masjid, musholla, maupun rumah-rumah.
Merujuk jurnal Living Quran di Era Digital: Analisis Praktik Tadarus Online Selama Ramadhan pada Platform Internet, karya Fauziah L, dkk, secara bahasa, tadarus berasal dari kata darasa () yang berarti belajar atau membaca dengan mendalami. Kemudian disisipi huruf ta () pada awal kata yang mengubah arti menjadi saling mempelajari bersama.
Berdasarkan asal kata, tadarus melibatkan dua orang atau lebih---sebagian menyimak dan yang lain membaca dengan tujuan mempelajari atau menjaga hafalan dengan mengulang bacaan Al-Qur'an. Tadarus merujuk pada aktivitas membaca Al-Qur'an secara berulang-ulang, baik secara individu maupun bersama-sama dalam sebuah majelis, dengan tujuan memahami, menghayati, dan mengamalkan firman Allah SWT.
Doa Sebelum Tadarus Al-Qur'an
Membaca doa sebelum memulai tadarus merupakan bagian dari adab membaca Al-Qur'an. Doa ini dipanjatkan untuk memohon kelancaran, keberkahan, dan pemahaman atas ayat-ayat yang akan dibaca. Berikut adalah doa sebelum membaca Al-Qur'an yang umum diamalkan:
1. Doa Sebelum Membaca Al-Qur'an (Umum)
Latin: Allahummaftah 'alayya hikmataka wansyur 'alayya rahmataka wa dzakkirnii maa nasiitu yaa dzal jalaali wal ikraam
Artinya: "Ya Allah, bukalah hikmah-Mu kepadaku, bentangkanlah rahmat-Mu kepadaku, dan ingatkanlah aku atas apa yang aku lupakan, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan."
2. Doa Sebelum Tadarus (Ta'awudz dan Basmalah)
Sebelum memulai bacaan Al-Qur'an, disunnahkan membaca ta'awudz (isti'adzah) dan basmalah, berdasarkan firman Allah dalam Surah An-Nahl ayat 98:
Latin: Fa idz qara'tal Qur'na fasta'idz billhi minasy syaithnir rajm
Artinya: "Apabila kamu membaca Al-Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk." (QS. An-Nahl: 98)
Berdasarkan ayat ini, para ulama menganjurkan membaca:
Latin: A'dzu billhi minasy syaithnir rajm
Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk."
Kemudian dilanjutkan dengan basmalah:
Latin: Bismillhir rahmnir rahm
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
Doa Khusus Sebelum Tadarus (Versi Panjang)
Sebagian ulama menganjurkan doa yang lebih panjang sebelum memulai tadarus, terutama di bulan Ramadhan:
Latin: Allhumma inn as'aluka fahman nabiyyna wa hifzhal mursalnal muqarrabn. Allhummaj'al lisn 'miran bi dzikrika wa qalb bi khasy-yatika, innaka 'al kulli syai'in qadr
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu pemahaman para nabi dan hafalan para rasul yang didekatkan (di sisi-Mu). Ya Allah, jadikanlah lisanku makmur dengan berdzikir kepada-Mu dan hatiku dengan rasa takut kepada-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Doa setelah Tadarus Al-Qur'an
Puncak dari rangkaian tadarus Al-Qur'an, terutama ketika seseorang atau satu kelompok telah berhasil menyelesaikan bacaan 30 juz, biasanya diakhiri dengan pembacaan doa khatam Al-Qur'an.
Doa ini merupakan permohonan kepada Allah SWT agar ilmu yang diperoleh dari Al-Qur'an menjadi penerang hati, serta memohon syafaat dari kitab suci di hari akhir kelak.
Doa Setelah Tadarus/Khatam Al-Qur'an (Masyhur)
, , , , , , ,
Latin: Allhummaramn bil qur'n. Waj'alhu l imman wa nran wa hudan wa ramah. Allhumma dzakkirn minhu m nastu wa 'allimn minhu m jahiltu warzuqn tilwatahu n'allaili wa arfan nahr, waj'alhu l ujjatan y rabbal 'lamn
Artinya: "Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Qur'an yang agung, jadikanlah ia bagiku sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat. Ya Allah, ingatkanlah aku andai aku lupa akan ayat-ayat Al-Qur'an, ajarkanlah aku darinya yang belum aku ketahui, anugerahkanlah kepadaku kesempatan untuk membacanya di tengah malam dan di siang hari, dan jadikanlah ia sebagai hujjah (pembela) yang kuat bagiku, wahai Tuhan semesta alam."
Doa Khatam Al-Qur'an (Versi Pendek)
Selain doa panjang di atas, terdapat pula doa khatam yang lebih pendek dan mudah dihafal:
Latin: Allhumanfa'n bil qur'nil 'adhmi wa nawwir bih qalb wasyra bih adr wasta'mil bih badan
Artinya:"Ya Allah, berilah manfaat kepadaku dengan Al-Qur'an yang agung, terangilah hatiku dengannya, lapangkanlah dadaku dengannya, dan gunakanlah tubuhku untuk mengamalkannya."
Pandangan Ulama tentang Doa Khatam
Para ulama salafus shaleh telah memberikan perhatian luar biasa terhadap tadarus Al-Qur'an dan doa khatam. Imam An-Nawawi dalam kitabnya Al-Adzkar mencantumkan bab khusus tentang doa-doa yang berkaitan dengan Al-Qur'an, termasuk doa khatam. Beliau menyatakan bahwa doa setelah khatam Al-Qur'an adalah waktu yang mustajab (mudah dikabulkan).
Imam Ad-Darimi meriwayatkan dalam kitab Sunan Ad-Darimi bahwa para sahabat ketika khatam Al-Qur'an, mereka berkumpul dan berdoa bersama. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi doa khatam telah ada sejak masa sahabat.
Syaikh Nawawi Al-Bantani dalam kitabnya Nihayah az-Zain (hal. 194-195) menjelaskan tentang metode idarah (tadarus bergiliran) dan menyebutkan bahwa praktik ini adalah sunnah dan baik dilakukan. Beliau juga menyebutkan bahwa di penghujung tadarus, dianjurkan untuk memanjatkan doa.
Hukum Tadarus Berjamaah
Terdapat diskusi di kalangan ulama mengenai hukum tadarus berjamaah. Namun, mayoritas ulama membolehkan bahkan menganjurkannya. Imam Nawawi dalam kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur'an menegaskan:
"Bab tentang idrah (bergilir) dalam membaca Al-Qur'an, yakni berkumpulnya beberapa orang. Di antara mereka ada yang membaca sepersepuluh, sebagiannya, atau selainnya, kemudian diam dan diteruskan oleh yang lain. Ini diperbolehkan serta baik. Al-Imam Malik pernah ditanya tentang hal tersebut, beliau menjawab, 'Tidak apa-apa'."
Lebih lanjut, Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan tentang hadits keutamaan berkumpul untuk membaca Al-Qur'an:
"Dalam hadis ini terdapat dalil tentang keutamaan berkumpul di masjid untuk membaca Al-Qur'an. Pendapat ini dianut oleh mazhab kami dan mayoritas ulama."
Keutamaan Tadarus Al-Qur'an di Bulan Ramadhan
Berikut adalah keutamaan-keutamaan utama yang disebutkan dalam berbagai sumber:
1. Pahala Berlipat Ganda
Di bulan Ramadhan, lipatan pahala ini bisa berlipat-lipat lagi hingga 700 kali atau lebih, sesuai dengan kehendak Allah SWT. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 261 tentang perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, yang dilipatgandakan hingga 700 kali lipat.
2. Mendapat Syafaat di Hari Kiamat
Rasulullah SAW bersabda: Al-Qur'an bisa menjadi saksi di hadapan Allah bahwa ketika hidup di dunia, kita sering membacanya. Tentunya itu bisa menjadi penolong agar terbebas dari siksaan yang pedih.
3. Ketenangan Hati dan Rahmat Allah
Hadits ini menunjukkan bahwa tadarus yang dilakukan secara berjamaah, baik di masjid maupun di ruang digital, mendatangkan ketenangan dan rahmat.
4. Menghidupkan Tradisi Rasulullah SAW
Dengan bertadarus, seorang muslim berarti telah menghidupkan tradisi yang dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu tadarus bersama Jibril. Ini adalah bentuk kecintaan dan ketaatan kepada Rasulullah .
5. Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Tadarus berjamaah menjadi sarana memperkuat tali persaudaraan. Interaksi yang terjadi dalam majelis tadarus, termasuk dalam forum daring, menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas di antara sesama muslim. Ini sejalan dengan nilai-nilai Qur'ani seperti ukhuwah, sabar, syukur, dan saling menasehati .
6. Meningkatkan Pemahaman terhadap Al-Qur'an
Tadarus yang dilakukan bersama-sama memungkinkan peserta untuk saling mengoreksi bacaan dan berdiskusi tentang makna ayat. Syaikh Nawawi Al-Bantani menjelaskan bahwa metode mudarasah---seseorang membaca pada orang lain kemudian orang lain itu membaca pada dirinya---hukumnya sunnah .
7. Mahkota Cahaya bagi Orang Tua
"Barang siapa membaca Al-Qur'an, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan kepada kedua orang tuanya pada hari Kiamat mahkota dari cahaya yang sinarnya bagaikan sinar matahari." (HR. Hakim, shahih menurut syarat Muslim)
8. Dimuliakan Allah SWT
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah akan memuliakan suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur'an) dan menghinakan yang lain." (HR. Muslim).
People also Ask:
Apa lafal yang dibaca sebelum tadarus?
Membaca Ta'awudz
"A'uudzu billaahi minasy-syaithoonir rojiim."
Apa doa yang sering dibaca saat Ramadhan?Allhumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'ann. Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku." Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.
Selesai tadarus baca apa?
Bacaan Doa Setelah Mengaji
"Allahummarhamni bilquran. Waj'alhu lii imaman wa nuran wa hudan wa rohmah. Allahumma dzakkirni minhu maa nasiitu wa 'allimnii minhu maa jahiltu warzuqnii tilawatahu aana-allaili wa'atrofannahaar waj'alhu li hujatan ya rabbal 'alamin."
Sebelum baca doa kita baca apa dulu?
Ringkasan AISebelum berdoa, disunnahkan untuk memulai dengan pujian kepada Allah (Hamdalah), menyebut nama-nama-Nya, membaca salawat atas Nabi Muhammad SAW, dan bisa juga membaca doa pembuka seperti doa Asmaul Husna (sebutkan Allah SWT sebagai Tuhan) atau doa pembuka acara agar doa lebih mudah dikabulkan, serta diakhiri dengan salawat dan amin, demikian menurut adab Islam.
Sebelum mengaji baca doa apa?
Allahummarhamni bilquran. Waj'alhu lii imaman wa nuran wa hudan wa rohmah. Allahumma dzakkirni minhu maa nasiitu wa 'allimnii minhu maa jahiltu warzuqnii tilawatahu aana-allaili wa'atrofannahaar waj'alhu li hujatan ya rabbal 'alamin. Itu dia doa sebelum dan sesudah baca Alquran.