Bapanas Cek Harga Pangan di Pasar Gondangdia, Temuannya Mengejutkan

28 February 2026, 18:05 WIB
Bapanas Cek Harga Pangan di Pasar Gondangdia, Temuannya Mengejutkan

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengecek langsung harga pangan di Pasar Gondangdia, Jakarta, untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa menegaskan harga pangan pokok strategis masih dalam kondisi wajar dan pasokan mencukupi.

"Tingkat harga pangan relatif bagus. Mudah-mudahan ini bisa bertahan harganya, sehingga ke depan masyarakat juga lebih nyaman untuk memperoleh barang-barang yang wajar, khususnya untuk pangan," ujar Ketut dalam keterangan, Sabtu (28/2/2026).

Ia menjelaskan, harga sejumlah komoditas masih berada dalam koridor Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP). Untuk daging sapi, harga maksimal terpantau Rp 140.000 per kilogram. Daging ayam dijual sekitar Rp 39.000 hingga Rp 40.000 per kilogram.

"Kemudian bawang merah Rp 42.000 sampai Rp 43.000. Cabai rawit merah sudah turun jadi Rp 100.000 dari kemarin Rp 120.000. Telur Rp 30.000 sampai Rp 31.000, lewat sedikit HAP. Bawang putih Rp 38.000 sampai Rp 39.000. Beras variatif, ada yang Rp 13.000 sampai Rp 14.000, beras medium Rp 12.000 sampai Rp 12.500," paparnya.

Selain pantauan lapangan, data Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga minggu ketiga Februari 2026 menunjukkan tren positif. Jumlah daerah yang mengalami penurunan IPH meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, menandakan gejolak harga masih terkendali.

Pada komoditas bawang putih, tercatat 138 kabupaten/kota mengalami penurunan IPH, naik dari 65 kabupaten/kota pada bulan sebelumnya. Telur ayam ras juga menunjukkan perbaikan dengan 171 kabupaten/kota mengalami penurunan IPH, dari sebelumnya 129 daerah.

Penurunan IPH tertinggi terjadi pada bawang merah di 232 kabupaten/kota, disusul minyak goreng 207 daerah, cabai merah 145 daerah, daging ayam ras 88 daerah, cabai rawit 81 daerah, beras 79 daerah, gula pasir 49 daerah, dan daging sapi 22 daerah.

Margin Terlalu Besar

Margin Terlalu Besar

Meski begitu, Bapanas menemukan masih ada pedagang yang menaikkan harga melebihi HET dan HAP, terutama menjelang Lebaran. Kenaikan ini diduga untuk mengambil margin lebih besar.

Ketut mengingatkan pelaku usaha agar tidak menaikkan harga secara berlebihan, karena pasokan saat ini dalam kondisi aman.

"Tidak bisa kita biarkan gejolak harga begitu drastis, bebas, sementara pasokannya bagus. Tidak ada alasan menaikkan harga dengan brutal. Tentu pemerintah juga memahami bahwa pedagang memerlukan tambahan penghasilan untuk Ramadan dan Lebaran," tegasnya.

Menurutnya, harga acuan yang ditetapkan pemerintah sudah mempertimbangkan margin keuntungan dari tingkat produsen hingga pedagang eceran.

"Kami sudah menghitung, misalkan daging ayam. Di tingkat peternak masih Rp 22.000 sampai Rp 23.000 ayam hidup per kilogramnya, tentu di hilir Rp 40.000 masih relatif cukup bagi pedagang untuk memperoleh keuntungan. Jadi harus kita lakukan dan kita tegas untuk menindak," katanya.

Sumber : Liputan6.com