Tuntunan Berpakaian Saat Shalat Id Sesuai Sunnah, Tampil Sempurna di Hari Raya
28 February 2026, 17:15 WIB
Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha adalah momen istimewa bagi umat Islam, penuh kegembiraan dan kemenangan. Dalam menyambut hari besar ini, terdapat tuntunan berpakaian saat shalat Id sesuai sunnah yang sangat dianjurkan untuk diikuti. Hal ini bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari syiar Islam yang mencerminkan rasa syukur.
Mengenakan pakaian terbaik merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap hari raya dan wujud rasa syukur kepada Allah SWT. Memahami tuntunan berpakaian saat shalat Id sesuai sunnah tidak hanya menambah nilai ibadah, tetapi juga mencerminkan keindahan ajaran Islam dalam setiap aspek kehidupan.
Berikut ini telah Liputan6 ulas secara komprehensif berbagai aspek tuntunan berpakaian saat shalat Id sesuai sunnah, mulai dari pemilihan jenis pakaian hingga etika berhias, pada Sabtu (28/2). Dengan demikian, umat Muslim dapat tampil optimal dan penuh keberkahan di hari yang fitri ini, mengikuti setiap tuntunan berpakaian saat shalat Id sesuai sunnah yang diajarkan.
Mengenakan Pakaian Terbaik
Umat Islam, khususnya laki-laki, sangat disarankan untuk mengenakan busana terbaik yang dimiliki ketika akan menunaikan shalat Id. Pakaian tersebut tidak harus baru, namun harus dalam kondisi paling bagus, bersih, dan rapi. Anjuran ini merupakan bentuk penghormatan terhadap hari besar Islam dan simbol rasa syukur atas nikmat Allah SWT.
Rasulullah SAW sendiri diketahui mengenakan jubah buatan Yaman yang bercorak setiap kali hari raya tiba. Demikian pula, diriwayatkan dari Al-Baihaqi dengan sanad yang sahih bahwa Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma juga terbiasa memakai pakaian terbaik di hari Id.
Para ulama Syafi'iyah, termasuk Imam Syafi'i, sepakat bahwa dianjurkan memakai pakaian terbaik untuk shalat Id, yang maksudnya adalah dari segi kualitas dan rupa, bukan harus pakaian baru.
Mengutamakan Warna Putih
Meskipun diperbolehkan mengenakan pakaian dengan warna apa saja yang pantas dan tidak mencolok, warna putih sangat dianjurkan. Warna putih dianggap sebagai warna yang paling disukai Rasulullah SAW karena melambangkan kebersihan dan kesederhanaan.
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Pakailah oleh kalian pakaian yang putih karena itu termasuk pakaian yang paling baik. Dan berilah kafan pada orang mati di antara kalian dengan kain warna putih". Warna putih juga dianggap lebih utama untuk shalat Id jika kualitasnya sama baiknya dengan pakaian berwarna lain, karena melambangkan kesucian.
Berhias dan Menjaga Kebersihan Diri
Selain pakaian yang bagus, kebersihan fisik juga menjadi bagian penting dari persiapan shalat Id. Disunnahkan untuk mandi sebelum berangkat shalat Id, memotong kuku, serta merapikan rambut atau janggut. Tindakan ini bertujuan menyempurnakan penampilan dan menunjukkan kesiapan menyambut hari raya.
Diriwayatkan dari Nafi', bahwa Abdullah bin Umar biasa mandi di hari Idul Fitri sebelum ia berangkat pagi-pagi ke tanah lapang. Hal ini dilakukan agar tubuh dalam kondisi segar dan wangi, sehingga tidak mengganggu kekhusyukan ibadah orang lain.
Menggunakan Wangi-wangian (Khusus Laki-laki)
Bagi laki-laki, disunnahkan untuk memakai parfum atau minyak wangi. Penggunaan wangi-wangian ini bertujuan menciptakan suasana yang nyaman bagi jamaah lain di tempat shalat. Rasulullah SAW sendiri menyuruh para sahabat agar memakai minyak wangi terbaik yang mereka punyai pada setiap hari raya.
Namun, perlu diingat bahwa bagi wanita, tuntunannya berbeda; mereka dilarang memakai wangi-wangian yang menyengat saat keluar rumah menuju tempat shalat untuk menghindari fitnah. Kaum muslimah hendaknya pergi ke tempat shalat Id tanpa bersolek berlebihan, tanpa memakai wangi-wangian, dan tidak menampakkan auratnya.
Menutup Aurat dengan Sempurna dan Sederhana
Meskipun dianjurkan untuk memakai pakaian terbaik, Islam melarang sikap sombong atau berlebihan (israf) dalam berbusana. Pakaian yang dikenakan harus tetap sesuai dengan syariat Islam, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-A'raf ayat 31, "Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan! Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan".
Bagi laki-laki, pakaian tidak boleh isbal (menutupi mata kaki) karena hal tersebut dilarang dalam banyak hadis, terutama jika disertai kesombongan. Selain itu, pakaian laki-laki tidak terbuat dari sutra atau emas.
Bagi wanita, pakaian harus menutup seluruh aurat dengan sempurna, longgar (tidak membentuk lekuk tubuh), tidak transparan, dan tidak tabarruj (berhias berlebihan yang menarik perhatian lawan jenis). Tujuan utama adalah menjaga kesucian dan kehormatan diri serta menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah.
Ringkasan Persiapan Idul Fitri
| Kategori | Anjuran Sunnah |
|---|---|
| Pakaian | Terbaik yang dimiliki (bersih & rapi) |
| Warna | Putih lebih diutamakan |
| Fisik | Mandi sunnah Id sebelum berangkat |
| Aroma | Memakai wangi-wangian (Laki-laki saja) |
| Sifat | Tidak sombong dan tidak berlebihan |
Q&A Tuntunan Berpakaian Saat Shalat Id
1. Apakah wajib memakai pakaian baru saat shalat Id?
Tidak wajib. Yang disunnahkan adalah memakai pakaian terbaik yang dimiliki, baik itu baru maupun lama, selama bersih, rapi, dan pantas. Intinya adalah menampilkan diri dalam kondisi terbaik sebagai bentuk syukur dan penghormatan terhadap hari raya.
2. Mengapa dianjurkan memakai pakaian terbaik saat Id?
Karena hari Id merupakan hari besar dan hari kegembiraan bagi umat Islam. Berpakaian terbaik mencerminkan rasa syukur atas nikmat Allah serta bentuk penghormatan ketika berkumpul untuk beribadah.
3. Apakah warna putih harus dipakai saat shalat Id?
Tidak harus, namun putih sangat dianjurkan karena termasuk warna yang dicintai Rasulullah SAW dan melambangkan kebersihan serta kesederhanaan. Warna lain tetap diperbolehkan selama sopan dan tidak berlebihan