Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Berpotensi Terdongkrak Berkat Lebaran dan Imlek

17 February 2026, 18:00 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Berpotensi Terdongkrak Berkat Lebaran dan Imlek

Ekonom dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin menilai pergeseran waktu Lebaran 2026 akan memengaruhi pola pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal 2026.

Ia menjelaskan, perubahan waktu perayaan Idul Fitri dari akhir Maret 2025 menjadi 20 Maret 2026 akan berdampak pada pergeseran momentum pertumbuhan ekonomi antar kuartal.

"Pergeseran Idul Fitri dari 31 Maret 2025 menjadi 20 Maret 2026, tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi Q2 2026 baik secara YoY maupun secara QoQ, mengingat momen Ramadhan dan Lebaran mewakili 25-30% belanja rumah tangga," ujarnya kepadaLiputan6.com, Selasa (17/2/2026).

Dia menilai, momen Ramadan dan Lebaran memiliki kontribusi signifikan terhadap konsumsi rumah tangga. Karena porsi belanja rumah tangga pada periode tersebut cukup besar, pergeseran waktu perayaan akan memindahkan dorongan pertumbuhan dari satu kuartal ke kuartal lainnya.

Terkait target pertumbuhan ekonomi 2026 yang dicanangkan pemerintah, Wijayanto menilai dampaknya tidak akan mengubah capaian tahunan secara keseluruhan karena faktor tersebut bersifat musiman.

"Karena sifatnya seasonal, dampak pertumbuhan sepanjang tahun tidak akan berubah, hanya bergeser dari Q2 pada tahun 2025 menjadi Q1 pada tahun 2026," tutur Wijayanto.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menerima laporan mengenai perkembangan pelaksanaan paket stimulus ekonomi pada triwulan pertama 2026. Laporan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Rabu, 11 Februari 2026.

Dalam pemaparannya, Airlangga menyebut realisasi anggaran program MBG hingga kuartal pertama diperkirakan mencapai Rp60 triliun. "Dan ini tentu juga akan mendorong stimulasi perekonomian," ujarnya.

Insentif Ekonomi

Insentif Ekonomi

Pemerintah juga menggulirkan berbagai insentif transportasi yang diumumkan sehari sebelumnya di Stasiun Gambir. Insentif tersebut meliputi potongan harga tiket kereta api 30 persen, angkutan laut 30 persen, jasa penyeberangan 100 persen, serta diskon tiket pesawat sebesar 17--18 persen.

"Kemudian terkait dengan pesawat yang 17-18 persen, yang tahun lalu sekitar 11 persen. Kemudian diskon tarif tol. Estimasi anggarannya secara keseluruhan adalah Rp 911,16 miliar di mana APBNnya Rp 639,86 miliar dan non-APBN Rp 271,5 miliar," jelasnya.

Di sektor perlindungan sosial, pemerintah menyiapkan bantuan pangan bagi keluarga penerima manfaat.

"Terdiri dari 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk 35,04 juta keluarga penerima manfaat atau desil 1-4 dengan anggaran Rp11,92 triliun. Nah ini pemda dan instansi terkait diharapkan untuk bisa menjaga kelancaran logistik," kata Menko Airlangga.

Selain itu, kebijakan kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA) akan diterapkan pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat menjelang hari besar. "Dengan demikian bisa menyiapkan terkait dengan rencana menjelang hari H," ujar dia.

Pertumbuhan Ekonomi 2025

Pertumbuhan Ekonomi 2025

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 atau full year mencapai 5,11%. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut melenceng dari prediksi Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya memprediksi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 di kisaran 5,2%. Namun, nyatanya di bawah prediksinya.

"Secara kumulatif ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11%," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/2/2026).

Namun, prediksi Menkeu Purbaya untuk triwulan IV 2025 hampir mendekati hasil pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 yang disampaikan BPS.

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2025 mencapai 5,39% secara year on year atau tahunan. Sementara, sebelumnya Purbaya memprediksi di angka 5,4%, artinya hanya selisih 1 persen.

Amalia menjelaskan pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 mengacu pada ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto pada triwulan IV 2025 atas dasar harga berlaku adalah sebesar Rp 6.147,2 triliun, atas dasar harga konstan Rp 3.474,5 triliun.

"Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 bila dibandingkan kuartal IV 2024 atau secara year on yearmengalami pertumbuhan sebesar 5,39%," jelas Amalia.

Pertumbuhan ekonomi Menurut Lapangan Usaha

Pertumbuhan ekonomi Menurut Lapangan Usaha

BPS mencatat dari sisi lapangan usaha pada triwulan IV 2025 secara year on year seluruh lapangan usaha tumbuh positif kecuali lapangan usaha pertambangan.

Lapangan usaha utama yang memberikan kontribusi bsar terhadap PDB yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan.

"Di mana total share kelima usaha ini mencakup sebesar 63,09% PDB," pungkasnya.

Sumber : Liputan6.com