IHSG Diramal Melaju Kencang, Menkeu Purbaya Yakin Tembus 28.000

27 April 2026, 17:10 WIB
IHSG Diramal Melaju Kencang, Menkeu Purbaya Yakin Tembus 28.000

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melonjak hingga menyentuh level 28.000 dalam beberapa tahun ke depan. Proyeksi ini menjadi sorotan, mengingat posisi IHSG saat ini masih berada di kisaran 7.000-an.

"Ekspansi kita akan berlangsung sampai 2029-2030. Itu saya bilang kesempatan mereka berkata, bisa lah 28.000. Paling sial. Mereka bilang itu Purbaya gila," kata Purbaya dalam acara Peresmin Program PINTAR Reksa Dana, di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Menurut Purbaya, lonjakan tersebut bukanlah hal mustahil jika didukung oleh fondasi ekonomi yang kuat serta pertumbuhan yang konsisten dalam jangka panjang. Ia bahkan menilai, siklus ekspansi ekonomi Indonesia masih akan berlangsung hingga akhir dekade ini.

Dalam siklus ekonomi, pergerakan pasar saham sangat erat kaitannya dengan fundamental ekonomi. Ia menyebut, dari titik terendah hingga puncak ekspansi, indeks saham bisa mengalami kenaikan berlipat.

"Saya selalu bilang, dari mulai titik terendah ekonomi sampai ujung dari masa ekspansi, itu bisa 4-5 kali. Let's say sekarang 7 ribu lah," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sejarah mencatat lonjakan serupa pernah terjadi. Pada awal 2000-an, IHSG berada di kisaran 200-an sebelum akhirnya melonjak ke level 2.500 pada 2009. Artinya, kenaikan hingga berkali lipat bukan sesuatu yang baru bagi pasar modal Indonesia.

"Coba kalau Anda lihat tahun 2002, kan indeksnya 200-an. 2009 udah berapa? 2.500.Hah 10 kali nih akhirnya. Jadi itu bukan hal yang tidak mungkin kalau kita kembangkan pertumbuhan ekonomi yang baik dan itu pasti akan terjadi," tegasnya.

Ditopang Target Pertumbuhan Ekonomi Tinggi

Ditopang Target Pertumbuhan Ekonomi Tinggi

Purbaya menilai optimisme tersebut tidak lepas dari target ambisius pertumbuhan ekonomi nasional yang dicanangkan pemerintah. Purbaya menyebut, dalam 2--3 tahun ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi mendekati 8 persen.

Ia menilai, dengan penguatan sektor swasta dan pemerintah saja, ekonomi sudah bisa tumbuh hingga 6 persen. Sementara itu, transformasi struktur ekonomi secara bertahap akan menjadi katalis tambahan untuk mendorong pertumbuhan lebih tinggi.

Selain itu, percepatan reformasi ekonomi yang kini berada di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga diyakini mampu mengatasi berbagai hambatan struktural yang selama ini memperlambat laju pertumbuhan.

"Biasanya pergerakan bursa atau saham tergantung pada pergerakan fundamental ekonominya. Kalau ekonominya bagus terus," pungkasnya.

Sumber : Liputan6.com