Pemkab Aceh Barat Tetapkan Status Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Selama 14 Hari

03 February 2026, 17:05 WIB
Pemkab Aceh Barat Tetapkan Status Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Selama 14 Hari

Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Aceh Barat telah menetapkan status darurat bencana kebakaran hutan dan lahan selama 14 hari, sejak 28 Januari hingga 10 Februari 2026 seiring meluasnya kebakaran lahan di daerah tersebut yang telah mencapai 57,7 hektare.

"Penetapan ini sesuai Keputusan Bupati Aceh Barat Nomor 81 Tahun 2026 Tentang Penetapan Status Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Aceh Barat," ujar Bupati Aceh Barat Tarmizi dalam keterangan diterima, melansir Antara, Selasa (3/2/2026).

Ia menyebutkan, penetapan status darurat bencana kebakaran lahan tersebut berdasarkan hasil kajian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, yang menyatakan bahwa telah terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan tersebar di tujuh kecamatan di Aceh Barat.

"Ada pun kecamatan yang dilanda kebakaran hutan dan lahan meliputi Kecamatan Johan Pahlawan, Kecamatan Woyla, Kecamatan Woyla Barat, Kecamatan Meureubo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kecamatan Bubon dan Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat," terang Tarmizi.

Dia menjelaskan, dampak lain yang ditimbulkan dalam bencana kebakaran hutan dan lahan yaitu banyaknya kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat, sehingga aktivitas sekolah dasar di Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat terpaksa diliburkan.

Selain itu, kata Tarmizi, karhutla juga menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan, terutama pada sektor kehutanan dan pertanian, karena banyaknya lahan yang terbakar dan tanaman rusak.

"Dampak lain yang ditimbulkan bencana Karhutla, yaitu banyaknya kabut asap dan menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan, terutama pada sektor kehutanan dan pertanian," papar dia.

Harapkan Upaya Penanggulangan Bencana Lebih Baik

Harapkan Upaya Penanggulangan Bencana Lebih Baik

Tarmizi menegaskan, dengan adanya penetapan status darurat bencana kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat, pemerintah daerah berharap upaya penanggulangan bencana kebakaran lahan di daerah setempat semakin lebih baik dan maksimal.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat memastikan hingga Selasa (3/2/2026) luas kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah lokasi di daerah ini sudah semakin meluas mencapai 57,7 hektare.

Ada pun luas lahan yang saat ini sudah terbakar di Kabupaten Aceh Barat diantaranya di Kecamatan Johan Pahlawan, luas lahan terbakar meliputi Desa Suak Raya seluas 10,5 Ha, Desa Lapang (Dusun Ujong Beurasok) seluas 9,5 Ha, Desa Suak Nie seluas 10 Ha.

Kemudian di Kecamatan Meureubo kebakaran terjadi di Desa Alue Peunyareng seluas 1 Ha, Desa Ujong Tanoh darat I seluas 0,5 Ha dan Desa Ujong Tanoh darat II seluas 0,5 Ha, serta Desa Ranto Panyang Timur seluas 2 Ha.

Kebakaran lahan juga terjadi di Kecamatan Bubon meliputi Desa Peulanteu seluas 6,2 Ha, Desa Blang Luah seluas 4 Ha, kemudian di Desa Aron Baroh Kecamatan Woyla seluas 0,5 Ha dan Desa Blang Cot Rubek, Kecamatan Woyla Barat seluas 1,5 Ha.

Kebakaran lahan juga terjadi di Desa Meunasah Rambot, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat seluas 11,5 Ha.

Mesin Kapal Meledak Picu Kebakaran di Pelabuhan Paotere Makassar, 9 Orang Luka-Luka

Sebelumnya, aktivitas bongkar muat ikan di Pelabuhan Paotere, Kota Makassar, Sulawesi Selatan berubah mencekam setelah sebuah kapal meledak hingga memicu kobaran api pada Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 05.00 Wita. Kebakaran hebat tersebut diduga berasal ledakan mesin kapal yang terjadi secara tiba-tiba.

Akibat insiden ini, sembilan orang anak buah kapal (ABK) mengalami luka-luka, sebagian di antaranya luka berat. Seluruh korban berhasil dievakuasi dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut Jala Ammari Kodamar VI Makassar untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Begitu menerima laporan kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bersama tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta unsur relawan segera turun ke lokasi. Proses pemadaman api, evakuasi korban, hingga pengamanan area dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan respons cepat dilakukan untuk meminimalisir risiko yang lebih besar di kawasan pelabuhan yang saat itu masih cukup padat aktivitas.

"Ledakan terjadi sangat cepat saat proses pembongkaran ikan. Fokus utama kami adalah mengevakuasi korban dan memastikan api tidak meluas ke kapal lain di sekitar lokasi," ujar Fadli, Selasa (3/2/2026).

Ia mengungkapkan, kondisi para korban saat ini berada dalam penanganan medis dan terus dipantau oleh pihak rumah sakit. Sementara itu, penyebab pasti ledakan masih dalam tahap pendalaman oleh pihak berwenang.

Fadli juga mengingatkan pentingnya keselamatan kerja di kawasan pelabuhan, khususnya bagi para nelayan dan pekerja kapal.

"Kami mengimbau agar pemeriksaan mesin dilakukan secara rutin dan penanganan bahan mudah terbakar lebih diperhatikan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas kelautan," tegasnya.

Hingga kini, BPBD Kota Makassar masih melakukan pendataan lanjutan terkait dampak kejadian serta berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan situasi di Pelabuhan Paotere kembali aman dan kondusif.

"Kami masih melakukan koordinasi, jika ada informasi terbaru akan kami sampaikan kemudian," ucapnya.

Infografis Insiden Kebakaran Gedung Terra Drone. (Liputan6.com/Abdillah)
Sumber : Liputan6.com