Wall Street Melesat Sebelum Donald Trump Umumkan Tarif Dagang

03 April 2025, 07:42 WIB
Wall Street Melesat Sebelum Donald Trump Umumkan Tarif Dagang

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melesat pada Rabu, 2 April 2025 jelang pengumuman tarif Presiden AS Donald Trump.

Mengutip CNBC, Kamis (3/4/2025), indeks S&P 500 menguat 0,67 persen ke posisi 5.670,97. Indeks Nasdaq bertambah 0,87 persen ke posisi 17.601,05. Indeks Dow Jones naik 235,36 poin atau 0,56 persen ke posisi 42.225,32.

Setelah sesi perdagangan, Donald Trump mengumumkan tarif dasar 10 persen untuk semua impor dan bea masuk lebih tinggi untuk banyak mitra dagang terbesar negara itu yang meningkatkan perang dagang yang dimulainya ketika kembali ke Gedung Putih. Demikian mengutip Yahoo Finance, Kamis, (3/4/2025).

Indeks saham berjangka bergerak turun setelah pengumuman yang mengindikasikan investor prediksi kerugian saat wall street dibuka pada Kamis pekan ini, sedangkan emas naik.

Chief of Investment Abound Financial, David Laut menuturkan, meski ada kejelasan lebih lanjut tentang tarif, pasar mungkin memerlukan waktu berbulan-bulan untuk memilah dampaknya,

"Saat saya berbicara dengan klien. Saya pikir pemikiran mereka tentang bagaimana pasar akan bergerak dan berguncang dan bagaimana ekonomi pada akhirnya akan menanggapi penyesuaian tarif ini akan memakan waktu lebih lama," tutur dia.

David menilai, investor akan membutuhkan waktu untuk mencerna mengenai tarif dagang.

"Jadi, menurut saya, investor cukup tidak konsisten dan cukup konservatif dalam memposisikan atau bertaruh melawan hasil positif, jika ada, dari pengambilan keputusan tarif. Jadi, saya pikir meskipun kita mendapatkan lebih banyak informasi hari ini, orang-orang akan membutuhkan waktu untuk mencerna berita itu dan memutuskan apa yang mereka pikirkan tentangnya," ia menambahkan.

Ekonom menuturkan, tarif Donald Trump dapat meningkatkan inflasi dan juga memperlambat ekonomi.

Fokus ke Data Ekonomi AS

Fokus ke Data Ekonomi AS

Selama pidatonya, pelaku pasar meningkatkan taruhan kalau the Federal Reserve (the Fed) akan mulai memangkas suku bunga pada Juni dan memberikan pemangkasan suku bunga pada Oktober.

Saham yang bergerak pada Rabu pekan ini termasuk Tesla milik Elon Musk ditutup naik lebih dari 5 persen, tetapi merosot lebih dari 4 persen selama pidato Donald Trump. Saham Amazon naik 2 persen setelah dilaporkan perusahaan itu menawar TikTok meski sahamnya turun 3 persen setelah pernyataan tarif.

Adapun fokus sekarang beralih ke laporan penggajian nonpertanian bulanan yang penting serta pidato dari Ketua The Fed Jerome Powell pada Jumat pekan ini.

S&P 500 Ditutup Menguat, Investor Wall Street Menanti Tarif Trump

S&P 500 Ditutup Menguat, Investor Wall Street Menanti Tarif Trump

Sebelumnya, S&P 500, indeks acuan di bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Selasa yang cukup cukup bergejolak. Pelaku pasar saham Wall Street menunggu kejelasan pengenaan tarif yang akan dijalankan oleh Presiden AS Donald Trump.

Selain itu, Wall Street juga menghadapi tekanan dari data ekonomi yang lebih lemah dari yang diharapkan.

Mengutip CNBC, Rabu (2/3/2025), Indeks S&P 500 ditutup naik 0,38% menjadi 5.633,07. Sedangkan indeks Nasdaq Composite naik 0,87% dan berakhir pada 17.449,89. Untuk Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 11,80 poin atau 0,03% hingga ditutup pada 41.989,96.

Gerak S&P 500 mengikuti pola perdagangan yang sama dari hari Senin dan menyentuh titik tertingginya pada hari Selasa. Sektor barang konsumsi merupakan yang berkinerja terbaik hari ini. Saham Tesla naik 3,6%, sementara saham Nike naik 2%.

Investor kembali mendapat hasil yang buruk pada perekonomian hari Selasa karena ancaman tarif, dengan survei manufaktur Institute for Supply Management yang hasilnya lebih rendah dari perkiraan dan berada dalam wilayah kontraksi.

Biro Statistik Tenaga Kerja juga mengatakan bahwa lowongan pekerjaan bulan Februari juga sedikit di bawah perkiraan.

Pengumuman Tarif

Gedung Putih pada hari Rabu waktu setempat diperkirakan akan mengumumkan tarif timbal balik atas barang-barang dari hampir semua negara. Investor berharap pendekatan yang sempit terhadap penerapan pungutan tersebut.

Gedung Putih pada hari Selasa menegaskan bahwa tarif Trump akan berlaku segera setelah diumumkan.

"Kurangnya kepastian dan kerahasiaan telah membuat pasar menjadi gila," kata analis pasar global Freedom Capital Markets Jay Woods.

"Namun, kita mengalami koreksi, jadi perspektif adalah kuncinya," tambah dia.

Tarif 20 Persen

Tarif 20 Persen

Pada Selasa, The Washington Post melaporkan bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan untuk menerapkan tarif sekitar 20% untuk sebagian besar impor ke AS. Dalam laporan tersebut --- yang mengutip tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut --- mencatat bahwa belum ada keputusan akhir yang dibuat.

Ketidakpastian telah membuat brusa saham sangat volatil. Indeks S&P 500 pada hari Senin menyentuh level terendah dalam enam bulan sebelum pulih.

Untuk kuartal pertama, indeks tersebut turun 4,6%, sementara Nasdaq Composite turun 10%. Itu menandai kinerja kuartalan terburuk untuk kedua indeks acuan sejak 2022.

DJIA turun 1,3% selama tiga bulan pertama tahun ini.

"Meskipun risiko peristiwa yang lebih tinggi yang muncul menciptakan ruang untuk reli bantuan potensial jika tarif tidak terlalu agresif, risikonya bisa dibilang masih menurun, dengan pasar kemungkinan meremehkan risiko perdagangan," tulis asisten wakil presiden Barclays Anshul Gupta dalam catatan hari Selasa.

<p>Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)</p>
Sumber : Liputan6.com