Hati-hati Microsleep Saat Mudik Pakai Kendaraan Pribadi, Bagaimana Cara Mencegahnya?
29 March 2025, 21:00 WIB:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5177540/original/022218200_1743206640-20250329-Ciwandan-HER_6.jpg)
Pernahkah Anda tiba-tiba menyadari mobil Anda keluar jalur saat mengemudi? Atau melewatkan rambu lalu lintas tanpa Anda sadari? Anda mungkin mengalami microsleep, kondisi tertidur sebentar tanpa disadari yang sangat berbahaya, terutama saat mengemudi.
Microsleep, yang biasanya berlangsung hanya beberapa detik, bisa berakibat fatal karena dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Mengetahui penyebab dan cara mencegahnya sangat penting untuk keselamatan Anda dan pengguna jalan lainnya.
Microsleep sering disebabkan oleh kelelahan akut, terutama setelah perjalanan panjang atau kurang tidur. Kurangnya istirahat berkualitas juga menjadi faktor utama. Selain itu, kondisi medis tertentu juga dapat meningkatkan risiko microsleep.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda microsleep, seperti mengantuk berlebihan, kesulitan berkonsentrasi, dan perasaan 'hilang' beberapa detik tanpa ingat apa yang terjadi. Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, segera berhenti mengemudi dan istirahat.
"Yang jelas, kalau tidur dia cukup kualitasnya, pola hidup dia sehat, termasuk pola tidur, harusnya terhindar dari microsleep," kata dokter spesialis saraf RSPAD Gatot Subroto, dr. Letkol CKM,
Pernyataan ini menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat dan cukup tidur untuk mencegah microsleep. Tidur yang cukup dan berkualitas adalah kunci utama dalam mencegah kondisi berbahaya ini. Selain itu, memahami cara mengelola kelelahan dan mengambil istirahat yang cukup selama perjalanan jauh juga sangat penting.
Ikuti Aktivasi cover lagu "Ruang Gema" Liputan6.com di Instagram dan campaign Cek Fakta #LawanRuangGema di TikTok dan menangkan saldo e-money jutaan rupiah.
Klik link terkait untuk ikutan dan informasi selengkapnya:
Advertisement
Cara Mencegah Microsleep Saat Mengemudi
Mencegah microsleep membutuhkan komitmen untuk memprioritaskan keselamatan. Berikut beberapa langkah efektif yang bisa Anda lakukan:
- Tidur yang Cukup: Pastikan Anda mendapatkan 7-8 jam tidur berkualitas setiap malam sebelum melakukan perjalanan jauh. Tidur yang cukup akan membantu tubuh Anda beristirahat dan memulihkan energi.
- Istirahat Teratur: Jangan memaksakan diri untuk terus mengemudi dalam waktu lama. Berhentilah setiap 2-3 jam sekali untuk melakukan peregangan, berjalan-jalan singkat, atau sekadar beristirahat sejenak. Istirahat singkat ini dapat membantu meningkatkan kewaspadaan.
- Hindari Mengemudi Saat Lelah: Jika Anda merasa mengantuk atau lelah, jangan pernah memaksakan diri untuk mengemudi. Cari tempat aman untuk beristirahat atau berganti pengemudi. Keselamatan Anda lebih penting daripada sampai tepat waktu.
- Konsultasi Dokter: Jika Anda sering mengalami microsleep atau memiliki masalah tidur, segera konsultasikan dengan dokter. Dokter dapat membantu mendiagnosis penyebabnya dan memberikan penanganan yang tepat.
- Jaga Suhu Kabin Mobil: Suhu kabin yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat membuat Anda merasa tidak nyaman dan mengantuk. Atur suhu kabin agar tetap nyaman.
- Minum Kopi atau Teh: Konsumsi kafein dalam jumlah wajar dapat membantu meningkatkan kewaspadaan.
- Kelola Kondisi Kesehatan: Atasi faktor risiko seperti obesitas, depresi, dan kecemasan yang dapat meningkatkan risiko microsleep.
- Hindari Alkohol dan Obat Tidur: Konsumsi zat ini dapat memperparah kantuk dan menurunkan fokus saat mengemudi.
Microsleep dapat menyebabkan penurunan kinerja kognitif dan produktivitas, bukan hanya kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, mencegah microsleep penting tidak hanya saat mengemudi, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence
Advertisement