Hong Kong Geser Singapura, Jadi Investor Asing Terbesar Indonesia

17 July 2026, 15:45 WIB
Hong Kong Geser Singapura, Jadi Investor Asing Terbesar Indonesia

Peta investasi asing di Indonesia mengalami perubahan pada kuartal II 2026. Untuk pertama kalinya dalam sekitar 10 tahun terakhir, Hong Kong menggeser Singapura sebagai negara dengan nilai investasi terbesar ke Indonesia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, realisasi investasi dari Hong Kong mencapai US$ 5,5 miliar pada April-Juni 2026. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan Singapura yang membukukan investasi US$ 4,2 miliar.

"Ternyata dalam kuartal kedua ini untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, China investasinya lebih agresif melalui Hong Kong, sehingga tempat pertama dari investasi di kuartal kedua ini ditempati oleh Hong Kong dengan US$ 5,5 miliar, Singapura US$ 4,2 miliar, Tiongkok US$ 1,7 miliar, Jepang US$ 0,9 miliar, dan Malaysia US$ 0,7 miliar," ujar Rosan dikutip Jumat (17/7/2026).

Meski demikian, secara kumulatif sepanjang semester I 2026, Singapura masih menjadi investor asing terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai US$ 8,8 miliar, disusul Hong Kong sebesar US$ 7,8 miliar.

Bukan Murni Modal Hong Kong

Rosan menjelaskan, pencatatan investasi dilakukan berdasarkan negara asal dana yang masuk ke Indonesia. Karena itu, investasi yang tercatat berasal dari Hong Kong belum tentu sepenuhnya berasal dari perusahaan Hong Kong.

"Kalau yang dari Hong Kong ini memang sebetulnya tetap asalnya kebanyakan memang dari China juga," ujarnya.

Menurut Rosan, pola serupa juga terjadi pada Singapura maupun Malaysia yang kerap menjadi hub investasi sebelum dana masuk ke Indonesia.

Ia menambahkan, sebagian besar investasi melalui Hong Kong masih mengalir ke sektor hilirisasi mineral yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Investasi Semester I 2026 Tembus Rp 1.010,6 Triliun

Investasi Semester I 2026 Tembus Rp 1.010,6 Triliun

Sebelumnya ditulis, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang semester I 2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun. Angka tersebut setara 49,5% dari target investasi nasional tahun ini sebesar Rp 2.041,3 triliun.

"Target di tahun 2026 ini total target secara keseluruhan adalah Rp 2.041,3 triliun dan pada semester pertama atau dari Januari sampai dengan Juni ini di 2026 pencapaian yang sudah dilakukan pengeluaran oleh para investor di Indonesia itu mencapai Rp 1.010,6 triliun atau peningkatan 7,2% year on year. Dan ini target sesuai dengan target kami itu adalah 49,5% dari total target dalam 1 tahun," kata Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, dalam Konferensi Pers di Kantor Presiden, Kamis (16/7/2026).

Ia mengatakan, capaian tersebut diraih di tengah ketidakpastian global akibat tantangan geopolitik dan geoekonomi. Meski demikian, minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia tetap terjaga dan sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah.

"Di tengah masih tantangan geopolitik maupun geoekonomi dunia, alhamdulillah bisa saya sampaikan di sini, komitmen dari para investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia atau foreign direct investment, ini masih inline dengan target yang dicanangkan, yang kita set up oleh Bapenas kepada kami untuk tahun di 2026 ini," ujar dia.

Secara tahunan, realisasi investasi pada Januari-Juni 2026 tumbuh 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Rosan optimistis target investasi sepanjang 2026 dapat tercapai dengan mempertahankan tren investasi pada semester kedua.

Penyerapan Tenaga Kerja Melonjak

Selain mencatat pertumbuhan nilai investasi, realisasi investasi sepanjang semester I-2026 juga memberikan dampak terhadap penciptaan lapangan kerja. Rosan menyebut, investasi yang masuk berhasil menyerap 1.448.862 tenaga kerja. Jumlah tersebut meningkat sekitar 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Dan yang paling penting adalah kita bisa lihat di sini penyerapan tenaga kerjanya itu mencapai 1.448.862 orang atau kurang lebih peningkatan 15% dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya.

Dari sisi sumber investasi, kontribusi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat hampir seimbang. PMDN mencapai R p502,9 triliun atau 49,8% dari total investasi, sedangkan PMA sebesar Rp 507,6 triliun.

Sumber : Liputan6.com