Brasil Bakal Susul Indonesia Terbitkan Panda Bond, Apa Daya Tariknya

22 June 2026, 15:00 WIB
Brasil Bakal Susul Indonesia Terbitkan Panda Bond, Apa Daya Tariknya

Pemerintah Brasil terus mendorong rencana penerbitan panda bond di pasar keuangan China. Hal ini sebagai bagian dari upaya memperluas sumber pendanaan dan menarik investasi bagi program transisi ekologis negara tersebut.

Dikutip dari Global Times, Senin (22/6/2026), Wakil Menteri Keuangan Brasil, Dario Durigan, berkunjung ke China pada 22 Juni 2026 untuk membahas sejumlah agenda kerja sama keuangan, termasuk percepatan penerbitan panda bond dan promosi program investasi berkelanjutan Brasil, menurut laporan CNN Brasil dan sejumlah media lokal.

Selama kunjungan tersebut, Durigan dijadwalkan bertemu Presiden New Development Bank (NDB) Dilma Rousseff serta Menteri Keuangan China Lan Fo'an. Salah satu fokus utama pembahasan adalah mendorong kemajuan diskusi terkait penerbitan panda bond oleh pemerintah Brasil.

Delegasi Brasil juga akan mempresentasikan program EcoInvest yang dirancang untuk menarik investasi dan pendanaan bagi proyek-proyek pembangunan berkelanjutan.

Panda bond merupakan obligasi berdenominasi yuan yang diterbitkan oleh entitas asing di pasar domestik China. Instrumen ini semakin diminati negara-negara berkembang sebagai alternatif sumber pembiayaan di tengah meningkatnya kebutuhan pendanaan pembangunan.

Rencana penerbitan panda bond Brasil muncul setelah pertemuan antara gubernur bank sentral China dan Brasil pada 9 Juni lalu. Dalam pernyataannya, Bank Sentral China (People's Bank of China/PBOC) menyebut kedua negara membahas berbagai langkah untuk mendukung perusahaan dari kedua negara dalam membuka rekening mata uang lokal, memperluas cakupan perjanjian swap mata uang bilateral, serta mengkaji perdagangan langsung yuan dan real Brasil.

PBOC juga menyatakan menyambut baik rencana pemerintah Brasil menerbitkan obligasi negara dalam bentuk panda bond di China dan berharap lebih banyak perusahaan Brasil menerbitkan obligasi di pasar domestik China.

Kunjungan Durigan ke China dilakukan tidak lama setelah Pakistan menerbitkan panda bond pada Mei lalu.

Pakistan Jadi Penerbit Pertama Panda Bond

Pada 15 Mei, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) bersama Asian Development Bank (ADB) mengumumkan dukungan terhadap penerbitan panda bond pertama Pakistan senilai 1,75 miliar yuan atau sekitar US$ 259 juta.

Menurut kantor berita Xinhua, obligasi tersebut merupakan obligasi negara berdenominasi yuan pertama Pakistan di pasar modal luar negeri yang ditujukan untuk mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan tahan terhadap perubahan iklim di sektor air, energi, dan kesehatan.

Pengamat menilai meningkatnya minat negara-negara berkembang terhadap panda bond mencerminkan semakin besarnya peran China dalam sistem keuangan global, khususnya bagi negara-negara Global South.

Peneliti senior Chongyang Institute for Financial Studies, Renmin University of China, Dong Shaopeng, mengatakan penguatan kerja sama Selatan-Selatan menjadi semakin penting di tengah meningkatnya tantangan yang dihadapi negara-negara berkembang.

"Sebagai dua negara ekonomi berkembang besar yang mewakili Global South, China dan Brasil memiliki kepentingan yang sama dalam mewujudkan arsitektur keuangan global yang lebih adil," ujar Dong.

Menurut dia, penerbitan panda bond oleh Brasil akan menjadi contoh baru kerja sama sektor keuangan yang erat dan terstruktur antara kedua negara, sekaligus menunjukkan nilai investasi jangka panjang berbagai sektor ekonomi Brasil.

Pasar Panda Bond

Dalam beberapa tahun terakhir, pasar panda bond terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Data Moody's yang dikutip CNBC menunjukkan nilai penerbitan panda bond mencapai rekor 197,8 miliar yuan pada 2024 dan 183,1 miliar yuan pada 2025.

Hingga pekan kedua Juni 2026, total penerbitan telah melampaui 137,1 miliar yuan atau meningkat 80,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dekan Institute of Financial Development di Nankai University, Tian Lihui, mengatakan minat lembaga asing menerbitkan panda bond terus meningkat karena instrumen tersebut menawarkan stabilitas mata uang, kemudahan pembiayaan, serta dukungan likuiditas dari pasar keuangan China yang semakin terbuka.

Menurut Tian, semakin banyak penerbit asing yang menjadikan panda bond sebagai saluran pendanaan rutin. Hal ini menunjukkan daya tarik yuan tidak hanya berasal dari stabilitas nilai tukar atau tingkat suku bunga, tetapi juga dari kemudahan akses pendanaan yang ditawarkan pasar keuangan China.

Ia menambahkan, perkembangan pasar panda bond mencerminkan semakin kuatnya fungsi internasional yuan sebagai mata uang investasi dan pembiayaan. Selain bersedia menyimpan yuan, institusi luar negeri kini juga mulai menggunakannya sebagai sumber pendanaan jangka panjang.

"Fakta bahwa bank sentral dan lembaga resmi luar negeri mulai menjadi investor penting di pasar panda bond menunjukkan fungsi yuan sebagai mata uang cadangan semakin mendapat pengakuan internasional," kata Tian.

Sumber : Liputan6.com