Bank Indonesia: UMKM Jadi Pilar Ketahanan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian

22 June 2026, 13:20 WIB
Bank Indonesia: UMKM Jadi Pilar Ketahanan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian

Bank Indonesia (BI) menegaskan, pentingnya peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Hal tersebut disampaikan Gubernur BI, Perry Warjiyo, saat membuka Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu Tahun 2026, Senin (22/6/2026).

Perry mengatakan, berbagai gejolak global, mulai dari konflik geopolitik hingga ketidakpastian ekonomi dan keuangan dunia, menjadi tantangan yang harus dihadapi Indonesia. Namun, menurut dia, kondisi tersebut justru menjadi momentum untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional melalui pemberdayaan sektor domestik, terutama UMKM.

"Karena pertama, kita menghadapi dunia yang terus bergejolak. Terus perang Timur Tengah, Selat Hormuz, kemudian perang dagang, ketidakpastian geopolitik, keuangan, ekonomi. Dalam suatu ketidakpastian yang tinggi, kita harus semakin mandiri. Apapun yang terjadi di global, we have to move on," ujar Perry dalam sambutannya.

Menurut Perry, UMKM memiliki posisi strategis dalam perekonomian Indonesia. Dengan jumlah lebih dari 65 juta unit usaha, sektor ini menjadi tulang punggung penciptaan lapangan kerja sekaligus sumber penghidupan bagi jutaan keluarga di seluruh Indonesia.

Ia menilai, pengembangan UMKM tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia di masa depan.

"UMKM punya potensi yang sangat-sangat besar. UMKM betul-betul menjadi pilar penting dari pembangunan. Lebih dari 65 juta UMKM di Indonesia dan sebagian besar menciptakan lapangan pekerjaan. Memajukan UMKM berarti mendorong pertumbuhan, menciptakan lapangan pekerjaan, mensejahterakan, dan juga bisa meneruskan generasi kita," tuturnya.

Perry menambahkan, penguatan UMKM juga sejalan dengan program pembangunan nasional, termasuk agenda ekonomi kerakyatan yang menjadi bagian dari Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Program Transformasi Kewirausahaan

Program Transformasi Kewirausahaan

Karena itu, BI bersama berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, asosiasi, dan komunitas terus memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan UMKM agar mampu naik kelas dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu 2026, BI menargetkan peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan kewirausahaan, sertifikasi, pendampingan usaha, hingga akses pembiayaan. Program tersebut diharapkan dapat melahirkan lebih banyak wirausaha yang tangguh dan mampu menciptakan lapangan kerja baru di berbagai daerah.

Perry menegaskan, keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Dia menuturkan, pemberdayaan UMKM tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja, melainkan harus menjadi gerakan bersama untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang terus berkembang

Sumber : Liputan6.com