Gambaran Menarik Perjalanan Amerika Serikat Menuju Final Piala Dunia 2026

12 June 2026, 15:35 WIB
Gambaran Menarik Perjalanan Amerika Serikat Menuju Final Piala Dunia 2026

Amerika Serikat memasuki Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar di bawah arahan Mauricio Pochettino yang percaya timnya mampu membuat kejutan. Pelatih asal Argentina itu menegaskan kemenangan menjadi target utama sebelum laga pembuka turnamen.

Pochettino meyakini sejarah akan tercipta bagi tim yang mampu melewati tekanan terbesar dalam kompetisi sepak bola dunia. Keyakinannya terhadap skuad Stars and Stripes tergambar dari kalimat sederhana yang menjadi pegangan: "Mengapa tidak?"

Peluang itu memang tidak besar, tetapi prediksi supercomputer Opta memberikan gambaran menarik tentang perjalanan Amerika Serikat menuju partai puncak. Perhitungan tersebut menempatkan peluang tim tuan rumah mencapai final hanya sedikit di atas tiga persen.

Jalur Awal Menghadapi Iran

Jalur Awal Menghadapi Iran

Supercomputer memproyeksikan Amerika Serikat finis sebagai runner-up Grup D di belakang Turki dan melaju ke fase gugur. Prediksi itu membuat Iran menjadi calon lawan pada babak 32 besar di Stadion AT&T, Arlington, Texas.

Pertandingan tersebut berpotensi menjadi duel penuh tekanan karena hubungan kedua negara memiliki latar belakang politik panjang. Meski begitu, fokus utama tetap berada pada kemampuan pemain menjaga performa selama 90 menit.

Pelatih Australia, Tony Popovic, pernah menggambarkan persaingan grup dengan pandangan bahwa setiap tim memiliki peluang untuk menang. Kalimat itu menunjukkan bahwa fase awal Piala Dunia bisa menghadirkan kejutan bagi banyak peserta.

Tantangan Berat Melawan Argentina

Tantangan Berat Melawan Argentina

Jika mampu melewati Iran, Amerika Serikat diperkirakan akan bertemu Argentina pada babak 16 besar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta. Tim juara dunia itu datang dengan modal kuat setelah meraih serangkaian kemenangan penting dalam beberapa turnamen terakhir.

Lionel Messi masih menjadi pusat perhatian karena Argentina memiliki pengalaman besar di level internasional. Pertemuan ini akan menjadi ujian berat bagi skuad Pochettino yang ingin melangkah lebih jauh.

Argentina telah menunjukkan konsistensi luar biasa sejak menjadi juara dunia pada 2022. Keberadaan banyak pemain berkualitas membuat mereka menjadi salah satu kandidat terkuat untuk kembali mengangkat trofi.

Portugal dan Ancaman Cristiano Ronaldo

Portugal dan Ancaman Cristiano Ronaldo

Babak perempat final bisa mempertemukan Amerika Serikat dengan Portugal jika prediksi tersebut berjalan sesuai skenario. Laga ini akan membawa cerita besar karena Cristiano Ronaldo masih menjadi figur utama dalam skuad Portugal.

Ronaldo memiliki catatan impresif pada fase kualifikasi turnamen besar dengan torehan gol yang produktif. Namun, performanya dalam pertandingan terbesar belakangan ini mendapat banyak perhatian dari pengamat sepak bola.

Portugal tetap memiliki banyak pemain berbakat selain Ronaldo yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Amerika Serikat harus menjaga fokus penuh jika ingin menembus semifinal Piala Dunia 2026.

Inggris Jadi Rintangan di Babak Semifinal

Inggris Jadi Rintangan di Babak Semifinal

Jika Amerika Serikat mampu melewati Portugal, lawan berikutnya dalam prediksi supercomputer adalah Inggris di semifinal. Pertandingan tersebut bakal berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, dengan tekanan besar bagi kedua tim.

Inggris datang dengan pendekatan berbeda karena lebih mengutamakan kekuatan kolektif dibanding ketergantungan pada satu pemain bintang. Pelatih Thomas Tuchel memilih komposisi yang dianggap paling seimbang untuk menghadapi turnamen besar.

Skuad Inggris tetap memiliki banyak pemain berkualitas meski beberapa nama besar tidak masuk dalam daftar utama. Amerika Serikat harus menghadapi organisasi permainan yang solid jika ingin melanjutkan perjalanan menuju final.

Spanyol Menanti di Partai Puncak

Spanyol Menanti di Partai Puncak

Pada skenario paling sulit, Amerika Serikat bisa bertemu Spanyol di final yang berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford. Tim juara Eropa itu menjadi pilihan utama supercomputer karena memiliki generasi pemain muda yang menjanjikan.

Nama Lamine Yamal menjadi salah satu alasan Spanyol dianggap memiliki kekuatan besar menuju pertandingan akhir. Kecepatan, kreativitas, dan pengalaman kolektif menjadi modal utama mereka menghadapi lawan berat.

Pochettino menyadari perjalanan menuju final membutuhkan keberanian dan konsistensi dari seluruh tim. Amerika Serikat belum lama ini kesulitan melawan negara elite Eropa, sehingga turnamen ini akan menjadi kesempatan untuk membuka sejarah baru.

Sumber: Sports Illustrated

Sumber : Liputan6.com